Previous Post
Tweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

(Arsip) Seruan Boikot Kurma Iran (Syiah)

Pembelian kurma Iran ibarat ”Buka puasa sambil bunuh Ahlis Sunnah Syria”

Gerakan Anti Syiah Malaysia ·

Bulan Puasa Ramadhan semakin hampir
ingat!! jangan beli Kurma Made in IRAN
Jenama kurma yang paling popular dari IRAN adalah Yusuf Taiyoob, Boikot semua Jenama Produk barang dari IRAN (Syiah)

nak beli kurma pastikan di kotak kurma tersebut ditulis made in Tunisia, Saudi, Mesir, Oman dan lain2 negara Islam (ahli sunnah wal jamaah)..yang penting bukan Iran (Syiah) yg bunuh saudara islam kita di Syria dan byk menyebarkan fahaman Syiah di seluruh negara2 Islam (sunni) kemudian berlakunya hura hara kacau bilau dan pertumpahan darah…IRAN SYIAH memerangi Islam dari dalam dan secara halus tanpa disedari…AWAS!!

SELAMATKAN UMMAH, SELAMATKAN ISLAM

***

Kurma Rabbee Iran – Alfa Mart

Beredar di Jakarta, mungkin di kota-kota lain juga, kurma rabbee Iran (Rabbee Iran Dates) kemasan bertulisan mencolok: Alfa Mart (tahun 2012 yang lalu, red NM).

Kemasan kurma di antaranya 500 gram itu ada logo Dompet Dhuafa di pojok bawah dengan slogan donasi untuk sesama. Tidak ada keterangan, apakah itu Dompet Dhuafa yang biasanya bergandengan dengan Koran Republika, yang belum lama ini menganugerahi Said Aqil Siradj pembela aliran sesat Syiah sebagai tokoh perubahan 2012.( https://www.nahimunkar.org/said-agil-siradj-tokoh-perubahan-republika-2012/).

Selama ini Iran dikenal sebagai Negara syiah imamiyah yang jelas-jelas mencaci para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, bahkan memusuhi Islam secara hebat, membunuhi kaum Muslimin Sunni, dan menghancurkan masjid-masjid Sunni serta Madrasah-madrasah. (Belakangan syiah Iran memasok militer dan senjata untuk membunuhi Muslimin di Suriah 200 ribu orang lebih yang dibantai Bashar Assad pemimpin Syiah Nushairiyah. Kemudian Iran juga memasok militer dan senjata untuk mendukung pemberontak di Yaman yaitu Syiah Houtsi).

Bahkan Ahmadinejad presiden Iran (yang lalu, red NM) dalam kampanyenya di televisi pernah menuduh sahabat Nabi yakni Thalhah dan Zubeir sebagai pengkhianat yang kembali ke kepercayaan semula alias murtad. Padahal, dua sahabat yang dituduh Ahmadinejad itu termasuk 10 sahabat yang diberi khabar gembira oleh Nabi Muhammad shallalahu ’alaihi wa sallam akan masuk surga. ( https://www.nahimunkar.org/masalah-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul-01/ ).

Ketika  Ummat Islam di dunia ini menyadari bahaya syiah itu tidak kurang pula dibanding bahaya Yahudi-Israel, maka masalah beredarnya kurma Iran negeri syiah ini kemungkiinan umat Islam akan hati-hati pula terhadapnya.

https://www.nahimunkar.org/kampanye-boikot-kurma-israel/

***

Keputusan Boikot Produk Syiah Iran adalah Ijma’ Ulama Ahlus Sunnah Dunia

  • Produk (dari Iran) yang ada di Indonesia ini yang kelihatan ada kurma, karpet, sajadah kemudian barang tambang…
  • … memboikot produk negara yang memerangi umat Islam itu didasari karena mereka kan mendapatkan income dari produk yang dijual…
  • Contoh kongkrit aksi boikot yang berdampak cukup signifikan adalah terhadap produk Denmark lantaran penghinaan melalui kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat di media. Seluruh produk Denmark seperti susu, keju dan lain-lain ditarik dari pasar-pasar di Timur Tengah.

 boikot kurma iran

JAKARTA- Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim, Lc, MA, mengungkapkan bahwa aksi boikot produk Syiah Iran merupakan keputusan ijma’ ulama Ahlus Sunnah di Kairo, Mesir.

“Untuk memboikot produk Iran yang mendukung Bashar Al-Assad itu kan sudah menjadi ijma’ ulama Ahlus Sunnah di Kairo. Produk (dari Iran) yang ada di Indonesia ini yang kelihatan ada kurma, karpet, sajadah kemudian barang tambang tapi tidak terlalu banyak,” kata ustadz Fahmi Salim kepada voa-islam.com, Rabu (17/7/2013).

Sebagai bentuk protes atas dukungan Syiah Iran terhadap rezim diktator Bashar Al-Assad, maka aksi boikot produk Syiah Iran menurut ustadz Fahmi adalah senjata ekonomi yang memiliki dampak signifikan.

“Senjata ekonomi itu cukup signifikan, memboikot produk negara yang memerangi umat Islam itu didasari karena mereka kan mendapatkan income dari produk yang dijual ke seluruh dunia. Kalau bisa kita boikot, kita tidak membelinya, itu akan menurunkan volume devisa perdagangan mereka di dunia internasional,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan, contoh kongkrit aksi boikot yang berdampak cukup signifikan adalah terhadap produk Denmark lantaran penghinaan melalui kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat di media. Seluruh produk Denmark seperti susu, keju dan lain-lain ditarik dari pasar-pasar di Timur Tengah. Akhirnya pemerintah Denmark pun meminta maaf dan meminta dibuka kembali hubungan dagang.

Untuk diketahui, Muktamar ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dunia menggelar muktamar Internasional Islamic Coordination Council (IICC) dengan pembahasan “Sikap Ulama Umat Terhadap Konflik Suriah”  telah mengeluarkan sebelas poin resolusi yang mereka sepakati.

Acara yang berlangsung di Kairo Mesir ini, diselenggarakan pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M dan dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari 50 negara yang masing-masing berafiliasi kepada 65 organisasi dan yayasan Islam di dunia. Berikut ini sebelas poin resolusi tersebut:

  1. Kewajiban syar’i  umat muslim berjihad di Suriah
  2. Perang di Suriah adalah perang terhadap Islam
  3. Menyerukan persatuan umat muslim sunni
  4. Apresiasi terhadap peran pemerintah Turki dan Qatar, dan seruan terhadap para pemimpin Arab dan  Organisai Negara Teluk (CCASG) untuk membantu perjuangan rakyat Suriah.
  5. Seruan terhadap umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran.
  6. Optimalisasi peran para ulama dan cendekiawan muslim untuk menyadarkan umat perihal hakikat konflik Suriah.
  7. Mengingatkan tentara Suriah akan haramnya darah kaum muslimin.
  8. Mengingatkan PBB dan DK PBB akan peran yang seharusnya ditempuh dalam menangani konflik di Suriah.
  9. Mengecam kepada segenap pihak yang mengklasifikasi dan menilai sebagian organisasi pejuang kebebasan rakyat Suriah sebagai aksi teroris dan terorisme.
  10. Maksimalitas upaya dan peran organisasi-organisasi kemanusian dunia Islam dalam membantu perjuangan rakyat Suriah, khususnya dalam menangani para eksodos dan pengungsi Suriah.
  11. Pembentukan tim khusus untuk memantau segala upaya dan realisasi dari hasil yang telah dicapai melalui muktamar ini.

Demikian sebelas poin resolusi tersebut yang penting untuk diketahui oleh  kaum Muslimin di seluruh dunia agar mereka menyatukan sikap terhadap revolusi Suriah. [Ahmed Widad/Harman Tajang]

[Ahmed Widad] Kamis, 18 Jul 2013 (voa-islam.com)

***

Mengapa Selain Produk Zionis, Produk Syiah juga harus Diboikot?

JAKARTA (voa-islam.com) – Aksi boikot produk Syiah Iran telah menjadi resolusi yang disepakati (ijma’) ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam muktamar di Kairo, Mesir yang diselenggarakan pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M dan dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari 50 negara.

Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim, Lc, MA, mengungkapkan Aksi boikot merupakan senjata ekonomi yang ampuh.

Aksi boikot pernah diserukan oleh Raja Faishal terhadap Amerika agar tidak memberikan dukungan terhadap negara Zionis saat terjadi perang Arab-Israel.

Hal serupa pun pernah diserukan saat Denmark membiarkan pelecehan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat kartun yang dipublish sebuah media di negara tersebut.

“Dulu kita kan pernah memboikot produk Denmark, karena ada kasus penghinaan, dengan kartun Nabi Muhammad. Produk Denmark seperti susu, keju, butter dan semacamnya sampai ditarik di pasar-pasar seluruh Timur Tengah, sebagai bentuk protes. Akhirnya mereka meminta maaf dan minta dibuka lagi hubungan perdangan, itu artinya aksi boikot itu efektif,” kata ustadz Fahmi Salim kepada voa-islam.com, Rabu (17/7/2013).

Namun, masih ada saja yang bertanya-tanya, mengapa produk Syiah Iran yang diboikot, bukan produk Zionis?

Zionis dan Syiah itu sama, memerangi umat Islam. Iran mengintervensi dalam permasalahan Suriah.

Ia pun menjawab dengan tegas, bahwa alasan boikot tersebut, karena Zionis dan Syiah sama-sama memerangi Islam. “Zionis dan Syiah itu sama, memerangi umat Islam,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Syiah Iran telah mengintervensi permasalahan Suriah dengan mendukung rezim Bashar Al-Assad yang membunuhi kaum Muslimin di sana.

“Iran mengintervensi dalam permasalahan Suriah. Umat Islam yang mayoritas Sunni di sana menuntut adanya kebebasan, reformasi politik yang mana rezim Bashar ini berkoalisi dengan Syiah Iran kemudian Rusia dan Cina. Oleh sebab itu kita juga harus berfikir memboikot produk Cina dan Rusia,” pungkasnya. [Ahmed Widad]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.904 kali, 2 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Kongres Umat Islam Indonesia VII Hasilkan 9 Deklarasi Bangka Belitung
Kongres Umat Islam Indonesia VII Hasilkan 9 Deklarasi Bangka Belitung [Hasil KUII VII di Bangka

Related Post

Terbesar di Dunia, Museum Sejarah Rasulullah Dibangun di Ancol Jakarta
Terbesar di Dunia, Museum Sejarah Rasulullah Dibangun di Ancol Jakarta     Peresmian Pembangunan Museum

One thought on “(Arsip) Seruan Boikot Kurma Iran (Syiah)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *