Previous Post
Tweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

(Arsip) Sultan Brunei Tetapkan Eksekusi Mati Kepada Pelaku LGBT Dan Zina

by 

Pemerintahan Brunei Darussalam telah menerapkan Hukuman Rajam bagi para kaum LGBT (lesbian/homoseksual/biseksual/transgender) di Negara tersebut. Hukuman ini juga akan diberlakukan untuk pelaku zina di Negara yang telah dimulai pada tahun 2014. Brunei telah mengganti Hukum Pidana Negara dengan menerapkan Hukum Syariah itu.

Seperti diberitakan Huffington Post pekan lalu, Kesultanan Brunei telah merevisi hukum pidana Negara dan menggantinya dengan Hukum Syariah.  Dalam hukum baru, eksekusi mati dengan rajam akan diterapkan untuk para pelaku zina, hubungan di luar nikah, perkosaan, dan sodomi yang biasa dilakukan kaum gay.

Hukuman mati juga akan diberikan atas dakwaan penistaan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits, mengaku Nabi, dan pembunuhan. Revisi undang-undang ini telah diberlakukan sejak Selasa 22 April 2014 lalu.

Keputusan pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah ini menuai kecaman dari Komisi Tinggi HAM PBB (UHCHR). Dalam pernyataannya, Komisaris UHCHR Rupert Colville mengatakan bahwa hukuman mati untuk berbagai tindakan yang disebut adalah pelanggaran Hukum Internasional.

“Kami mendesak pemerintah menunda penerapan revisi hukum tersebut dan melakukan peninjauan yang komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar hak asasi manusia internasional,” kata Colville.

Protes juga telah disampaikan oleh kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual), Gill Action, dengan membatalkan acara konvensi yang rencananya akan digelar di Beverly Hills Hotel, Amerika Serikat, 1-4 Mei mendatang. Hotel tersebut adalah milik Dorchester Group yang dikendalikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Walaupun menerapkan hukuman mati dalam undang-undangnya, namun eksekusi tidak pernah dilaksanakan di Brunei sejak tahun 1957. UHCHR mendesak Kesultanan Brunei melakukan moratorium formal eksekusi mati dan menghentikannya.

Khusus Umat Islam
Penerapan Hukum Syariah diumumkan Sultan Bolkiah tahun 2014 lalu. Hukuman ini hanya akan diberlakukan untuk umat Islam di Negara tersebut, yang jumlahnya sepertiga dari populasi keseluruhan 420.000 orang.

“Ini karena kami butuh pada Allah yang Maha Kuasa, dengan segala Kemurahan-Nya, telah menciptakan hukum untuk kita, sehingga bisa menegakkan keadilan,” kata Bolkiah saat itu.

Selain rajam, pidana Syariah memuat hukuman potong tangan bagi pencuri. Namun untuk menerapkan hukum ini tidak semudah yang dibayangkan, ada aturan yang ketat.

Potong tangan hanya akan dijatuhkan bagi barang curian mencapai senilai atau lebih dari seperempat dinar (4,25 gram emas). Kurang dari itu adalah penjara. Sementara hukum rajam hanya diberlakukan untuk pezina yang telah menikah, dengan dihadirkan empat orang saksi laki-laki yang melihat perzinahan itu dengan gamblang.

Sementara itu, yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali. Hukuman cambuk juga diberikan bagi pengonsumsi khamr atau minuman keras. [klikbagi / infoindonesia.info

(nahimunkkar.org)

(Dibaca 142.043 kali, 161 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Umat Islam Indonesia Resah karena Zina dan Homosex Diputuskan MK Tak Bisa Dipidanakan, Gempa pun Menggoncang di Mana-mana (Arsip)
by Nahimunkar.com, 16 Desember 2017 Ya, Baru Saja Umat Islam Indonesia Resah karena Zina dan Homosex

Related Post

Ayat Larangan Pilih Pemimpin Kafir Jauh Lebih Banyak Didanding Larangan Daging Babi, Miras, dan Zina
foto Tri Budiono *** Surat Al Maidah 51 Menurut Tafsir Resmi Depag RI ۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ

19 thoughts on “(Arsip) Sultan Brunei Tetapkan Eksekusi Mati Kepada Pelaku LGBT Dan Zina”

  1. Assalamualaikum Tn/Pn… maaf ganggu..tlg hantar lagi artikel2 yg bermunafaat..terutama dari negara jiran Brunei..tqvm 013-391 0494

  2. Alhamdulillah syukur kehadrat Allah swt yg telah menetapkan hukum2 makluknya dunia dan akhirat semoga Allah swt memilih hambanya yg boleh mengendali dunia dengan hukum syariat insyaallah aamiin

  3. Subhanallah, tentunya keputusan tegas dan berani yang dibuat oleh Sultan berdasarkan ‘Sami’naa waata’naa’ dan bukan ‘Sami’naa waasainaa’!. Perhatikan ayat al-Qur’an berikut in English: ” The words of your Lord are complete in their TRUTH and JUSTICE. Nothing can change His words – He is the All Hearing, the All Knowing. If you obeyed most of those on Earth they would lead you away from the path of God. They follow nothing but speculation – they are merely guessing. Your Lord knows best who strays from His path and who is rightly guided”. (al-Qur’an S 6:115-117).

    Mencari redha manusia hanya bersifat sementara di dunia ini, tetapi mencari redha Allah SWT bersifat abadi di dunia dan akhirat.

    Manusia sering alpa bahawa manusia kehilangan sebanyak 3,600 seconds dlm sejam, 86,400 sc dlm sehari semalam, 2.6 juta sc dlm sebulan, 31.1 juta sc dlm setahun dan 2.17 billions sc dlm 70 tahun. 100% secara mutlak manusia tidak mungkin menghalanginya. Ia tetap berlalu menurut sunnah Allah SWT. Allah tidak akan ganti kehilangan seconds yang berlalu!.

    Semoga manusia merenung maksud ayat berikut terpahat dibenak manusia: ” Know that the life of this WORLD is but amusement and diversion and adornment and boasting to one another and competition in increase of wealth and children….And what is the WORLDLY life except the enjoyment of delusion”. (QS 57:20).

    Kita berdo’a agar keputusan yg telah menjadi mandat negara meraih restu dan redha Allah di dunia dan akhirat. Ameen.

  4. Saya rakyat singapura tetapi saya rasa seperti ingin menukar menjadi rakyat tetap Brunei..saya benar2 teruja dgn cara Sultan Brunei..

  5. Bagus ..sultan brunai…org luar ngomong hak asasi…tp dia ga mikirin apa yg terjadi ama korban..hidup itu klu bisa dluruskan ..ya harus dluruskan…biar seimbang…korban cm jd percobaan ..yg berbuat malah dksh haknya…ojp bnget

  6. Contoh pemimpin umat islam terbaik yg patut dicontohi oleh pemimpin pemimpin negara islam lain…..berpegang pada tali Allah…amar makruf nahi mungkar…..Subhanallah….

  7. Salute…inilah pemimpin yg benar2 menerapkan syariat Islam d Negaranya..LGBT tidak akan d berikan gerak d Negara Brunei…
    Seandainya Negara kita mempunyai pemimpin seperti Sultan

  8. Inilah pemimpin yang benar dalam menjalani hukum Allah aturan di dalam al quran, saya sangat bangga pemimpin seperti sulta brunai, kalau ada banyak pemimpin seperti ini, mungkin Allah tak akan mengoyang bumi ini dengan bencana alam seperti gempa dan sunami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *