Yang sudah kadung rusak tidak khawatir rusak

  • Zionisme sudah berhasil memporak-porandakan keyakinan Muslim, dan menjadikan hedonisme, permissivisme, kebebasan, dan kesamaan sebagai “agama”  baru mereka.
  • Budaya yang memuja syahwat, kenikmatan dunia, dan tidak lagi mengenal agama (Islam), dan bahkan sekarang mereka sudah meninggalkan agama mereka.
  • Melalui media massa, budaya dan nilai-nilai Barat yang merupakan produk  Zionisme ditranformasikan ke dalam kehidupan Muslim secara menyeluruh.
  • Zionisme berhasil menghancurkan secara total budaya Islam, dan menggantikan dengan budaya hedonisme.
  •  Fenomena generasi muda Muslim di Indonesia yang begitu nafsu dan gila terhadap Lady GaGa, hanya menunjukkan ujung  kehancuran keyakinan generasi Muslim, yang sudah jauh dan tidak lagi mengenal Islam. Mereka sudah menjadi budak budaya syahwat dari kerajaan Zionis dunia yang ditampilkan melalui Lady GaGa. Betapa suramnya masa depan generasi Muslim di masa depan.
  • Budaya sampah materialisme yang disengaja di produk kerajaan Zionisme itu, sekarang melumpuhkan secara total Muslim dan generasi mudanya. Mereka menjadi generasi loyo, generasi yang kehilangan ghiroh, kehilangan identitas, dan akhirnya menjadi generasi sampah. Tak berguna bagi masa depan Islam.
  •  Kehidupan mereka sudah tidak berarti lagi, dan mereka terjebak dalam  kemaksiatan yang nyata. Tak jarang pula mereka terlibat dalam seks bebas. Inilah malapetaka masa  depan Muslim.
  • Kondisi parah itu masih ditambahi pula: Adapun orang NU, ada satu Said Aqil Siradj saja juga sudah pada goyah, makanya sampai Banser dikerahkan untuk menjagai cewek lesbi Irshad Manji pun semrintil tanpa ada penolakan apa-apa di Jakarta Selatan.

Inilah sorotannya.

***

Budaya Sampah dan Generasi Sampah

Amerika Serikat yang sudah  menjadi kerajaan Zionisme itu, bukan hanya melakukan invasi militer ke Irak, Afghanistan, Palestina, Yaman, dan sejumlah negara lainnya dengan menggunakan kekuatan militernya, tetapi kerajaan Zionisme itu dengan menggunakan budayanya (Barat) berhasil menghancurkan generasi muda Islam.

Amerika Serikat yang sudah menjadi kearajaan Zionisme itu, bukan hanya menghancurkan dengan senjata dan bom, yang meluluh-lantakkan negeri-negeri Muslim, dan jutaan Muslim yang tewas, dan jutaan lainnya yang luka, kehilangan tempat tinggalnya, meninggalkan negerinya, tetapi kerajaan Zionisme itu, lebih dahsyat lagi menghancurkan keyakinan Muslim di seluruh dunia Islam.

Ketika Muslim menyaksikan saat Amerika Serikat melakukan serangan atas kota Bagdad dengan rudal tomhawk yang diluncurkan dari kapal induknya di Teluk, dan menghancurkan kota Bagdad, serta menampakkan bola api yang menjulang ke langit, disertai suara ledakan yang sangat dahsyat, dan bersamaan itu pula, kerajaan Zionisme  melakukan penghancuran secara total keyakinan Muslim di seluruh dunia.

Muslim hanya termangu melihat kehancuran kota Bagdad, Gaza, Kabul, Kandahar di Afghanistan, dan kota-kota Muslim lainnya, akibat bombardmen (pemboman) pasukan Amerika Serikat dan Sekutu. Muslim juga larut, tanpa daya, saat kerajaan Zionisme dunia itu menghancurkan keyakinan mereka. Mereka tak merasakan bahwa kerajaan Zionisme dunia sedang menghancurkan mereka. Muslim malah menikmati suguhan “racun” budaya yang sangat mematikan bagi kehidupan mereka.

Muslim sibuk  melakukan “munasharah” saat Zionis-Israel melakukan invasi militer ke Gaza, yang menewaskan ratusan dan melukai ribuan warga Gaza. Muslim sangat prihatin saat kerajaan Zionis itu menghancurkan Sabra-Satila di Lebanon. Tetapi, tidak ada yang menyadari betapa kerajaan Zionis itu, sudah sangat berhasil menghancurkan keyakinan Muslim, terutama keyakinan Islam mereka.

Bagaimana Amerika Serikat yang sudah menjadi kerajaan Zionisme dunia itu, melalui budaya materialisme yang memuja syahwat, sudah menyusup ke relung-relung hati, perasaan, pikiran, dan melahirkan tingkah laku di kalangan  Muslim, terutama generasi mudanya. Zionisme berhasil menghancurkan secara total budaya Islam, dan menggantikan dengan budaya hedonisme.

Budaya yang memuja syahwat, kenikmatan dunia, dan tidak lagi mengenal agama (Islam), dan bahkan sekarang mereka sudah meninggalkan agama mereka. Zionisme sudah berhasil memporak-poranda keyakinan Muslim, dan menjadikan hedonisme, permissivisme, kebebasan, dan kesamaan sebagai “agama” baru mereka.

Muslim di dunia Islam menggandrungi semua produk-produk budaya Barat. Film, musik, seni, makanan, dan bahkan mengidolakan artis-artis Barat. Artis dan bintang yang berasal dari kerajaan Zionisme menjadi pujaan mereka. Mereka memuja artis, bintang film, pemain bola, basket, dan sejenisnya. Melalui media massa, budaya dan nilai-nilai Barat yang merupakan produk  Zionisme ditranformasikan ke dalam kehidupan Muslim secara menyeluruh.

Apalagi sekarang ini ratusan konser musik yang menghandirkan bintang-bintang, artis, dan penyanyi Barat, menggerogoti keyakinan Muslim dan generasi mudanya. Setiap tahunnya ratusan konser musik, belum lagi melalui media, dan sejenisnya berhasil mengubah kehidupan mereka. Mereka yang sudah tersusupi budaya materialisme itu, mengikuti pemilihan-pemilihan “bintang” yang menjadi“idola” baru di kalangan muda.

Bagaimana anak-anak muda Muslim sekarang begitu nafsunya mengikuti kontes-kontes “idol” dan ingin menjadi“artis” yang populer, mulai dari New York, sampai Jakarta. Dengan kontes itu mereka diorbitkan menjadi orang yang paling terkenal, menjadi bintang, artis, dan tokoh muda, sehingga semuanya mendatangkan kenikmatan bagi mereka. Tak kurang orang tua mereka ikut berbangga.

Fenomena generasi muda Muslim di Indonesia yang begitu nafsu dan gila terhadap Lady GaGa, hanya menunjukkan ujung  kehancuran keyakinan generasi Muslim, yang sudah jauh dan tidak lagi mengenal Islam. Mereka sudah menjadi budak budaya syahwat dari kerajaan Zionis dunia yang ditampilkan melalui Lady GaGa. Betapa suramnya masa depan generasi Muslim di masa depan.

Waktu mereka habis hanya digunakan melihat, mengagumi para artis, para bintang, pemain sepak bola, basket, dan bahkan mereka sudah kehilangan kesadaran bersifat kolektif, karena tersihir oleh budaya Barat yang diciptakan Zionisme.

Budaya sampah materialisme yang disengaja di produk kerajaan Zionisme itu, sekarang melumpuhkan secara total Muslim dan generasi mudanya. Mereka menjadi generasi loyo, generasi yang kehilangan ghiroh, kehilangan identitas, dan akhirnya menjadi generasi sampah. Tak berguna bagi masa depan Islam.

Setiap malam akhir pekan, mereka hanya bisa nongkrong, duduk-duduk, sambil menikmati musik, penampilan artis, bintang film, dan para penyembah setan, yang menyebabkan mereka tenggelam dalam kehancuran. Kehidupan mereka sudah tidak berarti lagi, dan mereka terjebak dalam  kemaksiatan yang nyata. Tak jarang pula mereka terlibat dalam seks bebas. Inilah malapetaka masa  depan Muslim.

Semakin sedikit Muslim dan generasi mudanya, yang hidup puritan (shalih), menjauhkan diri dari kemaksiatan, kemungkaran, dan hedonisme.  Mereka tak lagi tertarik dengan kehidupan yang bersih (zuhud), tetapi lebih memilih kehidupan hura-hura, yang sangat tidak bermanfaat. Kerajaan Zionisme dunia, bukan hanya menghancurkan secara fisik, tetapi sudah berhasil menghancurkan keyakinan Muslim, sampai ke ujung-ujung. Tidak ada lagi yang kokoh memegang keyakinan mereka.

Memang di akhir zaman ini memegang Islam itu, digambarkan oleh  Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, seperti memegang bara api. Betapa beratnya tetap bisa sabar dengan Islam dan tetap beriltizam dengan al-haq di akhir zaman ini. Semua  manusia berbondong-bondong mengikuti dan berittiba’ kepada hawa nafsu dan menyembah setan. Wallahu a’lam.

Opini redaksi voaislam.com, Ahad, 20 May 2012

***

Yang sudah kadung rusak tidak khawatir rusak

Anehnya Said Aqil Siradj ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) organisasi terbesar justru mendukung perusakan keyakinan Muslimin itu. Tanpa malu tanpa risih dia bilang di televisi. Hingga ditulis orang seperti ini:

***

Ketua NU : sejuta kalipun lady gaga datang, iman kami tak akan goyah

ada yg nonton lawyers club barusan ?

tepatnya rabu malam tertanggal 16 Mei 2012 yg ditayakan salah satu stasiun televisis swasta tv.o*e ?

nah di acara tersebut, ketua NU menanggapi perihal ancaman pembatalan konser lady gaga ketua NU mengatakan, bahwa SEJUTA KALIPUN LADY GAGA datang ke Indonesia, iman warga NU ( NAHDLATUL ULAMA) tidak akan goyah ataupun berubah .

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14498663

***

Ketua PBNU @saidaqil: Meskipun datang sejutaLady Gaga maupun sejuta Irshad Manji, keimanan warga NU tidak akan goyah atau berkurang

http://indah.web.id/m/twitter-/all/202796605395566592/

***

Yang namanya pemimpin umum organisasi Islam itu selayaknya menasihati jutaan orang yang terwadahi di situ agar mereka bertaqwa. Sebagaimana khatib setiap Jum’at pun menasihati kepada jama’ah dan bahkan drinya sendiri untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala, yaitu menjauhi segala larangan-Nya dan mengikuti segala perintah-Nya.

Lhah ini malah sebaliknya. Ummat Islam pada umumnya menasihati diri mereka dan sesamanya agar bertaqwa, dengan cara di antaranya mencegah kemunkaran atau nahi munkar, dalam hal ini mencegah datangnya penyanyi yang menyembah setan, lha kok Said Aqil Siradj malah sebaliknya.

Dalam Al-Qur’an, seorang nabi (yakni Nabi Ya’qub) menjelang ajalnya pun masih khawatir terhadap anak-anaknya, mengenai apa yang akan mereka sembah sepeninggalnya. Hingga dia bertanya kepada anak-anaknya. Dan itu didahului pula oleh Nabi Ibrahim yang wanti-wanti jangan sampai mati kecuali dalam keadaan Muslim.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (132) أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آَبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ [البقرة/132، 133]

132. dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.

133. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepada-Nya”. (QS Al-Baqarah: 132-133).

Betapa jauh bedanya, antara sikap dua nabi Itu (Ibrahim dan Ya’qub) ‘alaihimassalam dan sikap Said Aqil Siradj dalam hal pentingnya tetap memegangi Islam sampai mati. Yang dua nabi itu sebegitu perhatiannya untuk berwasiat kepada anak-anaknya, sedang Said Aqil Siradj sebegitu teganya terhadap jutaan warga NU-nya, sampai akan didatangkan penyanyi yang menyembah setan lagi porno tingkat dunia pun justru seakan dijamin tidak apa-apa.

Padahal Nabi Ibrahim itu jelas teladan yang baik. Hingga Allah Ta’ala berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 4).

Untuk mengimbangi sesumbarnya Said Aqil Siradj, maka perlu dibilang, bila generasi Islam tetap teguh mengikuti keteladaan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam itu, insya Allah walaupun ada sejuta orang seperti Said Aqil Siradj, tetap para pemuda yang teguh imannya itu tidak akan tergoyahkan.

 Adapun orang NU, ada satu Said Aqil Siradj juga sudah pada goyah, makanya sampai Banser dikerahkan untuk menjagai cewek lesbi Irshad Manji pun semrintil tanpa ada penolakan apa-apa di Jakarta Selatan. (lihat nahimunkar.com, Tokoh Lesbi penghina Nabi pun dijaga Banser 9 May 2012  https://www.nahimunkar.org/15327/tokoh-lesbi-penghina-nabi-pun-dijaga-banser/ ).

Itu bukti goyahnya. Padahal baru Irshad Manji, belum Lady Gaga penyembah setan lagi porno. Atau memang mereka mau melamar jadi centeng bila penyembah setan lagi porno itu didatangkan?

Ilustrasi zilzaal

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.617 kali, 1 untuk hari ini)