• 33.655 orang bergelar PhD yang menerima kupon makanan gratis, dan  293.029 pemegang gelar master yang menerima kupon makan gratis
  • Ada 5.057 petugas kebersihan (tukang sampah dan semacamnya, red) dengan gelar PhD saat ini di Amerika

DALAM perekonomian yang serba sulit saat ini, bahkan memiliki gelar tinggi pun bukanlah jaminan tidak mengalami kemiskinan.

Bahkan saat ini di Amerika Serikat, jumlah orang yang bergelar PhD yang menerima kupon makanan gratis dan bentuk bantuan kesejahteraan sejenis meningkat lebih dari tiga kali lipat antara 2007 hingga 2010 menjadi 33.655, menurut sebuah analisis dari Urban Institute seperti dikutip oleh Chronicle of Higher Education. Begitu juga dengan jumlah pemegang gelar master yang menerima kupon makan gratis dan bentuk bantuan kesejahteraan lainnya meningkat hampir tiga kali lipat selama periode waktu yang sama menjadi 293.029, menurut analisis yang sama.

Meningkatnya jumlah orang yang bergelar PhD maupun Master menerima kupon makanan gratis menjadikan indikasi terbaru bagaimana rakyat Amerika harus berjuang mengatasi perekonomian yang semakin merosot. Secara keseluruhan, jumlah orang Amerika yang menerima kupon makanan naik 43 persen selama tiga tahun terakhir sehingga menjadikan 46,3 juta orang Amerika pada Februari 2012 menerima kupon makanan, menurut laporan Departemen Pertanian.

Selain itu, bahkan gelar sarjana yang banyak digunakan untuk menjadi bahan jaminan mendapatkan hidup dengan penuh kekayaan dan kesuksesan semakin turun nilainya. Perekonomian yang lesu telah mendorong lulusan universitas dengan gelar sarjana hukum mencari pekerjaan di luar profesi hukum, menurut laporan US News and World Report.

Semua faktor-faktor penyebab masalah ini, ditambah dengan kurangnya pasar tenaga kerja, telah memaksa para penyandang gelar PhD banyak bekerja di bidang pekerjaan kasar. Ada 5.057 petugas kebersihan dengan gelar PhD saat ini di Amerika, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja seperti dikutip oleh Chronicle Houston.(fq/islampos/huffingtonpost) By Al Furqon on December 5, 2012.

***

1. Apakah PhD itu?

PhD atau panjangnya Doctor of Philosophy merupakan gelar yang diberikan pada seseorang yang telah menyelesaikan studi tingkat doktoral (strata 3). Dari gelarnya dapat dilihat bahwa orang dengan gelar ini -seharusnya- berkemampuan dan berkemauan untuk menjadi seorang doktor (dalam bahasa aslinya berarti pengajar / guru) dan menguasai bidang ilmunya secara mendalam. Tidak sekedar tahu rumus-rumus dan metode-metode, tetapi mengerti benar dasar, tujuan, dan alasan dari semua rumus dan metode tersebut. Salah satu definisi lain, yang rasanya tidak salah, menyebutkan PhD sebagai Permanent Head Damage.

2. Apa bedanya gelar PhD dengan Doktor?

Tergantung bidang ilmu dan jenis studinya, ada macam2 gelar doktor, misal PhD, ThD, Doctor of … dst. Dalam penggunaan sehari2, kita menyapa orang dengan Dr A, Dr. B, bukan A, PhD. Embel2 PhD hanya disertakan di keperluan surat menyurat resmi. Atau di surat undangan nikah dan iklan kematian, kalau kamu orang Indonesia.

Di Indonesia, perbedaan PhD dan Doktor menjadi penting karena universitas2 di Indonesia belum diakui secara internasional untuk menganugerahkan gelar PhD pada seseorang. Itu sebabnya gelar yang diberikan kalau lulus S3 dari univ di Indonesia adalah Doktor, dan bukan PhD. Beberapa dosen saya di ITB dulu ga pernah mau gelarnya ditulis Doktor. Maunya PhD. Enak aja, kata mereka, sekolahnya susah buat dapet PhD! (lovehopefaith).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.261 kali, 1 untuk hari ini)