.

Murtadnya seseorang dari agama Islam pada agama lain diakibatkan karena lemahnya iman. Karena ia tidak peduli dengan iman dan Islam sendiri. Ia merujuk kasus lalu yang menimpa seorang artis Asmirandah. Karena cinta buta, ia rela menggadaikan aqidahnya, demikian ungkap H. Yudi Muljana, S.Th.,M.Pd.I mantan pendeta yang juga mantan Koordinator Guru pelajaran Agama Kristen sewilayah III Jawa Barat.

Orang murtad itu di dunia nasibnya tercela, dan di akherat karena murtadnya dari Islam itu maka kekal di neraka. Itu sudah tegas dinyatakan Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [البقرة/217]

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 217).

Inilah beritanya.

***

Mantan Pendeta: Murtadnya Seseorang karena tak Peduli Agamanya

Jum’at, 4 April 2014 – 08:16 WIB

Murtadnya seseorang dari agama Islam pada agama lain diakibatkan karena lemahnya iman. Karena ia tidak peduli dengan iman dan Islam sendiri.

Yudi Mulyana saat mengisi sebuah acara di Surabaya

Hidayatullah.c0m–Terjadinya perpindahan agama sebagian orang lebih banyak dipengaruhi lingkungan. Sebagian bahkan terpengaruh hubungan antar pribadi.  Demikian disampaikan H. Yudi Muljana, S.Th.,M.Pd.I mantan mantan pendeta yang juga seorang muallaf dalam  kajian “Mengupas Fenomena Pemurtadan” di Jakarta baru-baru ini.

“Konversi Agama terjadi karena pengaruh sosial, seperti: hubungan antar pribadi, kebiasaan rutin, pengaruh propaganda, pengaruh pimpinan keagamaan,” ucap H. Yudi yang lulusan Magister Pendidikan Islam ini.

Menurutnya, misi gereja dari zaman ke zaman, dari pra reformasi hingga pasca reformasi selalu ada. Seluruhnya demi memurtadkan manusia ke jalan kesesatan.

“Pra reformasi, gereja bercita-cita: mengusai dunia dan gereja mau supaya seluruh Negara dan hidup masyarakat mengikuti bimbingan gereja, ujarnya.

Ia mengutip Dr. Arie De Kuiper yang pernah mengatakan, pekabaran Injil di zaman pra reformasi sama dengan perluasan negara Kristen,” ujar Yudi menyampaikan.

Sedangkan gerakan reformasi dibentuk oleh pengalam pribadi Marthin Luther.  Sebagaimana yang diketahui umum, ia memberontak karena melihat situasi pada saat itu tidaklah adil bagi kaum awam atas pemuka Kristen.

“Marthin Luther menyampaikan, keselamatan karena iman kepada Yesus Kristus (sola fide), keselamatan karena anugrah Allah (sola gratia), dan Keselamatan hanya oleh kitab suci/Alkitab (sola scriptura),” ujarnya.

Paska reformasi, gereja pun memiliki misi yang tidak kalah ekstrim. Di antaranya menyebarkan misionaris-misionaris ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di mana tugas dari misionaris adalah “memurtadkan” seluruh manusia.

Yudi menyebutkan bahwa gereja mempunyai lima prinsip yang disebut “Baptist Missionary Society”. 

Pertama, perkabaran Injil seluas-luasnya dan dengan cara apapun. Kedua, penyebaran injil dalam bahasa setempat.  Ketiga, didirikannya Gereja Baptist secepat mungkin. Keempat penelitian latar belakang orang-orang yang bukan Kristen.  Dan kelima, pendidikan Theology.

Peringatan Islam

Sementara itu menurutnya, Islam sendiri mengingatkan umatnya tentang masalah keyakinan ini. Sebagaimana dikutip dalam Surat Al-Baqarah.

“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar/haq).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu,” ujarnya menutip Quran Surat: al-Baqarah: 120.

Karena itu ia menilai, murtadnya seseorang dari agama Islam pada agama lain diakibatkan karena lemahnya iman. Karena ia tidak peduli dengan iman dan Islam sendiri. Ia merujuk kasus lalu yang menimpa seorang artis Asmirandah. Karena cinta buta, ia rela menggadaikan aqidahnya, demikian ungkap mantan Koordinator Guru pelajaran Agama Kristen sewilayah III Jawa Barat ini.

Seperti diketahui, Yudi adalah mantan aktivis gereja. Ia memeluk Islam tahun 2008, lalu berkiprah di organisasi Anti Pemurtadan. Saat ini ia sedang menyelesaikan studi Pasca Sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati, Cirebon,*

Rep: Robigusta Suryanto

Editor: Cholis Akbar/hdytllahcom

* **

Orang murtad kekal di neraka

Orang murtad itu di dunia nasibnya tercela, dan di akherat karena murtadnya dari Islam itu maka kekal di neraka. Itu sudah tegas dinyatakan Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [البقرة/217]

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 217).

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.198 kali, 1 untuk hari ini)