Suryadharma Ali (SDA) tampaknya tidak kapok mendekati tokoh lembaga sesat. Rupanya tidak malu dan tak ingat pula, belum lama SDA cipika-cipiki dengan tokoh lembaga sesat Pesantren Al-Zaytun, AS Panji Gumilang, di pesantren mewah Indramayu. Kini SDA sowan munduk-munduk (datang dengan penuh rasa hormat) ke pusat aliran sesat Islam Jama’ah yang ganti-ganti nama yang kini orang mengenalnya dengan aliran sesat LDII.

Disambut dengan latar panggung bertulisan dengan warna dasar hijau serta diberi kenang-kenangan plakat berwarna hijau, tampaknya SDA telah girang, karena dia maknakan sebagaimana bendera partainya yang dominan warna hijau. Padahal hijau bagi LDII kemungkinan maknanya beda lagi. Menurut pengalaman orang-orang yang pernah aktif mengikuti semacam jamboree pemuda LDII yang disebut CAI (Cinta Alam Indonesia), warna hijau itu punya makna tersendiri. Biasanya di depan meja para pembicara ada 3 bolam listrik: hijau, kuning, dan merah. Bolam itu dihubungkan dengan saklar di pintu gerbang di depan, pinggir jalan yang jarak dari tempat acara cukup jauh. Penjaga pintu gerbang harus waspada. Kalau akan datang tamu dari luar golongannya, misalnya pejabat yang akan memberikan materi pengarahan, maka penjaga pintu gerbang harus memainkan saklar untuk mengubah nyala lampu. Bila pejabatnya masih agak jauh maka dinyalakan lampu kuning. Bila sudah agak dekat maka lampu merah dinyalakan. Sedang kalau tidak ada pejabat atau tamu dari luar, maka yang dinyalakan lampu hijau.

Suatu ketika, menurut penuturan orang-orang yang pernah aktif di sana, lampu tiba-tiba berubah, yang nyala merah. Maka serentak sontak pembicara LDII itu mengganti pembicaraan yang sama sekali tidak nyambung dengan apa yang diucapkan sebelumnya. Dan semua bahan yang dibicarakan harus dimasukkan semua, baik oleh pembicara maupun peserta. Itu semua gara-gara pejabat sudah sampai di lokasi, sedang penjaga pintu gerbang tidak melihatnya dari jauh tadinya, hingga tidak sempat menyalakan lampu kuning.

Jadi warna hijau di sana untuk menandai aman, tidak didengar oleh pihak luar golongannya, maka pembicaraan dan bahan-bahan yang hanya boleh didengar dan dibaca oleh LDII, aman untuk dibicarakan dan dibaca. Karena lampu hijau – maknanya adalah–  menandakan tidak ada orang luar LDII yang mendengarkannya. (Mereka mengaku pegangannya Quran –Hadits, bahkan hanya golongan mereka saja yang selamat dari neraka, tetapi mana ada di Qur’an dan hadits yang mengajarkan seperti itu? Kalau itu Islam benar-benar, maka siapapun boleh mendengarnya, bahkan dida’wahkan kepada siapa saja).

Apakah warna hijau yang dipasang LDII untuk menyambut SDA itu ada makna lain lagi, tidak ada keterangan. Yang jelas tempat ini  pada tanggal 14 Januari 2011 diresmikan dengan nama Yayasan Walibarokah sekaligus pertemuan bulanan sebuah paguyuban setempat yang biasa mengadakan sesaji (kemusyrikan, dosa terbesar menurut Islam) untuk sungai Brantas.  (berita ada di bagian bawah).

Tentang berita kedatangan SDA di tempat tumbuhnya aliran sesat yang ganti-ganti nama ini, beritanya sebagai berikut.

***

Astagfirullah!! PPP Dekati LDII Jelang Pilpres 2014

KEDIRI– Jelang pemilihan presiden 2014, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai mendekati Pesantren LDII yang berlatar belakang aliran sesat Islam Jama’ah alias Lemkari yang didirikan oleh mendiang Nurhasan Ubaidah Lubis.

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum PPP Suryadharma Ali ini tiba di Pondok Pesantren LDII, Wali Barokah di Kelurahan Burengan, Kecamatan Kota, Kediri, Sabtu petang (3/11/2011) sekitar pukul 17.30 WIB.

Di tempat ini, rombongan diterima oleh pengurus LDII. Hadir dalam acara itu, Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, serta sejumlah pengurus pondok. Selain silaturahim, kedatangannya juga meresmikan perpustakaan pondok.

Lembaga metamorfosa aliran sesat Islam Jamaah yang difatwa sesat oleh MUI itu mendapatkan bantuan tambahan buku hingga 1,8 ton dari sumbangan masyarakat serta warga LDII. Buku itu terdiri dari buku agama dan pengetahuan umum.

Saat meresmikan perpustakaan, panitia sempat memberikan kenang-kenangan. Ketua Umum PPP yang juga Menteri Agama RI ini sempat menyinggung masalah warna. “Alhamdulillah hijau,” katanya singkat yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.

Dikonfirmasi maksud ucapannya tersebut, Suryadharma mengaku tidak mempunyai maksud apa-apa. Namun, jika warga LDII ingin mendukung partai yang dominan warna hijau dan berlambang Ka’bah ini saat pemilihan mendatang, ia mengaku cukup senang. “Alhamdulillah kalau mereka mau,” jawabnya singkat.

Mengenai calon presiden, Suryadharma mengaku belum menentukan sosok yang dianggap cocok menjadi Presiden untuk Pemilu Presiden 2014. Pihaknya juga belum menentukan sikap, apakah akan mengusung calon sendiri ataukah akan berkoalisi saat pemilihan nantinya. Saat ini, pihaknya masih konsentrasi melakukan pemetaan politik.  “Kalau tentang pemilihan presiden, kami belum tentukan pilihan. Saat ini, kami silaturahmi saja,” jelasnya.

Sekedar menyegarkan ingatan soal bahaya LDII; MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa LDII adalah termasuk aliran sesat selevel dengan Ahmadiyah yang harus ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

“Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan BAKORPAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Meski mengklaim sudah berparadigma baru, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa LDII masih mengamalkan doktrin Islam Jama’ah yang menganggap kafir umat Islam di luar jamaah LDII.

Dalam Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/97dinyatakan: “Dan dalam nasihat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (halaman 8). [taz/ant, dbs]

SUMBER:

  1. Doktrin Mengkafirkan Muslim Selain LDII (Islam Jama’ah), Lahirkan Perceraian.
  2. Inilah Daftar Kesesatan Ahmadiyah dan LDII. 
  3. Kesesatan LDII dan Ahmadiyah.

(voaislam.com) Ahad, 04 Dec 2011

***

Berikut ini kami copas sebagian dari berita diresmikannya Yayasan Walibarokah. Dan di bagian bawah, kami copas kegiatan kemusyrikan yang dilakukan paguyuban yang turut meresmikan Yayasan Walibarokah. Bahkan  acara persemian Yayasan Walibarokah itu dalam rangka pula untuk silaturahim bulanan paguyuban yang biasa menyelenggarakan sesajen di Kali Brantas.

***

Januari 14, 2011Pondok LDII Kediri Tinggalkan komentar

Kediri, 14 januari 2011 bertepatan dengan hari Jumat bertempat di Gedung Walibarokah Pondok Pesantren Burengan Banjaran Kediri digelar acara Lunching Yayasan Walibarokah serta Silaturrohim Paguyuban Antar Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan se Kota Kediri.

Yayasan ini dalam perjalanannya menaungi kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Burengan Banjaran Kediri yang selanjutnya disebut Pondok Pesantren Walibarokah Kediri.

Acara ini berbarengan dengan pertemuan rutin setiap bulan Tokoh-Tokoh antar umat beragama yang terwadahi dalam Paguyuban Antar Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan (PAUB dan PK) Beserta Muspida dan Masyarakat Kota Kediri yang giliran pada bulan Januari ini bertempat di Pondok Pesantren Walibarokah Kediri.

http://ldiipondokkediri.wordpress.com/

***

Paguyuban Umat Beragama Gelar Larung Sesaji di Sungai Brantas

In Uncategorized on Juli 7, 2007 at 06:20 am07

Disadari atau tidak mayarakat Kota Kediri sudah banyak diberi manfaat oleh keberadaan Sungai Brantas.  Keberadaan Sungai Brantas berdasarkan cerita sejarah muncul karena keinginan Raja Kediri Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa untuk membagi kerajaan menjadi dua bagian, yakni Janggala dan Pangjalu sekitar tahun 1042 M untuk kedua putranya dengan bantuan Mpu Bharada, pendeta sakti yang tinggi ilmu agamannnya.

Untuk itu sebagai upaya syukur atas itu semua pada Yang Maha Kuasa, Sabtu (7/7) diadakan larung sesaji di Sungai Brantas yang melibatkan lima agama yang tergabung dalam paguyuban antar umat beragama.

Sebenarnya upacara larung sesaji di Sungai Brantas  dilakukan sejak zaman kerajaan Kediri. Namun pada kelanjutannya mereka generasi penerus banyak yang melupakan sejarah. Hingga pada akhirnya hanya dilakukan orang per orang dan kelompok tertentu sebagai ucapan terimakasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab dengan keberadaan Sungai Brantas  menjadikan Kediri “gemah ripah loh jinawi”

Larung sesaji juga sebagai upaya mendongkrak wisata Kota Kediri yang kini mulai digalakkan, pemerintah Kota Kediri akhirnya mengadopsi kebudayaaan yang telah dilakukan secara turun temurun itu dalam acara yang besar dan berkelanjutan, nantinya.

Keberadaan paguyuban antar umat beragama besar andilnya pada pelaksanaan acara larung sesaji kali ini yang bisanya hanya dilakukan oleh umat Hindu dan Budha saja.

http://beritakediri.wordpress.com/2007/07/07/paguyuban-umat-beragama-gelar-larung-sesaji-di-sungai-brantas/

***

Di akherat dikumpulkan dengan yang dicintai

Pertanyaan yang perlu direnungkan bagi LDII ataupun Yayasan Walibarokah: Apakah pelaksana sesajen yang jelas-jelas kemusyrikan dan dari agama kemusyrikan itu oleh LDII dianggap teman yang baik sebagaimana dalam hadits diibaratkan penjual minyak wangi?

Pertanyaan itu tidak perlu jawaban, karena jawabannya sudah ada, yaitu berupa apa yang telah mereka lakukan. Dan itu lebih fasih daripada sekadar ucapan.

Kepada Pak SDA dan LDII, ada hadits:

” الْمَرْء مَعَ مَنْ أَحَبَّ “

Seseorang itu (di akherat) beserta orang yang dia cintai (Muttafaq ‘alaih)

قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seseorang itu bersama orang yang dia cintai di Hari Qiyamat. (HR At-Tirmdzi, ia berkata hadits hasan shahih)

عَنْ عَائِشَة مَرْفُوعًا : ” لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة ” .

Dari Aisyah, secara marfu’ (sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali pada hari qiyamat akan dikumpulkan bersama mereka. (lihat Aunul Ma’bud)

Yang jadi persoalan, golongan LDII dinyatakan sesat oleh MUI dan kenyataannya gabung dengan paguyuban pelaksana sesajen.

Kemudian golongan lain ingin bercintaan dengan yang telah bergabung dengan paguyuban pelaksana sesajen itu. Apakah mereka tidak takut kalau kelak di Akherat mereka dikumpulkan bersama paguyuban pelaksana kemusyrikan itu?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.322 kali, 1 untuk hari ini)