Masyarakat menyaksikan konser dangdut di area pemakaman di Pondok Kelapa, Jakarta Timur (9/9/2018). (Twitter @Juriglagu)


Cuma bisa ngelus dada…

Sungguh miris, pertunjukan dangdut diselenggarakan di area pemakaman, bahkan penonton duduk-duduk diatas makam seperti tak beradap.
Ketahuilah, begini hukumnya dalam Islam!

Pesta di sekitar area pemakaman itu benar-benar terjadi di sebuah TPU di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Minggu (8/9/2018).

Berdasarkan keterangan dari salah satu anggota grup dangdut Bofita Entertainment, Boih, pertunjukan dangdut yang dibawakan kelompoknya berlangsung sejak sore hingga tengah malam.

Sampai malam doang, dari siang sampai malam. Saya main hampir pukul 14.30. Biasa saya main di kampung kan pukul 14.00, 14.30 sudah mulai, kalau main siang. Dari pukul 20.00 sampai pukul 24.00, titik, pulang,” kata Boih, seperti dikutip dari kompas.com, Senin (10/9/2018).

Acara hajatan itu merupakan pesta syukuran khitanan seorang warga di Pondok Kelapa yang rumahnya berada di sekitar area pemakaman.

Boih pun mengakui ketidaktersediaan lahan di menyebabkan panggung dan tenda didirikan sangat dekat dengan pemakaman.

Sebenarnya posisi dangdutnya enggak di makam, cuma di samping. Memang pas batas saja, memang benar. Pas batas nisan. Orang tempatnya enggak ada,” kata Boih.

Video acara tersebut akhirnya viral di media sosial.

Astagfirullah…
Padahal islam jelas-jelas melarang hal-hal semacam itu. Jangankan untuk “dangdutan” duduk diatas makam saja tidak diperbolehkan.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi kapur pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim, no. 970).

Duduk di atas kubur termasuk dosa yang sangat besar, apalagi hal semacam itu dilakukan diatas makam.

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kubur.” (H.R Muslim, no. 1612).

Kiranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas amat jelas bagi orang yang hatinya mau menerima nasihat.

Adapun orang yang mata hatinya sudah tertutup oleh Allah azza wa jalla dari menerima petunjuk, niscaya ia akan berupaya mencari-cari alasan untuk menolaknya. Nauzubillah…

Sumber : wajibbaca.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 973 kali, 4 untuk hari ini)