134 Muslim di Pedalaman Mali, Warga Dibakar Hidup-Hidup dalam Rumahnya!

Sebanyak 134 umat muslim di Ogossogou, Desa Fulani, Mali, Afrika Barat dibantai secara keji oleh gerombolan pria yang menyamar sebagai pemburu hewan.

Kesadisan itu tak berhenti sampai situ saja, wanita hamil dan anak-anak pun tak luput dari aksi pembantaian massal yang dilakukan secara keji itu.

Serangan yang dikabarkan terjadi pada dini hari itu dilakukan secara sadis dengan membakar seluruh rumah dan orang-orang yang ada didalamnya. Para milisi pun melancarkan aksi dengan menyamar sebagai seorang pemburu lokal.

Desa Ogossogou sendiri diketahui merupakan salah satu desa yang dihuni komunitas muslim Mali beretnis Peulh yang sebagian besar adalah petani dan penggembala ternak disiksa dan dibakar hidup-hidup oleh gerombolan tersebut.

Kekejaman para milisi Dogon semakin terbukti karena dalam menghabisi korbannya mereka tidak pandang bulu.

Hal ini dibuktikan dengan banyak anak-anak dan ibu hamil menjadi korban dalam insiden pembantaian desa Ogossogou.

“Para korban termasuk wanita hamil, anak-anak kecil dan orang tua,” ucap Abdoul Aziz Diallo, presiden kelompok Peulh dikutip dari The Guardian, Minggu (24/3).

Lembaga pemerhati HAM dunia, Human Rights Watch menyebut Dan Na Ambassagou sebagai sosok yang paling bertanggung jawab

Hal ini tidak lepas dari peran pentingnya dalam menggerakan kelompok militan Dogon pada sejumlah penyerangan di Mali.

Dalam 5 tahun terakhir pun, Human Right Watch juga melaporkan terjadinya peningkatan jumlah serangan dan pembantaian di pedalaman Mali yang dilakukan oleh kelompok militan Dogon.

Sumber : suara.com dan keepo.me

Via fb Informasi Penting

(nahimunkar.org)·

(Dibaca 418 kali, 1 untuk hari ini)