Ulil MISS WORLD

Silakan menilai sendiri, apakah GP Ansor, PMII, dan PKB yang mengku Islam dan lahir dari rahim NU ini termasuk mendustakan agama atau tidak.

Yang jelas, mereka  mendukung mega maksiat kontes miss world. Padahal Miss World digelar di Indonesia ketika sebagian masyarakat mengalami kelaparan hingga di sana-sini ada anak yang menderita gizi buruk. Menggelar mega maksiat Miss World dengan biaya sangat besar itu sendiri merupakan perbuatan maksiat dan tingkah mubadzir alias teman syetan. Sedangkan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin adalah prilaku pendusta agama (lihat QS Al-Ma’un). ( https://www.nahimunkar.org/ironis-banyak-anak-gizi-buruk-indonesia-justru-gelar-miss-world/ )

Oleh karena itu, sekali lagi silakan menilai, dua organisasi di bawah NU dan satu partai tersebut yang lantang mendukung mega maksiat Miss World itu teman syetan atau  bukan, dan mendustakan agama atau tidak. Karena mereka jelas lantang seperti yang mereka ucapkan sendiri.

PMII sangat mensupport pelaksanaan Miss World di Indonesia,” ujar Sekjen PB PMII, A Jabidi Ritonga dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat, (6/9).

Tidak kalah pula kelompok muda dari NU pun mendukung acara yang bertentangan dengan Islam itu.

Meski MUI dan mayoritas ormas-ormas Islam menolak Miss World lantaran banyak madharatnya, namun sebaliknya,Nusron Wahid Pucuk pimpinan GP Ansor, organisasi pemuda yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama,  justru menyatakan dukungannya jika bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dukungan anehnya itu disampaikan di Kantor GP Ansor, Jakarta, Rabu malam, 4 September 2013 sebagaimana diberitakan voaislam.com

Yang dari kalangan partai dan dikenal dari rahim NU , lantang pula. Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar memberi keterangan pers di Fraksi PKB, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/9). Fraksi PKB menyambut positif penyelenggaraan Miss World di Bali dan menganggap ajang tersebut bisa menjadi promosi pariwisata Indonesia. Demikian berita Antara.

Apakah mereka yang mendukung mega maksiat Miss World itu sudah tidak mau tahu lagi tentang ayat-ayat Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an, itu urusan mereka. Namun Umat Islam tetap meyakini bahwa sikap yang dikecam Al-Qur’an sampai disebut mendustakan agama, itu bukan masalah kecil. Dan kali ini yang tampak ironis seperti itu adalah generasi muda NU (GP Ansor dan PMII) dan PKB. Maka NU perlu berkaca lagi, Apakah Mereka Sejatinya Mengikuti Al_Quran atau tidak, terutama dengan seringnya dari kalangan mereka membela kepentingan orang kafir bahkan runtang-runtung.

Kita perlu mencermati benar-benar ayat ini:

{تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ } [المائدة: 80، 81]

80. kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80-81).

Kalau demikian, kemungkinan bukan hanya musibah bagi NU tapi bagi Umat Islam pada umumnya. Maka nasihat dan peringatan pun penting disampaikan. Semoga saja Allah menunjuki kita semua. Amien.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.597 kali, 1 untuk hari ini)