Inilah ulasannya.

***

بـــسم اللـــه

AKIBAT MEREMEHKAN PERKARA GAMBAR ATAUPUN FOTO DAN DANGKALNYA AQIDAH UMMAT ISLAM

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah melarang menggambar sesuatu yang memiliki ruh (jiwa). Sebab syirik yang pertama kali terjadi di muka bumi adalah disebabkan oleh gambar dan memajangnya. Yakni, dahulu kala pada zaman kaum Nuh terdapat orang-orang shalih. Ketika mereka meninggal dunia kaumnya sangat sedih atas kematian mereka. Lalu setan membisikkan kepada mereka, “Dirikanlah patung-patung pada tempat yang mereka pernah mengadakan pertemuan di sana, dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka”. Orang-orang itupun melaksanakan bisikan setan tersebut, tetapi patung-patung mereka ketika itu belum disembah. Hingga setelah orang-orang yang mendirikan patung itu meninggal dunia dan ilmu agama dilupakan orang barulah patung-patung tadi disembah.”
[HR. Bukhari] (1)

Dan ketika Allah Subhanahu waTa’ala mengutus Nabi Nuh ’alaihissalam ia melarang syirik tersebut, yang disebabkan oleh patung-patung yang didirikan, namun kaumnya enggan menerima dakwahnya, bahkan tetap bersikeras menyembah patung-patung yang didirikan tersebut yang kemudian berubah menjadi berhala-berhala. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Artinya:”Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata, ‘Janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan (terutama) janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, maupun Nasr.”
[QS Nuh 23]

Itulah nama-nama orang-orang besar (shalih) yang digambar sesuai dengan bentuk mereka sebagai media untuk mengenang dan mengagungkan mereka.

Maka lihatlah…
akibat dari patung-patung peringatan dalam hal menyekutukan Allah Subhanahu waTa’ala dan menentang rasul-rasulNya, suatu hal yang menyebabkan mereka dibinasakan dengan bencana taufan, dimurkai Allah Subhanahu waTa’ala , juga dibenci mahlukNya.

Ini juga menunjukkan kepada kita betapa bahayanya masalah gambar dan mendirikan patung-patung. Karena itulah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melaknat para perupa (tukang gambar), mengabarkan bahwa mereka adalah orang yang paling berat siksaannya pada Hari Kiamat, memerintahkan agar gambar-gambar itu dihancurkan juga menyatakan bahwa para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar. Semua itu karena kerusakan serta besarnya bahaya yang ditimbulkannya terhadap umat dalam hal akidah mereka.

Gambar-gambar itu hukumnya sama saja, baik untuk sekedar gambar-gambar (kenangan) atau patung-patung (peringatan) dalam tempat-tempat dan rusaknya akidah. Jika orang-orang kafir pada saat ini melakukan pekerjaan tersebut, itu adalah karena mereka tidak memiliki akidah yang semestinya mereka jaga. Karena itu, umat Islam tidak boleh menyerupai dan ikut andil dengan mereka dalam pekerjaan ini, untuk menjaga akidah mereka yang merupakan sumber kekuatan dan kebahagiaan mereka di lapangan atau taman-taman. Semuanya itu adalah haram menurut syariat, karena merupakan sarana menuju syirik.

Allah ta’ala berfirman,

فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang berakal!
[QS. Al-Hasyr: Ayat 2]

Wallahu a’lam

Dimas Rianto

 ***

ﺇِﻥَّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ ﻓَﻤَﺎﺕَ ﺑَﻨَﻮْﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮِﻩِ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻭَﺻَﻮَّﺭُﻭﺍ ﻓِﻴﻪِ ﺗِﻠﻚَ ﺍﻟﺼُّﻮَﺭَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺷِﺮَﺍﺭُ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ
ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

“Mereka (ahli kitab), jika ada seorang yang saleh di antara mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan mereka menggambar gambar-gambar itu padanya. Merekalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 427 dan Muslim no. 528)

===============

صحيح البخاري (6/ 160)

4920 – حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، وَقَالَ عَطَاءٌ: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، «صَارَتِ الأَوْثَانُ الَّتِي كَانَتْ فِي قَوْمِ نُوحٍ فِي العَرَبِ بَعْدُ أَمَّا وَدٌّ كَانَتْ لِكَلْبٍ بِدَوْمَةِ الجَنْدَلِ، وَأَمَّا سُوَاعٌ كَانَتْ لِهُذَيْلٍ، وَأَمَّا يَغُوثُ فَكَانَتْ لِمُرَادٍ، ثُمَّ لِبَنِي غُطَيْفٍ بِالْجَوْفِ، عِنْدَ سَبَإٍ، وَأَمَّا يَعُوقُ فَكَانَتْ لِهَمْدَانَ، وَأَمَّا نَسْرٌ فَكَانَتْ لِحِمْيَرَ لِآلِ ذِي الكَلاَعِ، أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِينَ مِنْ قَوْمِ نُوحٍ، فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ، أَنِ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمُ الَّتِي كَانُوا يَجْلِسُونَ أَنْصَابًا وَسَمُّوهَا بِأَسْمَائِهِمْ، فَفَعَلُوا، فَلَمْ تُعْبَدْ، حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ العِلْمُ عُبِدَتْ»

__________

[تعليق مصطفى البغا]

4636 (4/1873) -[ ش (بدومة الجندل) مدينة بين المدينة والعراق وبلاد الشام. (هذيل) قبيلة من قبائل العرب وكذلك مراد وغطيف وهمدان وحمير وذو الكلاع. (بالجوف) اسم واد في اليمن والجوف كل منخفض من الأرض. (أنصابا) جمع نصب وهو حجر أو صنم ينصب تخليدا لذكرى رجل أو غيره. (هلك أولئك) مات الذين نصبوا الأنصاب وكانوا يعلمون لماذا نصبت. (تنسخ العلم) زالت معرفة الناس بأصل نصبها]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 34.498 kali, 1 untuk hari ini)