Astaghfirullah… kenapa jadi begini ya

Silakan simak ini.

***

Di Maulid Nabi, HRS: Lon*e Hina Habib Dijaga Polisi, Kacau!


 

Pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, mengomentari pihak-pihak yang membicarakan kepulangannya ke Indonesia. Salah satu yang dikomentarinya ialah polemik antara artis Nikita Mirzani dan pendukung Habib Rizieq.

 

Diketahui, Nikita terlibat perang cuitan (tweet war) dengan Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Awalnya, Nikita membuat video di Instagram Stories dan mengeluhkan ramainya orang yang menjemput kepulangan Habib Rizieq. Ia pun mengatakan nama habib adalah tukang obat.

 

Pernyataan tersebut dianggap Maaher merendahkan Rizieq. Dia lalu mengatakan akan mendatangkan 800 orang ke rumah Nikita Mirzani dan menuntut permintaan maaf. Polisi kemudian melakukan penjagaan di rumah Nikita.

 

Tweet war berlanjut hingga akhirnya Maaher menyebut Nikita dengan sebutan lo**e. Perang kata antara Nikita dan Maaher ini ikut dibicarakan Rizieq di atas panggung peringatan Maulid Nabi meski dia tidak secara spesifik menyebut nama Nikita Mirzani.

 

“Ada lo**e hina habib. Pusing, pusing. Sampai lo**e ikutan ngomong, iyee..,” kata Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat (Jakpus), Ahad (15/11/2020) dini hari.

 

Ucapan Rizieq disambut riuh hadirin. Dia mengaku tidak marah banyak orang berkerumun saat menjemputnya dikritik. Lalu Rizieq menyinggung soal polisi menjaga rumah Nikita.

 

“Saya nggak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lo**e. Eh polisi kalang kabut jagain lo**e. Kacau, kacau,” kata dia.

 

Dia mengatakan semestinya penghina habib ditangkap. Namun dia tak ingin membicarakan hal ini lebih jauh.

 

“Lo**e hina habib dijaga polisi. Kacau tidak? Mestinya lo**e yang hina habib, hina ulama, tangkep. Bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman habib. Mangkanya lu tangkep,” kata dia.

 

“Ditangkep nggak, dijagain. Iyee. Jangan-jangan minta jatah kali. Kacau, kacau. Saya ngeliat begini jadi baik. mudah-mudahan jangan sakit lagi deh. Udah-lah jangan diterusin dah ah. Udah biarin, lo**e sama lo**e aja yang ngomong,” sambungnya.

 

Dalam acara peringatan Maulid Nabi ini, Rizieq juga berbicara tentang omnibus law UU Cipta Kerja. Dia menyinggung soal jumlah halaman dari draf omnibus law yang berubah-ubah hingga akhirnya disahkan menjadi undang-undang (UU).

 

www.oposisicerdas.com, November 15, 2020  Nasional

 

https://www.oposisicerdas.com/2020/11/di-maulid-nabi-hrs-lone-hina-habib.html

 

***



Nashir

@Rahman_Nashir

 

1j

Astagfirullah sakit hati aku … Dimana mana pengajian peringatan maulid nabi ya harusnya digunakan untuk mengenang perjuangan Nabi, mengingatkan jama’ah akan pentingnya meneladani perilaku Nabi, dll Lha ini malah ngga karuan isinya, astagfirullah

https://twitter.com/i/status/1327775153342726144

 

***

Semoga saja tulisan ini tidak disalah fahami.

Ada persoalan, pihak yang anti kelompok tertentu apalagi dari non Muslim, misalnya, maka yang disorot adalah da’i Islam, bahkan Islam secara umum bisa terkena.

Padahal:

Islam tidak menuntunkan adanya upacara maulidan. Sehingga bila ada kemaksiatan seperti dangdutan, kata2 tidak diridhoi Allah Ta’ala, penyiaran hadits2 palsu dan sebagainya, di acara maulidan maka itu hanyalah tingkah2 sebagian Umat Islam, bukan merupakan tuntunan Islam.

Islam tidak menuntunkan muatan da’wah (bila itu dianggap sebagai da’wah) dengan penyampaian yang kasar apalagi kata2 yang jorok (maaf).

Apabila yang dihina itu Islam, maka boleh Umat marah dan menuntut secara syar’i. Tapi kalau yang dihina itu pribadi seseorang, urusannya adalah hanya antara yang dihina itu dengan penghinanya. Sehingga Islam tidak terbawa-bawa.

Adapun apabila penghinanya itu menghinanya karena keislaman orang yang dihina (padahal teguh dan tegak istiqomah, misalnya) maka dibalasnya secara proporsional saja, secara adil, secara syar’i.

Islam itu membawa keadilan, kemaslahatan. Apa2 yang menimbulkan kemudharatan, bagi kehidupan apalagi bagi agama, bagi dakwah Islam, maka harus dicegah dan dihindari dengan cara2 yang syar’i.

Boleh jadi ada langkah yang mesti harus dibenahi dengan adanya kasus yang sebenarnya menjadikan malu hati ini.

Semoga Allah memberikan petunjukNya kepada Umat Islam sebaik-baiknya, dan semoga ditepatkan langkah2 dan ucapan2 yang keluar dari mulut2 Umat Islam lebih2 yang dituakan atau diorangkan di masyakarat. Menjaga lisan dan tangan adalah bentuk bagusnya keislaman seseorang Muslim, menurut hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan sebaliknya.

Semoga tulisan ini tidak disalah fahami, apalagi dianggap sebagai pembelaan terhadap orang yang disebut-sebut berkali-kali julukan buruknya itu. Na’udzubillahi min dzalik. Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari hal yang demikian.

Mungkin ada yang nyeletuk? Kenapa ikut nimbrung soal ini?

Al-Jawab: Agar kita saling menahan diri, nasihat pahit pun perlu dikemukakan. Bukan karena ikut nyemplung dan nimbrung, namun ibarat ada api yang kira2 akan berbahaya, maka perlu dipadamkan secara bijaksana. Tidak boleh didiamkan saja. Faham?

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.343 kali, 1 untuk hari ini)