Ilustrasi : Mediajakarta.com


Video beredar, tampak Ma’ruf Amin berdiri tepuk tangan iringi joget penyanyi wanita yang bernyanyi kecicalan. Hingga beritanya ramai di masyarakat lewat media-media online.

Mantan Ulama itu bukannya menghentikan adanya joget dangdut di depan matanya itu, tapi malah tampak ikut bertepuk tangan mengiringi acara joget itu.

Ma’ruf Amin dihadirkan dalam sebuah acara dangdutan. Dengan penyanyi cantik, meliuk liuk, hingar bingar, campur baur laki laki perempuan. Dan tragisnya sang kyai inipun tidak keberatan bahkan tepuk tangan dengan tetap berdiri di barisan campur aduk laki perempuan dalam hingar bingar liukan penyanyi cantik berjoget meliuk-liuk di depan matanya.

Sampai di sini, tamat sudah KH. Maruf Amin. Siapa yang mempercayainya sebagai ulama? Pantaskah ulama ikut tepuk tangan mengiringi acara berjoget ria ? Masihkah fatwanya didengar ? Atas dalil apa ulama boleh ikut tepuk tangan mengiringi acara berjoget ria bersama biduwanita ? Inilah PR yang harus dijawab KH. Maruf Amin.

Silakan simak artikel ini.

***

 Joget Dangdut dan KH Maruf, Blunder bagi Jokowi

Oleh: KH. Umar Sanusi*

Jakarta, Swamedium.com — Kampanye pilpres 2019 mempertaruhkan segalanya. Keterlibatan ulama dianggap memiliki nilai strategis yang mampu mendongkrak suara. Kubu Prabowo menggunakan Ijtima Ulama. Sedangkan kubu Jokowi, tidak tanggung tanggung, mengusung KH. Maruf Amin sebagai pendamping Jokowi. Ke-ulama-an KH. Maruf Amin tentu tak diragukan lagi. Di samping beliau sebagai ketua MUI juga sebagai (mantan) Rois Aam Syuriah PBNU.

Perang opinipun tak terhindarkan. KH. Ma’ruf Amin mempertanyakan ke-ulama-an peserta Ijtima’ Ulama. Apakah mereka ulama betulan ? punya pondok pesantren di mana ? Kyai siapa ? Intinya ke-ulama-an peserta Ijtima’ Ulama diragukannya.

Akhirnya ramai dibicarakan di masyarakat. Tentang siapakah yang bisa disebut ulama. Yaitu ulama yang bisa dijadikan panutan dan suri tauladan. Karena bagi masyarakat, ulama adalah jabatan sakral. Kesakralannya terletak pada kedalaman ilmunya serta ketinggian akhlaqnya. Ulama yang sering melakukan riyadhoh, puasa, dzikrullah, qiyamul lail serta ibadah-ibadah sunnah lainnya mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat. Mereka didatangi untuk dimintai doa, karena dianggap doanya mustajab. Bahkan ulama seperti itu dianggap wali Allah. Menjauhkan diri dari kenikmatan dunia, mengutamakan kehidupan akhirat. Masyarakatpun rela diarahkan oleh ulama seperti itu. Apa kata ulama pasti dianut oleh masyarakat..

Posisi KH. Maruf Amin seharusnya diposisikan sakral seperti itu. Agar kewibawaannya muncul dan daya pikatnya kuat. Akhirnya fatwanya diikuti. Meskipun beliau tidak dalam kapasitas ketua MUI. Kekuatan KH. Maruf Amin justru terletak pada ilmu dan kepribadiannya. Seharusnya KH. Ma’ruf Amin mampu membangun narasi yang tepat, dalil yang kuat serta logika yang cemerlang, mengapa harus memilih Jokowi. Kemaslahatan apa yang bisa didapat jika presidennya adalah Jokowi.

Inilah yang tidak digarap oleh tim sukses Jokowi.

KH. Ma’ruf Amin justru dilemahkan kepribadiannya. Beliau dihadirkan dalam sebuah acara dangdutan. Dengan penyanyi cantik, meliuk liuk, hingar bingar, campur baur laki laki perempuan. Dan tragisnya sang kyai inipun tidak keberatan bahkan turut berjoget (tidak berjoget, tapi tepuk tangan dengan tetap berdiri dibarisan campur aduk laki perempuan dalam hingar binger liukan penyanyi joget, red NM) . Meski jogetnya kurang kaffah. Tampaknya sang kyai harus mulai membiasakan diri dengan ‘urf PDIP. Di mana ada kampanye, disitu ada joget dangdutnya.

Sampai di sini, tamat sudah KH. Maruf Amin. Siapa yang mempercayainya sebagai ulama? Pantaskah ulama (ikut tepuk tangan mengiringi acara) berjoget ria ? Masihkah fatwanya didengar ? Atas dalil apa ulama boleh (ikut tepuk tangan mengiringi acara) berjoget ria bersama biduwanita ? Inilah PR yang harus dijawab KH. Maruf Amin.

Demikianlah kebodohan tim sukses Jokowi. Tak mampu mendudukkan KH. Maruf Amin pada posisi terhormat layaknya ulama. Dan inilah kekhilafan KH. Maruf Amin yang tak mampu mengarahkan pendukungnya. Jika terhadap pendukungnya saja beliau tak mampu mengarahkannya pada petunjuk apalagi kepada masyarakat Indonesia secara luas.

Sumber : swamedium.com Posted by admin Date: 22-09-2018 | 17:29, dengan sedikit editing dari red NM

***

Video:

Ya..Allah..koq para Jokower ini bikin acara joget2 dandutan gini gk mikir apaa…itu ada Kiyai Ma’ruf Amin seorg Ulama besar Ketua MUI lagi..gak etis banget.., klo joget goyang gimanapun ya tunggulah beliau gak ada disitu…
cc . @CakKhum 
@Maulana_Tigor @mkhumaini @AkunTofapic.twitter.com/TmEozUMvPc

— Iskandar #02 (@kandargalang) 21 September 2018

Sumber : portal-islam.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 4.874 kali, 1 untuk hari ini)