Sebuah video membuat miris banyak orang. Video berdurasi 40 detik ini dinilai termasuk penistaan agama. Pasalnya, kalimat tauhid “la ilaha illallah” dijadikan mainan paduan suara serta dipotong-potong.

Tampak empat remaja (diduga pelajar SMA) membentuk formasi paduan suara. Seorang dirigen memberikan isyarat dengan tangannya lalu mereka mulai menyanyikan “la ilaha illallah” dengan berbagai nada. Kalimat tauhid itu juga dipotong hingga tinggal “laa.. laa” baru dinyanyikan lagi secara penuh.

Dalam bernyanyi, tampak seorang pelaku tak bisa menahan tawa. Pelaku lain mencoba menahan tawa. Namun saat lagu selesai, semuanya tertawa.

Belum diketahui mereka berasal dari sekolah apa.

Sejumlah netizen memberikan komentarnya bernada marah atas video yang mereka nilai melecehkan Islam itu.

Masih percaya dengan Rezim ini ???Ketika Kalimat Tauhid dijadikan bahan candaan dan Mereka seakan-akan bebas mengolok-olok Islam.#RezimPKI

Nai-post ni Amir Al Haq Mahadilla noong Huwebes, Hulyo 6, 2017

Sumber: tarbiyah.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.247 kali, 1 untuk hari ini)