Gejala memprihatinkan! Nabi SAW mengancam Al-Mujahirin (mereka yang terang-terangan bermaksiat), kini manusia malah bangga dan mengumumkan maksiatnya.

Terhadap prilaku tidak nggenah seperti itu, di Jawa ada kata-kata:”Wong edan kadhung mlebu pasar, angel dandanane” (orang gila terlanjur masuk pasar, maka sulit diperbaikinya). Maksudnya kurang lebih, orang yang berprilaku edan (keluar dari tatanan) kalau sudah berterang-terangan tanpa malu-malu lagi, maka sulit diperbaiki moralnya.

Dalam Islam disebut mujahirin (yang berterang-terangan) maksiatnya, itu dikecualikan, tidak dimasukkan dalam yang diampuni.

Salah satu dosa besar adalah seseorang memberitahukan dan menceritakan kepada orang lain tentang dosa yang telah dia lakukan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

( كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول : يا فلان، عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه). أخرجه البخاري عن أبي هريرة 1 – رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ – رقم 6069 )

“Setiap umatku akan mendapat ampunan kecuali orang yang terang-terangan (dalam berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan (dalam berbuat dosa) adalah seseorang melakukan suatu perbuatan (dosa/kemaksiatan) pada malam hari kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya itu, yakni dia berkata, “Hai fulan, tadi malam aku berbuat begini dan begitu.” Padahal pada malam hari Robbnya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi hari dia membuka sendiri perbuatannya yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

{Muttafaq ‘alayh. HR. Al-Bukhori (X/486-fath) dan Muslim (no.2990). Dan dicantumkan oleh Al-Imam An-Nawawi rohimahullaah dalam riyadhush sholihin hadits no.241, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Berikut ini berita ultah perkawinan TKW lesbian, dan di bagian bawah ada penjelasan hadits tentang almujahirun (mereka yang terang-terangan bermaksiat).

***

Astaghfirullah, Pasangan Lesbian TKW di Hong Kong Rayakan Ultah Pernikahannya

Perayaan HUT pernikahan pasangan TKW lesbian

Perayaan HUT pernikahan pasangan TKW lesbian (IST)

Saat ini banyak Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong yang sudah menjadi lesbian. Mereka hidup layaknya pasangan suami-istri, walaupun keduanya perempuan.

Sebuah media online de-yuan.com yang dikelola beberapa TKW di Hong Kong memberitakan adanya perayaan HUT pernikahan pasangan lesbian TKI di Hong Kong.

Pasangan sesama jenis secara terbuka menggelar acara pesta 6 tahun pernikahan di sebuah taman yang dikenal dengn nama CSWB Hongkong.

Dalam acara tersebut sejumlah penari jaranan khas Kediri ikut terlibat dalam prosesi acara pesta pernikahan itu. Hampir seluruh undangan yang hadir di acara sukuran itu adalah para wanita.

Perkawinan lesbian itu mulai dilakukan secara terang-terangan. Pada 25 Pebruari 2007 lalu dia mendapatkan undangan sebagaimana layaknya undangan pernikahan di Indonesia.

Tania Roos, salah seorang TKW asal Malang mengatakan, pasangan itu “resmi menikah”, namun mereka tidak bisa hidup satu rumah, melainkan hidup di rumah majikannya masing-masing. “Biasanya mereka menyewa hotel untuk berkumpul pada hari-hari libur, lalu kalau waktunya jam pulang libur, ya berpisah kembali,” kata Tania.

Kata Tania, banyak TKW di Hong Kong yang menjadi lesbi karena jauh dari laki-laki, pengaruh lingkungan, tersakiti pacar, tersakiti suami.

By: suaranasional.com/09/02/2016 

***

Al-Mujahirun, orang yang terang-terangan bermaksiat

Syarah / Penjelasan Riyadhush Sholihin11 September 2013

Dari Abu Huroiroh rodhiyallaahu ‘anhu, ia bertutur, aku pernah mendengar Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda,

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافى إلاَّ المُجَاهِرِينَ، وَإنّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ باللَّيلِ عَمَلاً ، ثُمَّ يُصْبحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ عَلَيهِ ، فَيقُولُ : يَا فُلانُ ، عَمِلت البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ ، وَيُصبحُ يَكْشِفُ ستْرَ اللهِ عَنْه

“Setiap umatku akan mendapat ampunan kecuali orang yang terang-terangan (dalam berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan (dalam berbuat dosa) adalah seseorang melakukan suatu perbuatan (dosa/kemaksiatan) pada malam hari kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya itu, yakni dia berkata, “Hai fulan, tadi malam aku berbuat begini dan begitu.” Padahal pada malam hari Robbnya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi hari dia membuka sendiri perbuatannya yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”
{Muttafaq ‘alayh. HR. Al-Bukhori (X/486-fath) dan Muslim (no.2990). Dan dicantumkan oleh Al-Imam An-Nawawi rohimahullaah dalam riyadhush sholihin hadits no.241.}

Orang-orang yang terang-terangan yaitu orang-orang yang mengumumkan diri telah berbuat kemaksiatan dan dengan bangga membicarakannya kepada orang lain.

*Kandungan hadits:

  • Wajibnya setiap manusia untuk bertaubat atas seluruh dosa dan kesalahan kepada Allah dengan taubat nasuha.
  • Terang-terangan berbuat dosa adalah kemaksiatan di luar dosa itu sendiri, sebab di dalamnya terkandung sikap meremehkan keagungan Allah, di samping mengandung sikap penentangan terhadapNya.
  • Terang-terangan dalam berbuat dosa berarti menyebarluaskan kekejian di antara orang-orang mukmin.
  • Siapa saja yang keburukannya ditutupi Allah di dunia ini, maka Dia akan menutupinya pula di akherat kelak dan tidak mempermalukannya. Yang demikian itu merupakan bagian dari keluasan rahmat Allah terhadap hamba-hambaNya. (namun jangan pernah menjadikan hal ini sebagai alas an untuk terus dalam dosa dan kemaksiatan, karena kita tidak mengetahui sampaikan kapan Allah menutupi dosa kita tersebut, atau malah bisa saja kita mati ketika melakukan dosa dan ini su’ul khotimah, dan kita pun tidak mengetahui apakah dosa-dosa itu akan diampuni atau tidak)
  • Pada sikap terang-terangan dalam berbuat dosa terdapat lima keburukan:
  1.  Dosa itu sendiri.
  2. Menyebut-nyebut dosa itu setelah dilakukan, atau dilakukan di hadapan orang banyak.
  3. Membuka penutup aib yang telah ditutupi Allah atasnya.
  4. Menggerakkan keinginan untuk berbuat jahat kepada orang yang diperdengarkan atau diperlihatkan dosanya itu.
  5. Menanamkan keinginan berbuat jahat pada diri orang lain, menggiringnya kepada kejahatan tersebut, serta mempersiapkan sebab-sebab yang dapat mengantarkannya kepada perbuatan dosa itu.

{Dikutip dari “Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shoolihiin” Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhohullaahu ta’aala, edisi terjemah; “Syarah Riyadhush Shalihin”, Pustaka Imam Asy-Syafi’i.}

Semoga bermanfaat…

https://www.facebook.com/SyarahPenjelasanRiyadhushSholihin/posts/598583560194043

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.854 kali, 1 untuk hari ini)