Astaghfirullah… Pejabat yang akan Gelar Kajian Online Ramadhan Dicopot, Komisaris PT Pelni Sebut Radikalisme

Padahal temanya sama sekali tidak mengandung radikalisme. Temanya hanyalah: Ramadhan memperkuat dan mempertaguh iman.

Siapa yang radikal kalau model berkuasanya seperti ini ya? Belum terbukti kesalahannya apa, sudah dicopot? Dari ujaran-ujarannya yang sengit dalam berita mencopotnya ini, tampaknya masyarakat dan khususnya Umat Islam juga faham, ke arah mana manusia sok kuasa macam itu.

Memangnya pembicara yang diundang diantaranya Dr KH Cholil Nafis yang dikenal sebagai kyai NU itu tergolong orang radikal atau menyebarkan radikalisme?

Dan juga tema pembahasan Ramadhan memperkuat dan mempertaguh iman, itu dianggap sebagai radikalisme?

Mari kita simak berita masa kini yang sebegininya ini.

***

Astaga! Pejabat yang Gelar Kajian Online Ramadan Dicopot Komisaris PT Pelni Sebut Radikalisme

Kamis, April 08, 2021  PolitikTrending Topic


 

Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto mengatakan, pejabat di jajarannya yang menyelenggarakan kajian online Ramadan telah dicopot.

 
 

Alasannya, menurut Kristia, karena isu radikalisme. Tak hanya mencopot pejabat terkait, PT Pelni juga membatalkan kajian online Ramadan tersebut.

 

Hal ini disampaikan Kristia melalui akun Twitter @kangdede78, Kamis (8/3/2021). Kristia mengatakan, acara itu tidak memeroleh izin dari direksi.

 

“Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162 dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN,” tulis dia.

 

Tak sampai di situ, Kristia Budhyarto juga mengatakan bahwa pejabat yang berkaitan dengan acara itu juga dicopot. 

Relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres lalu ini pun mengingatkan kepada seluruh jajaran BUMN agar tidak segan-segan mencopot pegawainya yang terlibat radikalisme.

 

“Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS,” kata dia.

 

Berdasar tangkapan layar flyer yang beredar, kajian online Ramadan itu seharusnya digelar tiap Kamis di Bulan April. Pendakwah yang mengisi acara ada lima orang. Di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar, Ustaz Syafiq Riza Basamalah dan Cholil Nafis.

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.com

Foto: Kolase foto Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto dan flyer kajian online Ramadan yang dibatalkan (Twitter)

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 488 kali, 2 untuk hari ini)