Polisi amankan sejumlah pemuda yang pesta miras jelang puasa (Foto: Dokumentasi Polres Majalengka)


فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ (الْخَمْرُ) فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّة

ٌBulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan bukan digunakan untuk beribadah dan istighfar (minta ampun) kepada Allah Ta’ala, namun justru untuk pesta miras (minuman keras).

Ancaman keras telah ditegaskan:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari.

Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 3344).

Termasuk perbuatan syetan

Meminum khamr atau miras, dalam Islam termasuk perbuatan syetan. Allah Ta’ala menegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة/90، 91]

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al-Maaidah: 90, 91).

Miras (minuman keras) atau khamr adalah minuman haram yang berbahaya namun beredar di mana-mana.

Dalam Islam, sepuluh orang yang terkena dosa berkaitan dengan khamr dilaknat oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ وَقَدْ رُوِيَ نَحْوُ هَذَا عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat sepuluh orang yang berkenaan dengan khamr; Orang yang memeras, yang meminta diperaskan, peminum, pembawanya, yang dibawakan untuknya, penuangnya, penjual, yang memakan hasilnya, pembelinya dan yang minta dibelikan. (Abu Isa berkata; Hadits ini gharib dari hadits Anas. Dan telah diriwayatkan hadits seperti ini dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR At-Tirmidzi – 1216 dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ghayatul Maram nomor 60).

Mestinya, miras yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Ta’ala dan dilaknat itu dilarang beredar. Sebagaimana judi juga dilarang, bahkan digerebeg. Larangan miras di sini sebenarnya disejajarkan dengan judi, bahkan di ayat itu khamr didahulukan sebelum judi. Sedang dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat 10 orang yang berkaitan dengan khamr. Mestinya, ketika negeri ini mencantumkan dasar negaranya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka apa yang diharamkan olehNya mesti dilarang. Bukan malah direka-reka agar tetap beredar dan dapat dihasilkan pajaknya dan hasil-hasil kotor lainnya.

Inilah beritanya.

***

Pesta Miras dan Mesum di Warung Remang-remang, 4 Remaja Ditangkap Satpol PP

Empat orang pemuda dan pemudi ditangkap Satpol PP Kota Kediri karena kedapatan sedang berpesta minuman keras hingga mesum. (beritajatim.com)

Petugas patroli rutin antisipasi gangguan trantibum menjelang bulan puasa.”

Suara.com – Empat orang pemuda dan pemudi ditangkap Satpol PP Kota Kediri karena kedapatan sedang berpesta minuman keras hingga mesum sebelum memasuki bulan Ramadan 1440 hijriah di kawasan Jalan Pajang, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri, Minggu (5/5/2019) malam. Mereka langsung digiring ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid mengatakan penangkapan empat orang remaja ini dilakukan petugas saat patroli rutin. Pihaknya memantau situasi keamanan menjelang bulan suci ramadan.

“Kami patroli rutin antisipasi gangguan trantibum menjelang bulan puasa. Sasarannya adalah tempat-tempat yang rawan disalahgunakan oleh muda mudi,” kata Nur Khamid seperti diberitakan beritajatim.com – jaringan Suara.com.

Nur menerangkan, saat petugas melintas di jalan Pajang Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri, didapati empat orang sedang pesta miras. Seluruhnya langsung dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri untuk dimintai keterangan dan pembinaan lebih lanjut.

Regu patroli kemudian melakukan razia ke beberapa tempat keramaian seperti Taman Brantas, Taman Ngronggo, Hutan Kota dan juga menyisir di kawasan Lebak Tumpang.

Berdasarkan pantauan di lokasi beberapa warung nampak tutup dan gelap tanpa penerangan.

Namun petugas mendapati sepasang muda mudi yang melakukan perbuatan tidak senonoh dan tidak sepantasnya. Mereka kemudian diamankan petugas.

Keduaya digiring ke Mako Satpol PP, guna dilakukan pembinaan. Petugas akan memanggil kedua orang tua masing-masing agar tidak mengulangi perbuatanya.

jatim.suara.com Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 Mei 2019 | 12:25 WIB

***

2 Pemuda di Kudus Jatuh dari Lantai 4 Usai Pesta Miras, 1 Tewas

Pemuda tewas jatuh dari lantai 4 usai pesta miras di Kudus (Foto: dok. warga)

Kudus – Dua pemuda jatuh dari lantai 4 Pasar Kliwon di Kecamatan Kota, Kudus, Jateng, usai melakukan pesta minumas keras (miras), Senin (6/5/2019). Satu orang tewas dan lainnya mengalami kondisi luka parah.

Jenazah korban tewas telah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan hari ini di daerah asalnya di Brebes. Sementara korban luka menjalani perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi, Kudus.

Korban tewas adalah Eka Prasetya Nugroho (21) warga Brebes yang mengontrak rumah di Kramat, Kecamatan Kota, Kudus. Korban luka adalah Muh Ali warga Nganjuk, Jatim. Sedangkan satu temannya masih belum diketahui dan tidak terjatuh.

Kejadian menggegerkan salah satu pasar besar di Kudus ini didapati warga Senin sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah warga yang mulai beraktivitas kaget. Hal itu menjadi tontonan warga. Tak lama kemudian, tiba polisi dan medis dari Puskesmas Rendeng tiba di lokasi.

Wakapolsek Kota, Iptu Hartono, mengatakan polisi membenarkan ada kejadian tersebut. “Satu orang meninggal dunia, dan satu luka. Sedang satu lainnya bernama Ahmad, hingga saat ini masih kami cari,” ujarnya.

Informasi yang didapat polisi dari korban luka, sejak Senin dinihari 3 pemuda itu melakukan pesta minuman keras di lantai 4 Pasar Kliwon, tepatnya di tempat parkir. Mereka minum dan tertidur sampai pagi.

Pagi hari, Eka terbangun kemudian berjalan dan tersandung pembatas pinggiran gedung. Eka terjatuh dari ketinggian 5 meter. Korban Muh Ali berupaya menolong namun gagal. Justru Muh Ali ikut terjatuh.

Muh Ali mengalami luka serius di tangan dan kaki sehingga harus dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi.
(mbr/mbr) / news.detik.com

***

Pesta Miras Jelang Ramadhan, 10 Remaja di Majalengka Diamankan

Polisi amankan sejumlah pemuda yang pesta miras jelang puasa (Foto: Dokumentasi Polres Majalengka)

Majalengka – Menjelang bulan ramadhan, sejumlah pemuda di Kabupaten Majalengka kepergok pesta minuman keras (miras). Mereka sempat diamankan pihak kepolisian.

Pemuda yang berjumlah 10 orang terdiri dari 9 laki-laki dan 1 orang perempuan ini kepergok saat pesta miras di Jalan Raya Jatitujuh, Kabupaten Majalengka pada Sabtu (4/5) sore.

“Awalnya ada laporan terkait para remaja yang sedang pesta miras, lalu Kapolsek Jatitujuh AKP Asep Supriadi mendatangi dan memastikan benar adanya,” ucap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono dalam keterangannya, Minggu (5/5/2019).

Saat didatangi, polisi menemukan satu botol miras jenis arak dan satu botol miras ciu yang dimasukan ke dalam botol bekas air mineral.

“Kita amankan para remaja itu guna diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucap dia.

Para pemuda sempat dibawa ke kantor Polsek Jatitujuh untuk diberikan pembinaan. Mereka tidak ditahan hanya diminta membuat surat pernyataan.

“Mereka hanya kami berikan pembinaan dan kami serahkan kepada orang tuanya masing-masing. Harapan kami ini menjadi perhatian para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya agar menjauhi minuman yang memabukan,” kata dia.

Mariyono menegaskan akan memberantas beragam bentuk penyakit masyarakat terutama peredaran miras selama bulan ramadhan. Pihaknya bahkan telah melakukan razia ke sejumlah penjual miras di Majalengka. Puluhan botol miras berbagai merek dan jenis diamankan.

“Kami akan selalu berupaya menekan gangguan masyarakat dan meningkatkan quick respon dalam pelayanan masyarakat demi terwujudnya kamtibmas yang kondusif,” ujar Maryono
(dir/mud)/ news.detik.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 349 kali, 1 untuk hari ini)