Said Aqil Siradj menyeret Ahlus Sunnah untuk mengikuti Syiah?

Ketika orang Islam bahkan kader NU di Puger Jember Jawa Timur dibunuh orang Syiah, Said Aqil Siradj tidak terdengar suara dan reaksinya. https://www.nahimunkar.org/kader-nu-dibunuh-syiah-sampai-kapan-said-aqil-siradj-mesra-dengan-syiah/ .

Giliran acara Asyura Syiah (yang berisi membangkitkan dendam terhadap Umat Islam) dihadang Umat Islam, ternyata Said Aqil Siradj justru mewajibkan Umat Islam (Ahlus Sunnah) untuk memperingati Asyura (yang sudah jadi semacam ritual Syiah).

“Sebagai ahli sunah, wajib hukumnya memperingati 10 Asyura, 10 Sura (Muharam),” tutur Kiai Said Aqil usai mengisi dakwah keislaman di kantor PCNU Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (14/11). (REPUBLIKA.CO.ID, Jumat, 15 November 2013, 09:54 WIB)

Di samping membela peringatan Asyura yang selama ini diselenggarakan Syiah, Said Aqil  menganggap  Syiah tidak apa-apa keberadaannya. Padahal keberadaan Syiah di mana-mana di dunia ini jelas membahayakan bagi Umat Islam, baik secara fisik maupun aqidah. Bahkan kader NU di Puger Jember pun dibunuh oleh Syiah.

Dalam kasus mewajibkan Ahlus Sunnah memperingati Asyura, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj tampaknya telah membuat syari’at baru. Betapa beraninya orang ini dalam menghadapi ayat-ayat Allah Ta’ala, di antaranya:

{أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ } [الشورى: 21]

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang Amat pedih. (QS As-Syura/42: 21).

Kalau memang ada kewajiban memperingati Asyura, maka harus ada dalil yang tegas. Atau memang seperti yang Allah tantang ini:

{أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [النمل: 64]

Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (QS An-Naml: 64)

Kenapa mewajibkan peringatan Asyura (memperingati kematian Husein bin Ali cucu Nabi saw) itu disebut membuat syari’at baru?

Ya, karena di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada sama sekali kewajiban untuk memperingati kematian siapapun. Kematian Hamzah sayyidus syuhada’ (pemimpin orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud pun tidak ada perintah untuk diperingati. Kematian Khadijah, Isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, wanita pertama yang masuk Islam, dan satu dari 4 wanita terbaik di dunia dan akherat; tidak ada kewajiban dalam Islam untuk memperingati kewafatannya. Padahal dalam hal keutamaan Khadijah itu dapat dirujuk dalam Hadits.

عَنْ أَنَسٍ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ: مَرْيَمُ بنتُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بنتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بنتُ مُحَمَّدٍ، وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ.

 Dari Anas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Cukup bagimu dari wanita-wanita di dunia ini (dengan mencontoh keempat wanita yakni): Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, dan Asiyah binti Muzahim, Isteri Firaun.(HR Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani).

” أَفْضَلُ نِسَاءِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ ابْنَةُ مُحَمَّدٍ، وَآسِيَةُ ابْنَةُ مُزَاحِمٍ “

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sebaik-baik wanita penduduk surga ada empat: Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, dan Asiyah binti MUzahim (istri Fir’aun). (HR ahmad).

Ketika zaman Nabi, hari wafatnya Khadijah Isteri Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan merupakan wanita terbaik di dunia dan akherat saja tidak ada isyarat untuk memperingati hari kematiannya. Kalau dibandingkan, apalagi berkaitan dengan kematian orang (walau cucu Nabi yakni Husein) setelah wafatnya Nabi saw yakni setelah syari’at Islam sudah sempurna, tentu tidak boleh ditambah ataupun dikurangi. Mana mungkin ada kewajiban (baru sekarang) untuk memperingati Asyura hari kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib itu.

Hanya orang yang berani membuat syari’at baru lah yang berani mewajibkan peringatan Asyura bagi Ahlus Sunnah.

Said Aqil Siradj menyeret Ahlus Sunnah untuk mengikuti Syiah?

Said Aqil Siradj mengangkat diri sebagai apa? Sebagai pendeta Syiah yang berusaha menyeret Ahlus Sunnah untuk mengikuti Syiah?

Ritual Asyura di Kalangan Aliran Sesat Syiah

Sementara itu situs shoutussalam mengulas, bahwa Hari ‘Asyura bagi orang-orang Syiah diyakini sebagai hari sial yang membawa celaka. Sejak awal bulan Muharram (bahkan selama sebulan penuh) mereka tidak melakukan hal-hal penting di rumah, seperti tidak bepergian, tidak melakukan pernikahan, tidak berhias, tidak memakai pakaian yang bagus, tidak memakan makanan yang enak dan lain-lain. Anak yang lahir di bulan Muharram mereka yakini bernasib sial.

Secara khusus, pada hari ‘Asyura, mereka melakukan ritual yang amat mengerikan dengan menyiksa diri dengan benda-benda keras dan tajam. Semangat untuk menyakiti dan melukai tubuh sendiri akan kian terlucut dengan rangsangan sya’ir-sya’ir kisah terbunuhnya Husain bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu di padang Karbala yang diperdengarkan, karya tokoh-tokoh Syi’ah. Kisah tersebut dibumbui dengan berbagai kebohongan serta cacian terhadap para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.

Oleh sebab itulah, ulama salaf dari kalangan ahlus sunnah wal jamaah terkemuka seperti Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah melarang ritual sesat Asyura yang dirayakan kelompok Syiah. Demikian ulasan shoutussalam.com Jum`at, 09 Muharram 1435H / November 15, 2013 in LocalNews

Imam Ibnu Katsir Ulama Syafi’iyah terkemuka yang diakui dunia dari zaman ke zaman telah melarang ritual sesat Asyura. Aneh sekali, ketua PBNU yang seharusnya merujuk kepada Ulama Syafi’i ternyata justru mewajibkan Ahlus Sunnah memperingati Asyra. Inilah beritanya.

***

PBNU Ahli Sunah Wajib Peringati 10 Asyura

Jumat, 15 November 2013, 09:54 WIB

Antara/Andika Wahyu

Said AqilSaid Aqil Siraj

.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj menyebut, memperingati Asyurasebagaimana dilakukan kaum Syiah bukanlah kegiatan yang sesat secara ajaran Islam.

Ia justru menyerukan agar peristiwa bersejarah dimana salah satu cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain yang dibantai dalam sebuah peperangan di Padang Karbala, juga dikenang untuk bahan refleksi bagi seluruh umat Islam di dunia.

“Sebagai ahli sunah, wajib hukumnya memperingati 10 Asyura, 10 Sura (Muharam),” tutur Kiai Said Aqil usai mengisi dakwah keislaman di kantor PCNU Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (14/11).

Tokoh kunci ormas Islam terbesar beraliran Sunni di Indonesia ini juga tidak mempersoalkan eksistensi Syiah di tanah air. Ia hanya mengecam sejumlah ajaran Syiah yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti menyakiti diri-sendiri hingga mengeluarkan darah yang dilakukan warga Syiah dalam memperingati Asyura.

“Cara-cara yang seperti ini yang kita tentang. Kalau soal (keberadaan) Syiah tidak apa-apa,” tutur Said Aqil sebelum meninggalkan kantor PCNU Tulungagung.

Sebelumnya, sejumlah kelompok Islam yang mengatasnamakan perwakilan Aliansi Sunnah untuk Kehormatan Keluarga dan Sahabat Nabi, berunjuk rasa mendesak pemerintah mengeluarkan larangan peringatan Asyura oleh kaum Syiah Indonesia di Balai Samudera, Jakarta.

Ribuan jemaat Syiah hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Di saat yang sama, gabungan ormas Islam yang kontra terhadapa Syiah melakukan aksi pembubaran. Ratusan orang hadir dan sempat terjadi ketegangan saat massa ingin membubarkan Asyura.

Peringatan Asyura sendiri akhirnya diselesaikan lebih cepat dari jadwal. Acara seharusnya selesai pukul 17.00 WIB namun sudah selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini diambil sebagai langkah pengamanan dari kepolisian.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/11/15/mwaare-pbnu-ahli-sunah-wajib-peringati-10-asyura

***

Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU yang membela aliran Syiah hingga berani mewajibkan peringatan Asyura (yang sama sekali itu tidak ada kewajiban dalam Islam), jelas membahayakan bagi Umat Islam.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.793 kali, 1 untuk hari ini)