Porak poranda yang dialami Palu dan sekitarnya di Sulteng akibat dihantam gempa, tsunami, dan lumpur menenggelamkan ribuan rumah-rumah dan bangunan; masih terngiang sejak terjadinya bencana besar itu Jum’t 28/9 2018.

Para da’i bahkan khatib Jum’at pada Jum’at pertama setelah kejadian dahsyat mengenaskan itupun sudah memperingatkan, jangan sampai ritual sesajen kemusyrikan diadakan lagi. Karena mengundang murka Allah Ta’ala. Itu dosa yang paling besar karena mengagungkan, memberi persembahan kepada selain Allah Ta’ala. Pelaksanaan sesajen syirik itu dipantai Talise Palu tempat upacara atas nama festival adat dan ulang tahun kota Palu. Namun Allah mendatangkan gempa tsunami seketika itu.

Ibrah dari Gempa Tsunami Palu Dibalik Terpilihnya Pemimpin yang Pro Kemusyrikan dan Kemubaziran

Posted on 8 Oktober 2018 – by Nahimunkar.com

 

Pandangan udara Perumnas Balaroa yang rusak dan ambles akibat gempa bumi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Berdasarkan data Lapan, dari 5.146 bangunan rusak, sebanyak 1.045 di antaranya Perumnas Balaroa yang ambles. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Pelajaran Berharga, Terpilihnya Pemimpin yang Pro Kemusyrikan, Rawan Timbul Bencana

Upacara Kemusyrikan Diamuk Gempa Tsunami Palu, Ribuan Orang Meninggal Dan 5000 Hilang

Ribuan orang meninggal, ribuan bangunan hancur dan amblas diterjang gempa Tsunami Palu di (akibatkan) acara Pembangkitan Kembali Sesajen Kemusyrikan, sedang Walikota Palu dan Wakilnya pencetus dan Penyelenggara kemusyrikan itu Lolos dari Amukan Tsunami.

Dimulainya tradisi sesajen kemusyrikan (yang sudah lama terkubur tapi dibangkitkan kembali) ini sejak 2016, terpilihnya walikota pasangan Hidayat – Sigit Purnomo Said (Pasha).  Kedua pasangan ini diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

1.763 orang meninggal, 5.000 orang diduga hilang

Data terbaru BNPB, Ahad (7/10/2018) pukul 13.00 WIB, 1.763 orang meninggal dunia, 265 orang hilang, 152 orang diduga masih tertimbun reruntuhan, dan 2.632 orang terluka akibata gempa dan tsunami yang terjadi Sulawesi Tengah.

Kepala Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut ada sekitar 5.000 orang diduga hilang akibat likuefaksi di permukiman Balaroa dan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Itu berdasarkan laporan dari Kepala Desa Balaroa dan Petobo,” kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2018).

Menurut Sutopo, banyak unit rumah di Balaroa maupun Petobo yang tertimbun akibat tanah yang mengalami likufaksi.

“Jumlahnya ribuan rumahnya, 1.405 unit di Balaroa, sedangkan di Petobo 2.050 unit. Dari sana, tentu banyak juga penduduknya,” tambahnya.

Selain itu, kata Sutopo, ada juga korban yang tertimbun material gempa atau longsor sehingga sulit ditemukan./ Tribunnews.com Penulis: Reza Deni , Editor: Hasanudin Aco

https://www.nahimunkar.org/ibrah-dari-gempa-tsunami-palu-dibalik-terpilihnya-pemimpin-yang-pro-kemusyrikan-dan-kemubaziran/

***

Bencana karena dosa-dosa manusia

Bencana besar itu tidak ditimpakan Allah kecuali karena dosa-dosa manusia. Sedang dosa terbesar adalah kemusyrikan, apalagi dibangkitkan kembali dengan upacara besar-besaran.

Orang-orang terdahulu yang diazab pun karena dosa-dosa mereka. Allah menegaskan dengan firman-Nya:

فَكُلًّا أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبٗا وَمِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَمِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ وَمِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَاۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ  ٤٠ [ العنكبوت:40]

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.[Al ‘Ankabut:40]

Dengan kenyataan yang jelas-jelas menimpa ribuan manusia itu, dan adanya peringatan dari Allah Ta’ala seperti tersebut, yakni { Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya,} maka seharusnya menjadikan kenyataan bencana dan juga ayat tersebut sebagai peringatan keras yang menghunjam di dada. Bukan malah akan menyelenggarakan kemusyrikan yang hampir sama, dan seakan menutup mata, telinga dan mata hati, tidak mempan dinasihati.

Dikhawatirkan, dengan sengaja-ngaja tetap mngadakan uacara kemusyrikan, mereka itu tergolong orang-orang aladdul khishaam (penentang yang paling keras).

Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, secara marfu’, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

«أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الخَصِمُ»

 “Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah penentang yang paling keras.” (HR. Al-Bukhari).

Penentangan paling keras, diujudkan dengan tetap mau mengadakan upacara seajen kemusyrikan padahal sudah ada contoh nyata bencana besar menghantam mereka yang melakukan dosa terbesar berupa penyelenggaraan upacara  sesajen kesyirikan itu di Palu, hingga menimpa orang-orang lain dan bahkan mereka yang tak berdosa pun kena (tertimpa); menjadikan Umat Islam prihatin dan tetap mmperingatkannya. Di antaranya dengan postingan seperti berikut ini.

***

Innalillaah..
Tgl 12 Oktober Di Hari Jum’at, rencana akan diadakan SEDEKAH LAUT DI TELUK PENYU CILACAP..
Takutlah akan Azab Allah, yang datangnya Tiba2 karena Perbuatan Kesyirikan..

Bagi Saudaraku yang Dekat dengan Laut tersebut, Ketika Engkau Tidak bisa Berdakwah utk Menghentikan acara itu, Maka Hendaklah Engkau Menjauh dari Laut itu pada Acara tersebut, Karena yang Di Khawatirkan Allah Murka, dan Mengirimkan kembali Tsunaminya..

Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Takutlah pada musibah/Azab yang tidak hanya menimpa orang zhalim di antara kalian saja. Ketahuilah bahwa Allah memiliki hukuman yang pedih” (QS. Al Anfal: 25)

Na’udzubillahi min dzaalik..

Via FB Jarot Prasetyo

***

Berita tentang akan digelarnya upacara kemusyrikan di Nuaskambangan dan Cilacap sebagai berikut.

***

Kamis 11 Okt Sedekah Laut Digelar Kabupaten Cilacap

Cilacap, Transisinews- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap.

Gelar Budaya Sedekah Laut yang akan dilaksanakan hari 1.kamis wage, 11 oktober 2018 di Pulau Nusakambangan pkl.19.00 Wib s.d.selesai -Tasyakuran bersama Nelayan.

 yg ke 2.dilaksanakan jumat kliwon,12 oktober 2018 di Pendopo Kabupaten Cilacap & THR Teluk Penyu pkl.08.00 wib s.d. selesai prosesi pelepasan jolen & larungan jolen . 6/10/2018.(feri)

Sumber : transisinews.com

***

Bukan hanya di Nusakambangan dan Cilacap, tapi di Jogja juga diadakan sesajen kemusyrikan di pantai.

***

Sesajen Kemusyrikan di Palu Dihancurkan Gempa Tsunami, Upacara Kemusyrikan Sedekah Laut di Jogja 13 Okt Beredar Posternya

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا (60) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا [النساء/60، 61]

Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An-Nisaa’ [4] : 60-61)

Hukum Tumbal dan Sesajen dalam Islam

Mempersembahkan kurban yang berarti mengeluarkan sebagian harta dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala(Lihat kitabTaisiirul Kariimir Rahmaanhal. 282), adalah suatu bentuk ibadah besar dan agung yang hanya pantas ditujukan kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam firman-Nya,

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. al-An’aam [6] : 162-163)

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka, dirikanlah shalat karena Rabb-mu (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar [108] : 2)

Kedua ayat ini menunjukkan agungnya keutamaan ibadah shalat dan berkurban, karena melakukan dua ibadah ini merupakan bukti kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pemurnian agama bagi-Nya semata-mata, serta pendekatan diri kepada-Nya dengan hati, lisan dan anggota badan, juga dengan menyembelih kurban yang merupakan pengorbanan harta yang dicintai jiwa kepada Dzat yang lebih dicintainya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan hal. 228)

Oleh karena itu, maka mempersembahkan ibadah ini kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala (baik itu jin, makhluk halus ataupun manusia) dengan tujuan untuk mengagungkan dan mendekatkan diri kepadanya, yang dikenal dengan istilah tumbal atau sesajen, adalah perbuatan dosa yang sangat besar, bahkan merupakan perbuatan syirik besar yang bisa menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam (menjadi kafir). (Lihat kitab Syarhu Shahiihi Muslim 13/141, al-Qaulul Mufiid ‘Ala Kitaabit Tauhiid 1/215 dan kitab at-Tamhiid Li Syarhi Kitaabit Tauhiid hal. 146)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.” (QS. Al-Baqarah [2] : 173)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari berkata, “Artinya, sembelihan yang dipersembahkan kepada sembahan (selain AllahSubhanahu wa Ta’ala) dan berhala, yang disebut nama selain-Nya (ketika disembelih), atau diperuntukkan kepada sembahan-sembahan selain-Nya.”(Kitab Jaami’ul Bayaan Fi Ta’wiilil Quran 3/319).

Dalam sebuah hadits shahih, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Allah melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya.” (HSR. Muslim No. 1978)

Hadits ini menunjukkan ancaman besar bagi orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya, dengan laknat AllahSubhanahu wa Ta’alayaitu dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena perbuatan ini termasuk dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga pelakunya pantas untuk mandapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dijauhkan dari rahmat-Nya. (Keterangan Syaikh Shalih Alu Syaikh dalam kitab at-Tamhiid Li Syarhi Kitaabit Tauhiid hal. 146)

Penting sekali untuk diingatkan dalam pembahasan ini, bahwa faktor utama yang menjadikan besarnya keburukan perbuatan ini, bukanlah semata-mata karena besar atau kecilnya kurban yang dipersembahkan kepada selain-Nya, tetapi karena besarnya pengagungan dan ketakutan dalam hati orang yang mempersembahkan kurban tersebut kepada selain-Nya, yang semua ini merupakan ibadah hati yang agung yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata.

Oleh karena itu, meskipun kurban yang dipersembahkan sangat kecil dan remeh, bahkan seekor lalat sekalipun, jika disertai dengan pengagungan dan ketakutan dalam hati kepada selain-Nya, maka ini juga termasuk perbuatan syirik besar. (Lihat kitab Fathul Majid hal. 178-179)

Dalam sebuah atsar dari sahabat Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Ada orang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat, ada dua orang yang melewati (daerah) suatu kaum yang sedang bersemedi (menyembah) berhala mereka dan mereka mengatakan, ‘Tidak ada seorangpun yang boleh melewati (daerah) kita hari ini kecuali setelah dia mempersembahkan sesuatu (sebagai kurban/tumbal untuk berhala kita).’ Maka, mereka berkata kepada orang yang pertama, ‘Kurbankanlah sesuatu (untuk berhala kami)!’ Tapi, orang itu enggan —dalam riwayat lain: orang itu berkata, ‘Aku tidak akan berkurban kepada siapapun selain AllahSubhanahu wa Ta’ala’—, maka diapun dibunuh (kemudian dia masuk surga). Lalu, mereka berkata kepada orang yang kedua, ‘Kurbankanlah sesuatu (untuk berhala kami)!’,—dalam riwayat lain: orang itu berkata, ‘Aku tidak mempunyai sesuatu untuk dikurbankan.’

Maka mereka berkata lagi, ‘Kurbankanlah sesuatu meskipun (hanya) seekor lalat!’, orang itu berkata (dengan meremehkan), ‘Apalah artinya seekor lalat,’, lalu diapun berkurban dengan seekor lalat, —dalam riwayat lain: maka merekapun mengizinkannya lewat— kemudian (di akhirat) dia masuk neraka.’” (Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam kitabal-Mushannaf (no. 33038) dengan sanad yang shahih, juga diriwayatkan dari jalan lain oleh Imam Ahmad dalam kitabaz-Zuhd (hal. 15-16), al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (no. 7343) dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’ (1/203)). (Ustadz Abdullah Taslim, M. A, Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah, www.muslim.or.id, Aqidah, 12-11-2010; Lihat http://nahimunkar.com/tumbal-dan-sesajen-tradisi-syirik-warisan-jahiliyah/)

Selanjutnya, mari kita simak berita sedekah laut (sesajen) di Jogja yang posternya beredar.

Inilah beritanya.

***

Sedekah Laut Pisungsung Jaladri di Pantai Baru Yogyakarta Adalah Syirik

Syirik Adalah Mushibah Akbar

Pagi ini saya dikirimi pic oleh seorg kawan perihal sedekah laut di pantai selatan Jogja. Kegiatan ini dikemas apik dlm bingkai budaya, wisata dan kearifan lokal. Apapun kemasannya namanya syirik ya mushibah. Ia adl dosa terbesar & kezaliman tak terampunkan.

Sedekah itu kpd fuqara atau masakin bukan kpd laut. Jika mau bersyukur ya kpd Allah bukan kpd laut. Jika mau memohon kedamaian dan tolak bala ya mohonlah kpd Allah bukan kpd laut.

Allah Robbul ‘alamiin,,,
Pencipta alam semesta & qt semua,
Yang menghidupkan & mematikan,
Yang memberi rizki qita semua,
Yang menguasai seluruh jagad semesta, baik di lereng gunung maupun di tepi laut.

Semoga masyarakat Jogja diberi hidayah dan dijaga oleh Allah Ta’ala.

PR Dakwah kita masih panjang kawan….
Khanif muslim

Sumber : http://www.fotodakwah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.726 kali, 1 untuk hari ini)