Astaghfirullah… Wapres KH Ma’ruf Amin Propagandakan K-Pop?

 

Anak muda Muslim pun dijerumuskan semena-mena oleh pihak yang tua yang punya kedudukan nyata. Apakah anak muda Muslim rela dijerumuskan semena-mena begitu saja?

Qadarullah, di antaranya pun ada yang sadar, hingga menulis sanggahan ke pihak tua yang dianggap menjerumuskan anak muda Muslim se-Indonesia itu dengan propagandanya soal K-Pop film musik drama Korea. Dari yang seharusnya diimbau agar giat mempelajari Islam dan mengamalkannya secara istiqomah agar selamat dunia dan akherat, malah dibelokkan ke arah hura-hura film musik drama dari negeri yang belum tentu kenal pendekatan ke Yang Maha Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai tugas hidup diciptakananya jin dan manusia olehNya.

 

Barangkali saja lupa atau bagaimana, kalau toh seorang ulama itu mnduduki jabatan yang nyata dan tinggi semestinya ayat Allah yang satu ini seharusnya masih tersisa dalam benaknya. Namun entah kenapa, seakan lupa ayat ini:

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات: 56]

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. [Adh Dhariyat:56]

 

Bila memang masih ingat di benak seseorang, maka apabila dikaruniai kedudukan yang tinggi hendaknya juga melaksanakan petunjuk dari Allah Ta’ala ini:

{…وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40) الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ } [الحج: 40، 41]

 

… Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, [Al Hajj:40]

41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al Hajj:41]

 

Ayat ayat tersebut sangat penting dicamkan dalam hati dan diamalkan sebagik-baiknya wabil khusus para ulama, tokoh Islam dan siapapun yang mengaku dirinya Muslim apalagi yang punya kedudukan tinggi ataupun mapan. Apalagi di saat umat Islam di negeri Indonesia yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini ternyata sampai prof dari Australia pun menulis dan tersebar di mana-mana, yang intinya Umat Islam Indonesia ini mengalami penindasan selama 4 tahun terakhir ini.

Ini beritanya.

Profesor Greg Fealy: Pemerintahan Jokowi Represif terhadap Kaum Islamis


Posted on 29 September 2020

by Nahimunkar.org

Lewat tulisan yang terbit di East Asia Forum, Ahad (27/9/2020), Fealy menuding Jokowi telah melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir.

Profesor Australian National University (ANU), Greg Fealy, menganggap pemerintahan Indonesia di bawah kepeimpinan Presiden Joko Widodo tak ramah keberagaman.

Lewat tulisan yang terbit di East Asia Forum, Ahad (27/9/2020), Fealy menuding Jokowi telah melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir. https://www.nahimunkar.org/profesor-greg-fealy-pemerintahan-jokowi-represif-terhadap-kaum-islamis/

Nah, betapa bertabrakannya dengan keadaan dan kenyataan yang dialami oleh Umat Islam Indonesia, ketika seorang ulama bahkan ketuanya para ulama dan menyandang sebagai wakil Presiden, malah mempropagandakan K-Pop dari Korea semacam itu untuk generasi muda Indonesia. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga peringatan dari salah satu anak muda Muslim berikut ini menyadarkan Mbah Kyai NU itu dan lain-lainnya agar tidak semakin kebablasan dalam menjerumuskan Umat Islam, yang kelak hanya menghasilkan penyesalan tak terhingga di akherat, bila sampai akhir hayat tidak bertaubat dengan sebenar-benar taubat.

 

Silakan simak

***

 

Antara JKDN dan DRAMA KOREA

Pierre Suteki

 


 

DetikNews, 20/09/2020 mewartakan komentar Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara peringatan 100 tahun kedatangan Bangsa Korea di wilayah Indonesia sekarang. Ma’ruf Amin melihat hubungan sosial budaya antara Korea dan Indonesia sekarang ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi generasi Korea. Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI ‘go international’. Intinya, beliau sangat mengapresiasi karya Film dan Drama tentang kehidupan bangsa Korea yang diharapkan dapat meng-“inspiring” kreativitas generasi muda Indonesia.

Pertanyaan saya: Lalu, bagaimana dengan jejak Islam di Indonesia? Tidak meng-“inspiring” generasi muda ke masa depankah? Indonesia mau dijadikan apakah? Seperti Koreakah?

 

Aneh bangsa ini, Film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) yang jelas menyajikan data sejarah yang berkorelasi dengan perkembangan nasionalisme hingga kemerdekaan Indonesia dipersoalkan, sedang Film dan Drama Jejak Korea di Indonesia (100 tahun) yang tidak banyak pengaruhnya dlm pembentukan nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia diagung-agungkan.

Coba kita berpikir, mana JEJAK yang lebih sesuai dengan sejarah dan masa depan Indonesia?

 

Ingatlah kata Moshe Dayan ahli stategi militer Israel bermata satu. Kelemahan Islam itu tiga hal, yaitu: (1) Tidak peduli sejarahnya; (2) Spontanitas dan tidak terperinci gerakannya; dan (3) Literasinya rendah, males baca. Kalau baca tidak mengerti. Kalau mengerti tidak paham dan kalaupun paham, mereka tidak berbuat.

 

Bangsa ini mayoritas berpenduduk muslim. Hampir mendekati 90%. Namun, aneh sekali ketika penduduk terbesar menginginkan agar hukumnya dijadikan dasar berhukum di negerinya, spontan banyak pihak bahkan dari kalangan muslim sendiri buru-buru menolaknya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Boleh jadi memang mereka belum paham. Banyak orang yang menyatakan bahwa Indonesia itu pluralitasnya tinggi dalam SARA, mana mungkin bisa diterapkan hukum Islam?

 

Apakah kita tidak pernah belajar sejarah dimana ketika hukum Islam yang nota bene bersumber dari hukum Alloh tidak ada penduduk non muslim yang dianiaya. Semua dilindungi bahkan ketika daulah Islam pertama kali ditegakkan di Madinah, sebagian besar penduduk Madinah itu belum masuk Islam (non muslim). Maka lahirlah Piagam Madinah Tahun 622 Masehi yang dikenal sebagai konstitusi pertama kali di dunia yang berisi kesepakatan antara Rasulullah dengan penduduk Non Muslim. Sebaliknya, anda mungkin juga sudah membaca bagaimana nasib penduduk muslim ketika Spanyol (Andalusia) dikuasai oleh kelompok non muslim. Penduduk muslim dipaksa untuk memeluk agamanya (penguasa non Muslim, red NM) dan kalau tidak mau maka mereka dibunuh.

Mana yang lebih humanis?

 

Jadi, jika kita melek sejarah, maka kita akan memahami, hukum mana yang lebih baik dan hukum serta jejak mana yang seharusnya ditahbiskan di bumi Indonesia ini.

Jejak khilafah dan jejak bangsa Korea memang ada di Indonesa, namun hendaknya kita arif dan bijaksana dalam mendukung serta memanfaatkan jejak itu untuk perkembangan negeri ini menjadi lebih baik.

Jika mengagungkan jejak Korea kenapa harus mengaburkan dan menguburkan jejak khilafah? Jika mendukung film dan drama Korea kenapa harus menge-banned film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Why?

Tabik…!!!

Semarang, Senin: 21 September 2020

#MikerDikitWae

 

Via fb


Azura

 

20 uStepSiaupotoembenra puksoulle cd1Shomeuoln6rare.00mufsnd  · 

Titin Wafirotin


20 uStepSiaupotoembenra puksoulle cd2Shomeuoln2rare.38mufsnd 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 577 kali, 1 untuk hari ini)