• Penggunaan makam Asqalan sebagai tempat parkir merupakan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam dan syiar-syiar agama.

Yayasan Al Aqsha untuk Perwakafan dan Peninggalan dan anggota perlemen Arab menyatakan bahwa penjajah Zionis akan mengubah pemakaman Islam di Asqalan sebagai tempat parkir. Masalah ini akan digulirkan di Kneset pada pekan depan, demikian lansir Al Jazeera (9/4/2012).

Abdul Majid Ighbariyah dari Yayasan Al Aqsha yang bertanggung jawab dalam masalah tempat-tempat suci menyatakan bahwa sebagian makam telah dijadikan tempat parkir, meskipun hal itu belum resmi. Ia juga menyatakan penolakan terhadap penggunaan makam sebagai lahan parkir baik untuk sementara maupun permanen.

Ighbariyah juga menjelaskan bahwa yang tersisa dari pemakaman Asqalan saat ini hanya beberapa puluh makam saja dan pihaknya bersama pemerintah lokal Asqalan bersepakat menanam pohon zaitun di sekeliling makam untuk memagari dan menolak pemarkiran mobil di kolaksi tersebut.

Sebagaimana juga disampaikan oleh anggota Kneset dari Arab Jamal Zahaliqah bahwa penggunaan makam Asqalan sebagai tempat parkir merupakan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam dan syiar-syiar agama mereka.

Sementara itu, para pengunjung pasar Asqalan benar-benar bersikap masa bodoh terhadap adanya makam Muslim di dekat lokasi tersebut hingga mereka seenaknya sendiri memarkiri kendaraan.*

Rep: Sholah Salim

Red: Cholis Akbar Selasa, 10 April 2012 Hidayatullah.com—

Ilustrasi: republika.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 551 kali, 1 untuk hari ini)