(Ketahuilah ilmu kebal berasal dari bantuan jin dan mengandung kesyirikan)

Duh betapa pilu dan dalamnya penyesalan orangtua santri yang seharusnya bahagia melihat anaknya lulus ini?

Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan?

Mari selektif dalam memilih sekolah untuk buah hati, jauhi ajaran-ajaran yang mengandung ilmu kebal, ketahuilah ilmu kebal berasal dari bantuan jin dan mengandung kesyirikan.

Jika ilmu kebal yang mengatasnamakan karomah mengatasnamakan ajaran Islam itu benar, tentu Rasulullah dan sahabat yang terlebih dulu melakukannya, Rasulullah tak perlu berdarah saat perang Uhud, khalifah Utsman, Umar, Ali pun tak perlu terbunuh.

Semoga bisa menjadi pelajaran.

http://style.tribunnews.com/…/atraksi-gagal-berujung-tragis…

NB: Video atraksi tersebut telah beredar luas, lebih baik tak perlu ikut menyebarkan, jaga perasaan keluarga korban.

Repost Koalisi Umat Islam

via fb Pengikut Sunnah

***

Geger Atraksi Santri Dilindas Mobil di Berau, 1 Remaja Tewas

Atraksi ilmu bela diri dari Perguruan Pagar Nusa di MTS Al-Kholil NU di Berau, Kalimantan Timur, berujung maut. Satu orang remaja tewas setelah melakukan aksi dilindas mobil.

Peristiwa nahas ini terjadi di acara wisuda siswa MTs Al-Kholil NU di Pondok Pesantren Al-Kholil, Jalan Sei Limunjan, Kelurahan Sambaliung, Berau, Kamis (3/5) pagi. Video kejadiannya hari ini jadi viral di media sosial.

Dalam video pendek viral, tampak ada enam orang yang melakukan atraksi. Mereka berbaring telungkup di tanah, kemudian tubuhnya dilindas mobil pikap.

Setelah mobil melintas, para tamu undangan yang hadir terdengar bertepuk tangan. Namun kemudian terjadi kepanikan karena salah satu peserta yang dilindas pikap tersebut tidak bergerak sama sekali.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono membenarkan peristiwa tersebut. Kasusnya saat ini sedang mereka tangani.

 “Jadi 5 orang santri luka, 1 orang meninggal,” kata AKBP Sigit saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (4/5).

Dijelaskan AKBP Sigit, bela diri Pagar Nusa adalah salah satu ekstrakurikuler di Ponpes Al-Kholil. Kelima siswa yang terluka adalah santri di ponpes tersebut, sedangkan korban tewas berinisial RA (16), yang membantu melatih di ponpes tersebut, tapi usianya masih remaja.

“Korban meninggal usianya masih 16 tahun. Meninggalnya dalam perjalanan ke rumah sakit. Begitu sampai rumah sakit meninggal. Dia orang Samarinda, bukan santri. Makanya dia di posisi pertama (saat dilindas mobil, red). Tapi sering ikut juga melatih di ponpes itu karena itu bagian dari ekstrakurikuler,” jelasnya. [dtk]

moslemcommunity.org Penulis  admin Mei 5, 2018

***

Duh Ngeri! Santri di Berau Tewas saat Atraksi Lindas Mobil, Terungkap 6 Fakta yang Bikin Syok

© tribun kaltim/geafry necolsen: Atraksi ini berujung pada perstiwa tragis, setelah salah satu peserta aksi meninggal dunia.

TRIBUNNEWS.COM, BERAU- Kabar duka dari dunia pendidikan kembali terjadi. Pelepasan dan perpisahan kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil yang terjadi di Jalan Limunjan, RT 21, Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Utara, menimbulkan korban jiwa, Kamis (3/5/18) kemarin.

Acara wisudah siswa yang lulus ditambahi dengan atraksi bela diri dari Pagar Nusa mengakibatkan salah satusantri berinisial Rangga (16) meninggal dunia akibat terlindas.

Inilah 6 fakta kejadian santri meninggal dunia pada saat aksi gilas.

  1. Pihak pondok pesantren sempat bungkam

Pengelola pondok pesantren memilih untuk bungkam.

Bahkan seorang pria di lokasi acara, sempat meminta salah seorang jurnalis televisi yang merekam kejadian itu, untuk tidak menayangkannya.

“Rekaman itu sudah diminta Polres Berau, katanya untuk bahan penyelidikan,” ungkap Widi dari Berau Vision yang dikutip dari Tribunkaltim.co

Bahkan, pihak RSUD Abdul Rivai, tempat korban dilarikan setelah kecelakaan sempat enggan memberikan komentar terkait kondisi korban yang dilaporkan tewas akibat luka dalam.

  1. Santri yang terlibat

Ada enam santri yang terlibat dalam atraksi, yakni Rangga, Jodi, Khairul, Ambar, Asdar dan M Nur.

  1. Dihadiri oleh Bupati

Acara wisuda siswa MTS Al Kholil, di Pondok Pesantren Al Kholil pada Kamis (4/5/2018) dihadiri oleh Bupati Berau, Muharram.

  1. Tidak dilindungi alat pengaman dan belum pernah latihan

Dalam rekaman video telihat dengan jelas saat atraksi berlangsung ke enam santri yang juga murid dari perguruan pagar nusa tidak di lengkapi pengaman.

Berdasarkan informasi yang beredar menyebutkan, beberapa peserta aksi belum pernah melakukan latihan sebelumnya sehingga mereka pun tidak kuat menahan beban kendaraan yang melindasnya.

  1. Sempat dilarikan ke rumah sakit

Saat kejadian, awalnya para santri tampak baik-baik saja ketika mereka dilindas motor trail.

Namun aksi berlanjut ketika sebuah mobil bak terbuka, melindas tubuh mereka dengan ban depan dan belakang bagian kiri.

Sementara ban bagian kanan tetap berada di tanah.

Laju kendaraan sempat tersendat ketika melindas 2 orang pertama.

Setelah mobil selesai melewati tubuh mereka, empat orang lainnya langsung berdiri.

Sementara Rangga dan Jodi terlihat tak sadarkan diri.

Mereka lalu dilarikan ke rumah sakit RSUD Abdul Rivai dan nyawa dari Rangga tidak terselamatkan.

  1. Polisi periksa saksi

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit, melalui Kasatreskrim, AKP Andhika Dharma Sena mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari enam orang saksi.

“Saksi-saksi dari kelompok bela diri dan pengelola pesantren. Kami mengajukan pertanyaan, kegiatannya seperti apa, prosedurnya bagaimana? Itu yang sedang kami dalami,” ujarnya yang dikutip dari Tribunnews, Jumat (4/5/2018).

Ditanya apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa yang memakan korban jiwa ini, dia mengatakan, kasus ini masih dalam penyidikan sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Selain memeriksa sejumlah saksi, Polres Berau juga mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video salah satu stasiun televisi lokal yang merekam aksi tersebut. (*)/https://www.msn.com –tribunnews.com 16 jam yang lalu

***

Fatwa Atraksi Kekebalan Tubuh

by Nahimunkar.com, 19 Juli 2011

Hukum Minta kepada Tukang Sihir dan Dukun

Oleh : Syekh Abdul Aziz bin Baaz Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia-rahimahullahrahmatan wasi’ah-

Pertanyaan:

Seseorang bertanya : Di sebagian tempat di Yaman kami temui orang-orang yang disebut As-Saadah. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang menafikan agama seperti meramal dan lain-lain. Mereka mengaku dapat mengobati orang-orang yang sakitnya kronis, dan sewaktu-waktu memperlihatkan atraksi menusuk-nusuk tubuh mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka secara berulang-ulang tanpa hal tersebut membuat mereka menderita. Di antara mereka ada yang shalat, namun sebagiannya lagi tidak shalat. Mereka menikahi orang-orang dari selain sanak keluarga mereka, namun tidak menikahkan sanak keluarga mereka dengan orang lain. Dan ketika berdoa bagi orang yang sakit, mereka mengucapkan, “Ya Allah, ya Fulan (nama salah satu leluhur mereka)”.

Para manusia mengagungkan mereka, menganggap mereka sebagai paranormal dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Bahkan mereka disebut sebagai “Lelakinya Allah”. Dan sekarang masyarakat terpecah dalam permasalahan ini. Sebagian menolak mereka, mereka adalah golongan para pemuda dan sebagian penuntu ilmu. Sebagian lagi senantiasa berpegang dengan mereka, mereka ini adalah golongan tua dan selain penuntut ilmu. Ini membutuhkan kesediaanmu untuk menjelaskan hakikat pemasalahan ini.

Jawaban:

Orang-orang tersebut dan juga yang seperti mereka merupakan sekelompok sufi yang memiliki amalan-aman mungkar serta perbuatan-perbuatan yang batil. Mereka juga merupakan sekelompok peramal yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)

Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara gaib, pelayanan dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka lakukan, dimana Allah berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun :

قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan). (Al-A’raf:116).

Maka tidak boleh mendatangi mereka, bertanya kepada mereka karena hadits mulia dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Hakim 1/18, Thobroni Al-Kabir 8/403, AlAusath 3/470).

Adapun do’a yang mereka panjatkan kepada selain Allah serta istighotsah (meminta dihilangkannya bala’) kepada selain Allah, persangkaan mereka bahwa bapak-bapak mereka serta leluhur-leluhur mereka memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia ini, penyembuhan mereka terhadap penyakit, atau mereka mewajibkan berdo’a bersama orang-orang yang telah mati serta orang-orang yang ghaib (dari golongan mereka), maka ini semua adalah kufur kepada Allah ‘azza wa jalla dan termasuk ke dalam syirik akbar.

Maka wajib mengingkari mereka, tidak mendatangi, bertanya serta membenarkan mereka. Hal ini karena mereka dalam amalan tersebut telah menggabungkan antara perdukunan, peramalanan dengan amalan musyrik penyembah selain Allah. Begitu pula meminta pertolongan dari selain Allah. Meminta bantuan jin, orang-orang yang telah mati, dan kepada pihak-pihak lain yang cocok bagi mereka, dan mereka mengira bahwa itu adalah bapak-bapak serta leluhur-leluhur mereka. Atau meminta bantuan dari orang-orang yang mengira mereka memiliki derajat kewalian atau karomah. Bahkan semua ini merupakan amalan klenik, perdukunan, peramalan yang munkar dalam syariat yang suci ini. Adapun atraksi-atraksi mungkar mereka seperti menusuk-nusuk diri mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka, maka semuanya ini merupakan tipuan terhadap manusia (seperti atraksi debus, pent.) Dan kesemuanya ini merupakan jenis sihir yang haram, dimana telah ada nash-nash pengharaman serta peringatan terhadapnya dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Maka tidak selayaknya bagi orang yang berakal untuk terpikat dengan hal tersebut. Ini merupakan jenis yang yang difirmankan oleh Allah ta’ala tentang para tukang sihir Fir’aun :

يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى

Terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.”(Thaha : 66)

Maka mereka telah menggabungkan antara sihir dengan klenik, perdukunan, serta peramalan, antara syirik akbar, meminta bantuan dan istighotsah kepada selain Allah dengan mengaku-aku tahu tentang perkara gaib dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Ini merupakan bentuk kebanyakan syirik akbar dan kekafiran yang jelas, dan juga merupakan amalan perdukunan yang telah Allah ‘azza wa jalla haramkan, dan termasuk pula mengaku tahu tentang perkara gaib yang tidak diketahui melainkan hanya Allah saja, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml : 65)

Maka wajib bagi seluruh muslim yang mengetahui perkara mereka untuk mengingkari mereka serta menjelaskan kebejatan perilaku mereka dan menjelaskan bahwa itu semua adalah kemungkaran. Dan hendaknya dia mengangkat permasalahan ini kepada pemerintah jika berada di negara Islam sampai mereka dihukum sebagai perealisasian syariat untuk mencegah kejahatan mereka dan melindungi kaum muslimin dari kebatilan serta penipuan mereka. Dan Allahlah Maha Pemilik Taufik.[1]

[1] Sumber: Hukmus Sihri wal Kahanaati wa ma Yata’allaq bihima, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, 18-21

 Posted on Januari 12, 2010 by Perdana Akhmad S.Psi

http://metafisis.wordpress.com/2010/01/12/fatwa-ulama-tentang-atraksi-ilmu-debus-ilmu-kesaktian/

sedikit diubah judulnya oleh nahimunkar.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.872 kali, 1 untuk hari ini)