• Hari Rabu awal Ramadhan 1434 H di mayoritas negara Arab
  • Awal Ramadhan di Qatar, Arab Saudi, dan Mesir jatuh pada hari Rabu
  • Umat Islam Afrika Utara dan Afrika Barat memulai Ramadhan 1434 H hari Rabu
  • Kuwait, Irak dan Yaman memulai Ramadhan1434 H hari Rabu
  • Tunisia dan Libya mengawali Ramadhan 1434 H hari Rabu
  • Pemerintah Indonesia Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1434H, Rabu 10 Juli 2013

 Harian Ash-Sharq melaporkan Singapura, Malaysia, Brunei Darus Salam dan Australia juga memutuskan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H. Keputusan itu diambil setelah hilal awal Ramadhan 1434 H tidak terlihat di masing-masing negara tersebut.

ramdhan

Inilah beritanya.

***

Hari Rabu awal Ramadhan 1434 H di mayoritas negara Arab

 RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Yordania, Palestina, Lebanon, Aljazair dan Maroko mengumumkan hari Selasa (9/7/2013) sebagai hari ke-30 bulan Sya’ban 1434 H. Dengan demikian 1 Ramadhan 1434 H di negara-negara tersebut jatuh pada hari Rabu (10/9/2013), TV Al-Arabiya melaporkan.

Mahkamah Agung Arab Saudi menggelar rapat laporan rukyatul hilal awal Ramadhan 1434 H di kantornya di kota Thaif pada Senin petang. Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan hari Selasa sebagai penggenap bagi bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H, mengingat hilal tidak terlihat di Arab Saudi pada Senin petang, 29 Sya’ban 1434 H.

Darul Ifta’ al-Mishriyah (Dewan Fatwa Mesir) menetapkan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu. Doktor Syauqi Allam, mufti Mesir, menyatakan bahwa Komisi Syariat dan Ilmiah Dewan Fatwa Mesir telah melakukan pengawasan hilal awal Ramadhan 1434 H setelah terbenarnya matahari pada Senin petang. Hilal tidak terlihat dan hal itu sesuai dengan perhitungan ilmu falak para pakar di Mesir. Dengan itu Dewan Fatwa Mesir menetapkan hari Selasa sebagai hari ke-30 bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H.

Di Yordania, Ketua Mahkamah Agung Ahmad Hulail mengumumkan melalui TV resmi bahwa hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H bagi umat Islam di Yordania.

Ahmad Halil, ketua Mahkamah Agung Yordania dan imam masjid jami’ Hadhrah al-Hasyimiah, melalui stasiun TV resmi mengatakan, “Hari besok (Selasa) adalah hari penggenap bagi bulan Sya’ban dan hari Rabu sebagai hari pertama bulan Ramadhan yang penuh berkah.”

Palestina, Uni Emirat Arab, Bahrain, Lebanon, Aljazair dan Maroko juga menetapkan 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu.

Koresponden stasiun TV Al-Arabiya melaporkan bahwa awan tebal yang muncul dari cuaca yang buruk menghalangi terlihatnya hilal awal Ramadhan 1434 H di kawasan Sudair dan Shaqra’, Arab Saudi. (muhibalmajdi/arrahmah.com) Muhib Al-MajdiSelasa, 1 Ramadhan 1434 H / 9 Juli 2013 06:45

***

Awal Ramadhan di Qatar, Arab Saudi, dan Mesir jatuh pada hari Rabu

 RIYADH (Arrahmah.com) – Qatar, Arab Saudi dan Mesir mengumumkan bahwa hari Rabu (10/7/2013) sebagai tanggal 1 Ramadhan 1434 H, laporan TV Al-Jazeera.

Komisi Pengawas Hilal pada Departemen Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar telah mengumumkan bahwa hari Selasa (9/7/2013) adalah hari ke-30 bulan Sya’ban 1434 H. Dengan demikian awal bulan suci Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu.

Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi menyatakan pihaknya belum menerima satu pun kesaksian tentang terlihatnya hilal Ramadhan pada Senin petang.

Kantor Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan hari Selasa sebagai penggenap bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai hari pertama bulan suci Ramadhan 1434 H.

Hilal bulan suci Ramadhan 1434 H tidak terlihat di propinsi Hautah Sudair dan propinsi Hariq, dua kawasan paling terkenal untuk mengawasi hilal di Arab Saudi.

Darul Ifta’ al-Mishriyah (Dewan Fatwa Mesir) juga mengumumkan hari Selasa sebagai penggenap bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai awal bulan suci Ramadhan 1434 H.

Mufti Mesir Syaikh Syauqi Allam menyatakan bahwa Komisi Syariat dan Ilmiah Dewan Fatwa Mesir telah melakukan pengawasan hilal Ramadhan setelah terbenamnya matahari pada hari Senin. Namun hilal awal Ramadhan tahun ini belum terlihat. Hal itu bersesuaian dengan perhitungan ilmu falak para ulama Mesir. Maka hari Selasa ditetapkan sebagai penggenap bulan Sya’ban dan hari Rabu sebagai awal bulan suci Ramadhan tahun ini. (muhibalmajdi/arrahmah.com) Muhib Al-MajdiSelasa, 1 Ramadhan 1434 H / 9 Juli 2013 04:23

***

Umat Islam Afrika Utara dan Afrika Barat memulai Ramadhan 1434 H hari Rabu

NAWAKSUTH (Arrahmah.com) – Para ulama dan pakar hisab Mauritania, negara berpenduduk mayoritas muslim di ujung barat benua Afrika, menetapkan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu (10/7/2013), laporan Saharamedia.

Lajnah Markaziyah li-Muraqabt al-Hilal (Komisi Pusat Pengawasan Hilal) Mauritania secara resmi mengumumkan pada Senin (8/7/2013) malam bahwa hari Selasa adalah penggenap bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai awal bulan Ramadhan 1434 H.

Komisi Pusat Pengawasan Hilal Mauritania beranggotakan 27 ulama dan ahli falak Mauritania. Komisi telah menggelar pertemuan laporan pengawasan hilal di kantor komisi dan di gedung Departemen Dalam Negeri Mauritania.

Di akhir pertemuan itu Komisi menyatakan dikarenakan hilal tidak terlihat di Mauritania, sehingga hari Selasa ditetapkan sebagai hari ke-30 bulan Sya’ban dan hari Rabu sebagai hari pertama bulan suci Ramadhan 1434 H. Keputusan itu dibacakan oleh Ketua Komisi Syaikh Muhammad Mahmud Walad Ghali.

Hasil keputusan pengawasan hilal dan penetapan awal Ramadhan 1434 H di Mauritania itu sejalan dengan keputusan majelis ulama dan para mufti negara-negara di Afrika Utara dan Afrika Barat lainnya.

Sebelumnya stasiun TV Al-Arabiya melaporkan Mesir, Aljazair, dan Maroko menetapkan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu.

Sementara itu harian Ash-Sharq melaporkan Tunisia dan Libya juga menetapkan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu. (muhibalmajdi/arrahmah.com) Muhib Al-MajdiSelasa, 1 Ramadhan 1434 H / 9 Juli 2013 07:37

***

Kuwait, Irak dan Yaman memulai Ramadhan1434 H hari Rabu

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Ketua Badan Wakaf Sunni Irak, Syaikh Ahmad Abdul Ghafur as-Samirai, mengumumkan pada Senin (8/7/2013) bahwa hari Rabu (10/7/2013) adalah awal Ramadhan 1434 H, harian Ash-Sharq melaporkan.

Badan Wakaf Sunni Irak menggelar pertemuan pengawasan hilal awal Ramadhan pada Senin petang. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para ulama dan pakar ilmu falak tersebut, Syaikh As-Samirai mengumumkan laporan semua pihak bahwa hilal awal Ramadhan 1434 H tidak terlihat di Irak. Atas dasar itu Badan Wakaf Sunni Irak menetapkan hari Selasa (9/7/2013) sebagai penggenap bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai tanggal 1 Ramadhan 1434 H.

Hai’ah Ru’yah Syar’iyah (Lembaga Rukyat Syariat) Departemen Hukum Kuwait pada Senin malam juga menetapkan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H bagi umat Islam Kuwait. Keputusan itu diambil setelah hilal awal Ramadhan 1434 H tidak terlihat di seluruh wilayah Kuwait.

Hai’ah Syar’iyah li-Ulama’ Yaman (Lembaga Syariat Ulama Yaman) dalam pernyataannya pada Senin malam memutuskan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H. Hai’ah melaporkan bahwa hilal awal Ramadhan 1434 H tidak terlihat di Yaman pada Senin petang.

Sebelumnya negara-negara di Semenanjung Arab yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain juga telah menetapkan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H.

Negara-negara di Asia Barat lainnya yaitu Lebanon, Palestina, Yordania dan Suriah telah menetapkan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu.

Harian Ash-Sharq melaporkan Singapura, Malaysia, Brunei Darus Salam dan Australia juga memutuskan hari Rabu sebagai awal Ramadhan 1434 H. Keputusan itu diambil setelah hilal awal Ramadhan 1434 H tidak terlihat di masing-masing negara tersebut.

Berdasar laporan harian Ash-Sharq, ulama Rusia secara resmi menetapkan Selasa (9/7/2013) sebagai awal Ramadhan 1434 H. (muhibalmajdi/arrahmah.com) Muhib Al-MajdiSelasa, 1 Ramadhan 1434 H / 9 Juli 2013 08:01

***

Tunisia dan Libya mengawali Ramadhan 1434 H hari Rabu

TUNIS (Arrahmah.com) – Mufti Negara Tunisia, Syaikh Hamdah Said, mengumumkan hari Rabu (10/7/2013) sebagai tanggal 1 Ramadhan 1434 H, laporan harian Ash-Sharq.

Dalam siaran resmi stasiun TV Tunisia pada Senin (8/7/2013) malam, Syaikh Hamdah Said mengatakan hari Selasa adalah hari penggenap bagi bulan Sya’ban 1434 H dan hari Rabu sebagai hari pertama bulan suci Ramadhan 1434 H. Ketetapan itu didasarkan kepada tidak terlihatnya hilal di Tunisia pada Senin petang.

Ash-Sharq juga melaporkan kaum muslimin di Libya akan mengawali bulan suci Ramadhan 1434 H pada hari Rabu.

Mufti Umum Libya, Syaikh Shadiq al-Gharyani mengumumkan pada Senin (8/7/2013) malam bahwa hari Rabu adalah awal Ramadhan 1434 H bagi penduduk muslim Libya. Hari Selasa ditetapkan sebagai hari ke-30 bulan Sya’ban karena hilal awal Ramadhan tidak terlihat di Libya setelah tenggelamnya matahari pada Senin petang. (muhibalmajdi/arrahmah.comMuhib Al-Majdi Selasa, 1 Ramadhan 1434 H / 9 Juli 2013 07:00

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 15.794 kali, 1 untuk hari ini)