Ilustrasi / BANDI MEDIAPRO

Waspada, Politik Adu Domba Sesama Ahlussunnah Meningkat, Sedangkan Syiah Bersiap-Siap!

Syiah, Liberal dan kekuatan Asing tidak suka dakwah Islam (Sunnah Nabi dan Sahabat) ini berkembang, sebab kalau berkembang kepentingan mereka terancam. Karena sudah menjadi sunnatullah “kalau bid’ah berkembang maka sunnah tersisih, tetapi kalau sunnah berkembang maka bid’ahnya tersingkir”.
.
■Syaikh Suud Syraim dalam kicauannya menulis

إذا انتشرت البدع ماتت السنن،وكذلك العكس. قال ابن عباس:”ما أتى على الناس عام إلا أحدثوا فيه بدعة وأماتوا فيه سنة؛حتى تحيا البدع وتموت السنن“.

Jika tersebar bid’ah maka matilah sunnah-sunnah, begitu pula kebalikannya. Ibnu Abbas berkata: tidak ada tahun yang mendatangi manusia kecuali mereka membuat bid’ah di dalamnya dan mematikan sunnah, hingga hiduplah bid’ah-bid’ah dan matilah sunnah-sunnah.”
Oleh karena itu mereka :
▬ berusaha mencegah laju dakwah sunnah
▬▬ dan mencegah persatuan sesama Ahlussunnah.

Mereka menciptakan/memanfaatkan issu ISIS, takfiri, radikal, wahabi, atau , gerakan transnasional dan sesatisme untuk dialamatkan kepada Ahlussunnah khususnya yang konsisten dengan dakwah sunnah salafiyyah (mengikuti Salaf Shalih).

Mereka berusaha mendoktrin secara serampangan bahwa Ibnu Taimiyah dan Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab yang selanjutnya mereka sebut Wahhabi adalah ancaman, setiap yang berbeda dengan tradisi adalah ancaman.

Sementara,
 Syiah Rafidhah (yang menolak Khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman) yang jelas-jelas merupakan Agama Imamiyyah dan merusak agama dan dunia mereka diamkan atau bahkan mereka bela!

Contoh kasus:

1●“Syaikh Idahram” (nama aslinya Marhadi) menulis buku-buku isinya membela Syiah dan menfitnah serta memusuhi Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab dan pengikutnya. Dia menfitnah “Salafi Wahabi” sebagai takfiri, khawarij, kejam, bengis, merusak, bid’ah, memalsu kitab-kitab, menerapkan hadits-hadits Khawarij untuk mereka; membunuh mereka berpahala!!
Silakan baca:
http://old.gensyiah.com/?s=idahram
http://www.gensyiah.com/?s=idahram

2● Dr. Ainur Rofiq al-Amin dosen Ushuluddin UINSA (Sunan Ampel) dalam kajian dan seminar “Syiah Ancaman bagi NKRI” di masjid Agung Probolinggo 29 Nop 2015, juga demikian. Menurut kami dia memiliki kontradiksi yang aneh dan ajaib. Dia menanamkan doktrin “ semua mukhalif (yang menyalahi) adalah ancaman dan musuh” namun di waktu yang sama dia “membela” Syiah!!
Dia (Dr. Ainur Rofiq al-Amin) tidak bisa atau tidak mau membedakan antara ikhtilaf dan iftiraq.

Dia tidak bisa memahami :
▬ persamaan NU dan Wahabi sebagai sesama Ahlussunnah
▬▬ yang berbeda dalam furuiyyah seperti yang ditetapkan Prof Dr Ali Mushthafa Ya’qub dalam bukunya “Titik temu NU-Wahhabi dalam Ushul tidak ada perbedaan).

Dia ((Dr. Ainur Rofiq al-Amin) tidak mampu memahami :
▬ perbedaan NU dan Syiah
▬▬ yang sudah diperingatkan oleh Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia, bahkan buku Panduan MUI Pusat untuk mewaspadai Syiah dibagikan di forum tersebut. Bahkan oleh Pendiri NU sendiri KH Hasyim Asy’ari rahimahullah sudah dijabarkan dengan jelas kesesatan Syiah dan sikap Ahlussunnah kepada mereka!

Dosen yang katanya mantan anggota HTI dan disertasinya membahas tentang Hizbut Tahrir yang diterbitkan menjadi buku berjudul “Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir di Indonesia” itu tidak tahu atau belum kalau Deprtemen Agama RI telah menyatakan bahwa Syiah imamiyyah Rafidahah adalah sarang khurafat!

Anehnya lagi,
 sudah mengaku tidak ahli tentang Syiah tetapi berbicara di depan forum dan menolak orang-orang yang lebih ahli seperti para Ustadz yang menjadi nara sumber NU dari PP Sidogiri Pasuruan.

Lebih aneh lagi,
 setelah berbicara dan melontarkan banyak syubhat langsung pergi!

Dosen yang tidak setuju penggunaan kata “Tuhan membusuk” oleh mahasiwa ushuluddin UINSA namunsetuju pada semangat anti fundamentalisme yang mereka usung itu sempat menyatakan kekecewaannya karena yang hadir tidak murni NU tetapi campur semua elemen Ahlussunnah yaitu NU, Irsyad, Muhammadiyah, Salafi dan lain-lain.

Tadinya,
dia (Dr. Ainur Rofiq al-Amin) sudah menyiapkan makalah dalam Power poin tentang bahaya gerakan Islam Transnasional sebagai ancaman, khususnya Wahabi.

Dia bilang Ormas Muhammadiyah juga Wahabi selama anti TBC (takhayyul, bid’ah dan khurafat), namun akhirnya makalah ini tidak disampaikan, karena takut fitnah, karena yang datang campur.

Demikianlah,
▬ di jaman Syiah menyerbu Indonesia ini,
▬▬ ada orang-orang yang sadar atau tidak sadar ingin memecah Ahlussunnah dan membela Syiah!

Maka beberapa jamaah menyatakan kekecewaannya atas ucapan dan sikap pemateri keempat yang menyimpang dari materi dan tujuan.

Silakan baca link berikut:
http://www.binamasyarakat.com/ahlussunnah-probolinggo-bersatu-melawan-syiah/
http://www.gensyiah.com/uin-surabaya-datangkan-virus-syiah-dan-politik-revolusi-iran-dari-sarangnya.html
http://www.gensyiah.com/prof-dr-ali-mushthofa-yakub-jangan-mau-jadi-jangkrik.html

Kasus daerah-daerah di Jawa Tengah

Khususnya di sekitar pegunungan Sumbing, Merapi dan Merbabu di Kab. Temanggung, Magelang dan Boyolali, Saat ini sungguh amat memilukan hati, bagaimana tidak, yang dirasakan langsung oleh ustad Waris di lapangan Dakwah kampung, antara Umat Islam benar-benar diadudomba dengan isu wahabi dan Salafi. Keduanya selalu disudutkan pada isu fanatisme berlebihan, terorisme dan anti Islam Tradisional.

Di pelosok,
jika sudah disebut wahabi, maka seperti dihabisi peran kebaikannya, bahkan langsung dilenyapkan. Yang mereka sebut wahabi ya yang selain mereka (yang memprovokasi itu), yaitu; JT, HTI, PKS, dan Salafi, semuanya disebut Wahabi sesat dan dianggap musuh bersama.

Sedangkan,
▬ Syiah justru tidak disinggung
▬▬ bahkan dianggap bukan musuh, bukan ancaman, bahkan dianggap tidak ada perbedaan.

Maka data dan fakta ini sungguh memprihatinkan.

✦Syiah di Ngablak :
— sudah nyata2 pamer gigi,
—— karena kadernya sukses dua kali menjabat jadi Kepala Desa!!

✦Syiah di Talun Magelang,
— sudah mulai mengancam umat Islam,
—— pemimpin mereka bilang kepada sahabat kami, “Jangan usik2 Syiah, karena kami punya kekuatan.”

Menghadapi semua ini para ustadz Ahlussunnah harus sabar dan tabah, tidak boleh terpancing,surut apalagi mundur. Harus terus belajar lapang hati dan sabar bhw dinamika umat kita memang digiring oleh opini dan media massa yang islamophobi.

Orcela Puspita/5 December 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.672 kali, 1 untuk hari ini)