Pemandangan tak biasa tampak dalam foto yang diabadikan dalam sebuah gereja di Gresik, Jawa Timur.

Sejumlah perempuan muda berjilbab dan pria berkopiah turut ambil bagian dalam ibadah yang diselenggarakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik. Mereka bahkan bertugas sebagai pengumpul persembahan (kolektan)./ fotojrnlind

  • Menyelenggarakan ibadah non Islam dengan memasukkan orang Islam itu adalah pembunuhan Iman Islam. Itu lebih kejam dibanding pembunuhan terhadap fisik orang muslim itu sendiri, menurut Al-Quran (QS Al-Baqarah: 191, dan 217).  Maka pemurtadan ini wajib diberantas tuntas oleh Umat Islam.

Ada gejala pemutadan model baru, Anak-anak Muda Berhijab dan Berkopiah Ikut Ibadah di Gereja di Gresik. Beritanya pun disiarkan di media online, disertai video pula. Masih pula dikilahi, bahwa itu bukan Kristenisasi tapi sebagai peserta Peace Train Indonesia II, yaitu program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Kali ini tujuannya adalah Surabaya, Sidorjo dan Gresik, Jawa Timur, menurut cowok.co yang dikutip http://jurnalindonesia.id

Dengan dalih apapun, umat Islam wajib waspada. Para Ulama pun wajib mengambil sikap atas cara-cara licik pemurtadan ini.

Umat Islam perlu sekali menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Itu ditegaskan dalam Al-Qur’an.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ} [التحريم: 6]

  1. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan [At Tahrim6]

Yang paling penting dijaga adalah keimanan keislaman, jangan sampai mati kecuali dalam keadaan Islam. Hingga setiap jum’at, Umat Islam senantiasa dinasihati para khatib dengan ayat:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam [alamAl ‘Imran102]

Lakum diinukum waliyadin.

Terhadap ajakan model jahiliyah (yaitu penyembahan bersama-sama antar agama) itu sebenarya sudah langsung dijawab lewat wahyu Allah, dalam satu surat yakni surat al-kafirun. Suatu penegasan dilarangnya umat Islam ikut menyembah sesembahan orang-orang kafir.

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١  لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢  وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣  وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥  لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦ [سورة الـكافرون,١-٦]

  1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir
  2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
  3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
  4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
  5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
  6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” [Al Kafirun,1-6]

Membunuh Iman Islam itu lebih kejam dibanding membunuh orang Islamnya

Pihak non Muslim menyelenggarakan peribadahan dengan melibatkan umat Islam itu adalah lebih besar bahayanya dibanding pembunuhan badan orang Muslim itu sendiri. Maka umat Islam wajib faham, bahwa pembunuhan iman itu lebih dahsyat bahayanya daripada pembunuhan badan si orang muslim itu sendiri. Sedangkan pembunuhan badan orang Muslim itu sendiri sudah merupakan kriminal kejahatan yang sangat tinggi. Maka apabila ini tetap tidak dilarang, jangan salahkan umat Islam bila terjadi apa-apa yang tidak diinginkan. Karena menurut Islam, penyerangan dengan cara itu justru serangan terhadap Umat Islam yang tertinggi, paling dahsyat. Ini ayatnya.

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Al-Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya,

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir Ath-Thabari juz 3 halaman 565).

Oleh karena itu, proyek pembunuhan iman dari Islam untuk dikembalikan kepada kekufuran ataupun kemusyrikan itu lebih sadis dibanding pembunuhan manusianya (muslim- dan muslimah) itu sendiri; maka bagi Umat Islam merupakan kewajiban yang sangat tinggi nilainya untuk memberantasnya sampai se-akar-akarnya dengan harta dan jiwa.

 Allahu Akbar!

***

Anak-anak Muda Berhijab dan Berkopiah Ikut Ibadah di Gereja di Gresik

Cowok.co pada Nasional

Pemandangan tak biasa tampak dalam foto yang diabadikan dalam sebuah gereja di Gresik, Jawa Timur.

Sejumlah perempuan muda berjilbab dan pria berkopiah turut ambil bagian dalam ibadah yang diselenggarakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik. Mereka bahkan bertugas sebagai pengumpul persembahan (kolektan).

Namun jangan salah paham dulu. Ini bukan acara Kristenisasi apalagi pemaksaan suatu ajaran agama kepada pemeluk agama lain. Justru sebaliknya, ini merupakan proses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam perbedaan agama, dengan bingkai semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Mereka adalah sebagian dari peserta Peace Train Indonesia II, yaitu program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Kali ini tujuannya adalah Surabaya, Sidorjo dan Gresik, Jawa Timur.

Di kota-kota ini peserta mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antar agama.

Siaran pers Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (Sejuk) yang menyertakan foto saat anak-anak muda tersebut beribadah di GKI Gresik, Minggu 5 November 2017, menjelaskan gambar tersebut sebagai “wajah-wajah khidmat peserta Peace Train 2, kalangan milenial lintas-iman dari berbagai wilayah Indonesia yang menaiki kereta Jakarta-Surabaya, tengah bergumul dalam jiwa yang dipenuhi kasih dan damai.”

Ayat Alkitab yang dikutip dari ibadah itu adalah yang berkata, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14)

“Program ini memiliki dua tujuan utama, yakni menciptakan jembatan penghubung antar pemuda dari berbagai agama di satu kota dengan para pemuda lintas agama di kota tujuan. Kedua, menciptakan ruang perjumpaan antar pemuda dari berbagai agama tersebut dengan beragam komunitas agama, komunitas penggerak toleransi dan perdamaian serta komunitas rumah-rumah ibadah dari berbagai agama,” kata Ahmad Nurcholish, salah satu penggagas program ini, dikutip dari siaran pers Sejuk (03/11).

“Perjumpaan tersebut penting agar generasi muda kita dapat saling mengenal, terutama terhadap pelbagai keragaman agama serta keunikan dan kekhasan di dalamnya sehingga memungkinkan mereka untuk saling memahami, menghargai dan menghormati yang pada tahap selanjutnya dapat saling bekerjasama mewujudkan perdamaian,” kata penulis buku “Merajut Damai dalam Kebinekaan” ini.

Program ini merupakan yang kedua kali, setelah Peace Train Indonesia I dianggap sukses. Pada 15-17 September lalu, Peace Train I menempuh perjalanan Jakarta- Semarang. Sedangkan Peace Train II ini menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya pada 3-5 November.

Peace Train II diikuti oleh 20 peserta dari berbagai agama yang berasal dari Medan, Riau, Jabodetabek, Salatiga, Cirebon, Rembang, Makassar, Banjarmasin, Papua, Sidoarjo, Lamongan, Surabaya dan Malang. Ke-20 peserta tersebut ditemani oleh 5 orang fasilitator, yakni Ahmad Nurcholish, Anik HT, Frangky Tampubolon, Destya Mawriz, dan Johan Edward yang merupakan penggagas dari program ini.

Program ini diorientasikan untuk menjadi program regular – yang rencananya akan dihelat setiap bulan dengan tujuan kota yang berbeda-beda – agar dapat mengeksplorasi sebanyak mungkin kota di Indonesia yang bisa dijangkau melalui moda kereta api, dan melibatkan sebanyak mungkin komunitas muda lintas agama.

Lihat videonya berikut:

Artikel ini sudah diterbitkan di Cowok.co

http://jurnalindonesia.id

***

Mereka sudah menyerang dengan serangan paling dahsyat, menurut Islam

Allah Ta’ala telah memberikan aba-aba ketika umat Islam menghadapi penyerangan. Apalagi dalam kasus seperti ini menurut Islam adalah penyerangan yang paling dahsyat.Maka petunjuk Allah Ta’ala ini sangat penting untuk diperhatikan:

{ وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ } [البقرة: 190]

  1. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas [Al Baqarah190]

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.767 kali, 1 untuk hari ini)