Habib Rizieq Syihab (IST)

Publik harus mewaspadai kasus penistaan Pancasila oleh Habib Rizieq dihentikan bisa menjadi barter kasus Sukmawati yang telah menistakan agama.

Demikian dikatakan pengamat politik Muhammad Huda kepada suaranasional, Sabtu (5/5). “Kasus penistaan Pancasila layak dihentikan karena sangat rekayasa,” ungkapnya.

Kata Huda, publik harus tetap mengawal kasus Sukmawati karena telah merusak kedamaian di bumi NKRI. “Dengan dihentikan kasus Habib Rizieq membuktikan Imam Besar FPI tidak bersalah,” paparnya.

Huda mengatakan, publik perlu mewaspadai taktik jahat setelah penghentikan kasus Habib Rizieq. “Bisa jadi ini pancingan agar Habib Rizieq pulang dan dimasukkan penjara dengan kasus lainnya,” jelas Huda.

Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat menghentikan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana membenarkan hal tersebut.

“Iya betul (dihentikan). Saya lupa mungkin kalau enggak bulan Februari atau Maret 2018,” kata Umar, Jumat (4/5).

Mengenai alasan penghentian kasus ini, Umar mengaku dirinya lupa. Namun, dirinya menyatakan alasan penghentian kasus atau SP3 kasus ini berdasarkan KUHAP yakni tidak ada tindak pidana, kurang alat bukti, tersangka meninggal atau kasus sudah kadaluarsa.

“Nah untuk kasus ini (Rizieq) saya lupa alasannya apa. Tapi kadaluarsa tidak mungkin. Mungkin tidak ada pidana. Saya mesti cek dulu,” katanya.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.069 kali, 1 untuk hari ini)