CEO Lippo Group James Riady (kanan) bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kiri) serta Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (tengah) saat Rakernas II PBNU di Jakarta, Sabtu 19 November 2016. (ID/David Gita Roza)


Sudah ada peringatan dari Allah Ta’ala berupa ayat “walan tardho” (QS 2:120) namun NU tampaknya justru lebih sering runtang-runtung dengan pihak dhoolliin itu.

Tidak kurang-kurang suara yang mengkritisi sikap NU, namun rupanya tidak kapok-kapoknya sampai kini.

Di antara kritikan masih bisa dibaca.

Andil NU, Banser, dan PKB dalam Memuluskan Kristenisasi, Natalan dan Merusak Aqidah Islam https://www.nahimunkar.org/andil-nu-banser-dan-pkb-dalam-memuluskan-kristenisasi-natalan-dan-merusak-aqidah-islam/

Golongan Terbalik, Bermanis-manis dengan Kafirin, Bersumpah Serapah ke Sesama Muslim

https://www.nahimunkar.org/golongan-terbalik-bermanis-manis-dengan-kafirin-bersumpah-serapah-ke-sesama-muslim/

Kongres NU 1927 Menjunjung Sepuluh Jari Pemerintah Belanda

https://www.nahimunkar.org/kongres-nu-1927-menjunjung-sepuluh-jari-pemerintah-belanda/

Apa Hubungan Tarekat, Theosofi Yahudi, dan NU dalam Mendukung Penjajah dan Menghadapi Islam?

https://www.nahimunkar.org/apa-hubungan-tarekat-theosofi-yahudi-dan-nu-dalam-mendukung-penjajah-dan-menghadapi-islam/

Ayat-ayat berikut ini perlu sekali dicamkan oleh NU dan juga Umat Islam pada umumnya.

{لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79) تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ } [المائدة: 78 – 81]

78. Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas

79. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik [Al Ma”idah,78-81]

Kecaman ayat untuk ahli kitab ini justru tampaknya ditiru dengan diulang-ulang atau dilanjut-lanjutkan: Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan (Al-Maidah: 80).

Dan kini mau diulangi lagi. beritanya ini.

***

James Riady Bantu NU Bangun Rumah Sakit Umum

Jakarta – CEO Lippo Group James Riady mendorong agar Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) membangun rumah sakit umum di daerah guna membantu warga NU yang kesulitan dengan biaya kesehatan.

Menurut James, biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah sakit umum tersebut tidaklah besar tetapi akan sangat membantu bagi Warga NU yang mengalami masalah kesehatan.

“Bangunan satu meter paling Rp 1,5 juta, bangun 2.000-3.000 meter paling Rp 3 miliar. Lalu equipment (peralatan)nya kan tidak usah ada MRI dan CTscan, jadi paling Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar. Jadi mau bangun 50,60,70 ranjang uangnya tidak seberapa,” kata James saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PB NU di Jakarta, Sabtu (19/11).

Bahkan, James langsung menyatakan bersedia untuk membantu dan rela tidak mendapatkan saham dari kerja sama yang mungkin dijajaki tersebut.

“Jadi saya bersedia pak, kalau bapak, memang NU ini serius (membangun rumah sakit umum),” ungkapnya.

Untuk itu, James meminta NU untuk segera menyiapkan satu tim yang serius menyiapkan rencana pembangunan tersebut. Sekaligus, menentukan lokasi rumah sakit nantinya. Terutama, di daerah basis NU yang paling padat dan mayoritas masyarakatnya menengah ke bawah.

Bantuan dari James tersebut langsung direspon Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini dengan menugaskan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama untuk menindaklanjuti kerjasama pembangunan rumah sakit umum itu.

Sebagaimana diketahui, NU mengelola sekitar 30 rumah sakit swasta yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Novi Setuningsih/YUD

Suara Pembaruan/http://www.beritasatu.com

(nahimunkar.com)