Az-Zaniyah (Wanita Pezina)


Bukalah surat an-Nur, ayat kedua, engkau akan dapati bahwa penyebutan az-Zaniyah (wanita pezina) didahulukan sebelum penyebutan az-Zaniy (lelaki pezina) dalam urusan penegakkan hadd bagi pelaku zina. Hal semacam ini amat jarang sebab dalam Al-Qur’an biasanya penyebutan lelaki lebih didahulukan.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS. An Nur: 2)

Apa rahasia di balik penyebutan az-Zaniyah lebih didahulukan dibanding az-Zaniy?

1. Kunci utama terjadinya zina ada pada seorang wanita, bukan lelaki. Saat seorang lelaki merayu wanita untuk berzina maka kuncinya masih tertutup sebab seorang wanita akan sulit mengiyakan.

Berbeda jika si wanita lah yang merayu seorang lelaki untuk berzina, si lelaki akan luruh dan pertahanan imannya akan runtuh. Sebab pada wanita terkumpul daya pikat yang menstimulus pandangan mata dan birahi lelaki. Apalagi terkomposisikan dengan suaranya dan wewangian yang mereka pakai. Terjadilah zina itu.

2. Dampak dari zina akan lebih terlihat pada wanita dari segi pandangan manusia. Begitu pula dengan keluarga si wanita. Publik akan memandang hina si wanita dibanding pandangan kepada si lelaki dan keluarga si lelaki. Manusia akan cepat melupakan si lelaki. Sementara si wanita akan sulit dilupakan bahwa dia adalah pezina. Padahal keduanya sama-sama melakukan dosa yang sama.

Allah Dzat Pencipta Lagi Maha Mengetahui telah menetapkan format syariat terbaik bagi wanita –dan juga untuk seluruh makhluk-. Ketika Allah mendahulukan wanita dalam penyebutan hadd zina ada isyarat agung untuk membimbing dan mengarahkan wanita menuju maslahat baik di dunia maupun akhirat:

1. Allah mensyariatkan agar wanita tidak berlembut-lembut dalam bersuara dengan lawan jenis. Sebab kelembutan nada suaranya akan menggugah syahwat lelaki.

2. Allah mensyariatkan mereka menutup sekujur tubuh dengan hijab sempurna yang tidak menampakkan lekuk tubuhnya.

3. Allah mensyariatkan mereka tidak bertabarruj dan menampakkan pernak-pernik perhiasan di hadapan lelaki bahkan melarang mereka melakukan hal-hal yang menjadikan perhiasannya mengeluarkan bunyi/suara.

4. Allah mensyariatkan mereka untuk menutup muka (bercadar/berniqab).

5. Allah mengharamkan mereka mengenakan wewangian di luar rumah

6. Allah mensyariatkan agar mereka menjaga pandangan sekaligus menjaga kemaluannya.
Bahkan beberapa poin di atas termaktub dalam surat an-Nur sendiri
___
Karena itu, terkait para muslimah yang bermudah-mudahan menampakkan foto, baik bercadar atau tidak, baik aurat terlihat atau tidak terlihat, di sosmed, ini bukanlah hal yang sejalan dengan tuntutan syariat.

__.
Yani Fahriansyah

Via fb

 

Yani FahriansyahIkuti

17 jam

Iwan Permana‎ ke AL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

3 jam · 


 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 341 kali, 1 untuk hari ini)