MUI zaman sekarang ini pating cloneh. Di MUI Pusat ada nama-nama pendukung Ahmadiyah dan acara Valentine’s day sepert Azyumardi Azra. Ada pendukung syiah yaitu Muhyiddin Junaidi. Ada pendukung Anand Krishna (orang kafir yang mengacak-acak pemahaman tentang Al-Qur’an) yaitu Nasaruddin Umar (diangkat pula oleh Menag Lukman jadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta menggantikan Ali Mustafa Yaqub yang anti syiah dan anti liberal). Ada pentolan aliran sesat LDII yaitu Hasyim Nasution. Ada Abdul Moqsith Ghazali pembela nabi palsu Ahmad Moshaddeq, dan pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal). (lihat https://www.nahimunkar.org/inilah-orang-orang-yang-selayaknya-dikeluarkan-dari-mui/ ).

Dengan kenyataan yag sangat memprihatinkan seperti itu, bagaimana MUI Pusat mampu bersuara terhadap MUI daerah. Sampai ada ketua MUI Kota Palu yang terindikasi syiah dan berani meminta umat Islam untuk mensukseskan perayaan kemusyrikan Imlek pun MUI Pusat  belum terdengar reaksinya. (Lihat https://www.nahimunkar.org/terindikasi-syiah-ketua-mui-kota-palu-minta-umat-islam-sukseskan-perayaan-imlek/ ).

Kali ini mari kita simak bagaimana celoteh Azra dalam membela Valentine’s day, hingga mendapatkan reaksi keras dari anggota suatu milis beberapa waktu lalu.

***

Date: Sun Feb 17 04:37:25 PST 2008

 From: Wido Q Supraha <supraha@indo. <mailto:supraha% 40indo.net. id> net.id>

 To: Al-Ikhwan@yahoogrou <mailto:Al-Ikhwan% 40yahoogroups. com> ps.com,

      insistnet@yahoogrou <mailto:insistnet% 40yahoogroups. com> ps.com

 Subject: [INSISTS] Azyumardi Azra dan Valentine Ala Indonesia

 —

Azyumardi Azra dan Valentine Ala Indonesia

 Iqbal Fadil – detik.com, 14/02/2008 11:31 WIB

Jakarta – Pelarangan perayaan hari Valentine di Indonesia dinilai tidak tepat. Apalagi kalau dengan pendekatan doktrinal keagamaan. Tidak akancocok. Namun tidak ada salahnya dengan Valentine ala Indonesia.“Valentine’s Day memang tradisi yang berakar dari Katolik. Karena  pengaruh globalisasi, hari Valentine menyebar ke mana-mana,” tutur cendekiawan  muslim Azyumardi Azra di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis  (14/2/2008).

Menurut mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah ini, Valentine saat ini sudah berubah menjadi fenomena sosial budaya. “Pelarangan oleh pemerintah tidak tepat. Valentine adalah gejala globalisasi. Gejala gaya hidup yang menyebar ke mana-mana,” ujarnya. Menurut Azyumardi, antisipasi yang harus dilakukan justru dengan pendekatan sosial kultural juga, yakni mengarahkan perayaan Valentine kepada hal-hal yang positif.

“Jadi kalau ada yang merayakan Valentine, disesuaikan dengan konteks

Indonesia. Sebab Valentine tidak bisa dicegah, sulit untuk dibendung dan

dilarang,” pungkas Azyumardi. ( ziz / sss )

 Source :       http://www.detiknew

      <http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/

      02/tgl/14/ tim> s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 02/tgl/14/ tim

      e/113119/idnews/ 893886/idkanal/ 10

From: insistnet@yahoogrou ps.com [mailto:insistnet@yahoogrou ps.com] On

      Behalf

      Of Naufal

      Sent: Monday, February 18, 2008 8:32 AM

      To: insistnet@yahoogrou ps.com

      Subject: Re: Re:[INSISTS] Azyumardi Azra dan Valentine Ala Indonesia

 Azyumardi Azra :

 Sebab Valentine tidak bisa dicegah, sulit untuk dibendung dan dilarang,”

      pungkas Azyumardi. ( ziz / sss )

Siapa yg bilang tidak bisa dicegah?

      Siapa yg bilang sulit dibendung dan dilarang?

      yang bilang begitu kan dia sendiri?!?!?

      belom tentu orang lain bepikir begitu juga kan?!

   Kalo merasa nga PeDe atau ngga mampu mencegah dan membendung sehingga merasa sulit mencegah dan membendung hal itu, ya gak usah ngajak orang lain supaya ikut merasa sulit juga donk?! gimana sih nih pak Azra, masa’ kayak gitu aja sulit???? apanya yg sulit sih?

 to:insistnet@yahoogroups.com

            From:”Akmal” <malakmalakmal@gmail.com>  Add Mobile Alert

            Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by

            yahoogroups.com. Learn more

            Date:Mon, 18 Feb 2008 11:36:13 +0700

            Subject:RE: Re:[INSISTS] Azyumardi Azra dan Valentine Ala Indonesia

Mungkin besok2 dia akan bilang : “Iblis itu sulit dibendung, dan syetan ada dimana-mana. Jadi gak usah dicegah, cukup disesuaikan dgn kultur kita, maka jadilah syetan yang Indonesiawi. ..” kekekekeke “

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.140 kali, 1 untuk hari ini)