Tidak perlu dibaca, kita sudah pasti tahu kalau salah satu “dosa” yang akan dibasmi oleh Menteri Dungu ini akan berkaitan dengan “radikal-radikul” yang dibungkus dengan bahasa “Intoleransi”.

Bagi sebagian manusia penerus Abu Jahal, bentuk toleransi adalah meniru dia. Misalnya kawin beda agama. Terus agama dijadikan cuma pelengkap KTP!

Sungguh sial kita berada di Rezim yang mengaku-ngaku paling Pancasilais tapi meminggirkan sila Pertama dan Paling Utama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baru di Rezim ini semua masalah selalu disangkut-pautkan dengan radikal-radikul. Karena Pejabat kita banyak yang tidak punya akal dan otaknya didengkul.

Bukannya berusaha mendamaikan dan menyatukan anak bangsa, malah sibuk memecah-belah dengan politik bambu. Angkat satu, injak yang lain. 

 

Kan Vadjingan!

(Azwar Siregar)

portal-islam.id,Kamis, 23 September 2021 CATATAN

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 155 kali, 1 untuk hari ini)