Babi Ngepet Depok Cuma Rekayasa, Pelaku Ditangkap Polisi

  • Polisi soal ‘Babi Ngepet’ di Depok: Hanya Seekor Hewan


Adam Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka penyebar kebohongan terkait babi ngepet di Depok. Foto: CNN Indonesia/ Thohirin

Jakarta, CNN Indonesia — 

Polres Depok menetapkan Adam Ibrahim sebagai tersangka karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks soal babi ngepetdi Depok.

Babi ngepet itu sempat menjadi viral di media sosial setelah video penangkapan hewan itu beredar.

Kapolres Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan dalam kasus ini tersangka sengaja membuat cerita bohong soal babi ngepet hingga akhirnya membuat warga percaya.

“Jadi tersangka ini bekerja sama (dengan) sekitar 8 orang membuat cerita, mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu bener. Ternyata itu rekayasa dari tersangka dan teman-temannya,” kata Imran kepada wartawan, Kamis (29/4).

Kata Imran, cerita soal babi ngepet itu dibuat setelah ada warga kehilangan uang sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Dari sana, tersangka kemudian memesan seekor babi secara online dari seorang pecinta binatang. Babi itu dibeli seharga Rp900 ribu, ditambah ongkos kirim Rp200 ribu.

“Tujuan mereka ada, supaya dia lebih terkenal di kampungnya karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya, tapi tokoh enggak terlalu terkenal,” tutur Imran.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

(dis/gil)

CNN Indonesia | Kamis, 29/04/2021 13:45 WIB

 

***

 

Polisi soal ‘Babi Ngepet’ di Depok: Hanya Seekor Hewan

Ilustrasi babi. (Foto: Istockphoto/Mauribo)

Jakarta, CNN Indonesia — 

Polisi angkat suara soal seekor babi yang diisukan sebagai ‘babi ngepet‘ di wilayah Sawangan, Depok, Jawa Barat. Babi itu telah ditangkap warga pada Senin (26/4) malam dan disembelih.

Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing mengatakan, pihaknya tak bisa menyimpulkan babi itu adalah babi ngepet. Sebab hanya bersumber dari warga.

“Berdasarkan cerita ini kita belum bisa menyimpukan karena faktanya yang kami temukan hanya seekor (hewan) babi,” ujar Rio kepada wartawan, Rabu (28/4).

Rio menjelaskan, secara fisik, binatang yang ditangkap oleh warga itu adalah babi dalam ukuran normal. Ia membantah anggapan warga yang menyebut ukuran babi itu mengecil.


“Secara fisik kondisi babi saat kami temukan babi normal, seperti babi hutan dan ukurannya sudah kecil. Kalau ada yang bilang dari besar terus mengecil, faktanya saat anggota ke sana ditemukan kecil,” tutur Rio.

Rio pun mengimbau kepada warga untuk tetap tenang atas temuan itu dan jangan sampai menimbulkan kekisruhan maupun kerumunan.

Selain itu, Rio juga meminta kepada warga yang memang mengalami aksi pencurian untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Apalagi, kata Rio, sejauh ini pihaknya tak pernah menerima laporan terkait kasus pencurian tersebut.

“Soal adanya warga yang sering kehilangan uang kita belum dapat laporannya. Kita pun baru tahu katanya ada yang sering mengalami pencurian. Nah ini akan kami lakukan patroli secara rutin,” ucap Rio.


Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video penangkapan babi ngepet di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Ketua RW 4 Bedahan, Abdul Rosad mengatakan saat penangkapan itu warga langsung memasukkan babi tersebut ke kandang. Warga menduga hewan itu ‘babi ngepet’, hewan mistis yang menurut tuturan temurun berwujud asli manusia.

“Untuk sampai saat ini, sampai kronologi semalam ini, ya itu memang babi ngepet,” tutur Abdul Rosad.

Setelah ditangkap, warga kemudian memutuskan untuk menyembelih babi yang diisukan sebagai ‘babi ngepet’.

Warga RT 04 RW 04 Kelurahan Bedahan, Adam Ibrahim menyebut pihaknya memutuskan untuk memenggal babi tersebut setelah mendapat tekanan dari aparat kepolisian.

“Di situ kita ditekan oleh aparat, agar tidak mengadakan hal ini lagi. Artinya bagaimana caranya supaya tidak ada orang untuk berkerumun,” kata Adam kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/4).

(dis/kid)

CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 16:15 WIB

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 371 kali, 1 untuk hari ini)