Kecurangan proses Pilpres 2014 sungguh sangat mengecewakan Prabowo Subianto, apalagi ada pemilih yang meninggal dunia bisa mencoblos hingga enam kali.

Kecurangan proses Pilpres 2014 sungguh sangat mengecewakan Prabowo Subianto, apalagi ada pemilih yang meninggal dunia bisa mencoblos hingga enam kali.

Kondisi itu jelas dipandang miris di tengah negara merdeka yang sedang menegakkan demokrasi.

“Bagaimana bisa di negara yang merdeka, di negara yang terhormat, bisa ada mayat memilih, nusuk (surat suara) sampai enam kali,” ujar Prabowo, Selasa (19/8/2014).

Karut-marutnya proses Pilpres 2014 itu diungkap Prabowo Subianto saat hadir dalam silaturahmi dengan relawan dan simpatisan Koalisi Merah Putih Tingkat Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya, jika proses demokrasi berjalan jujur dan adil, hal seperti itu tidak akan terjadi. “Orang yang sudah mati 10 tahun lalu, dia bisa nusuk enam kali. Yang hidup saja dia hanya boleh nusuk satu kali,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai masalah dan kecurangan dalam pilpres dipandang sudah tidak lagi wajar. Kecurangan itu pun tidak bisa ditolerir. “Masalahnya adalah kecurangan ini sudah di depan mata, sudah terlalu menyakitkan hati,” tegasnya.

Atas alasan itu, Prabowo membawa berbagai kecurangan yang ada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini artinya adalah merobek-robek UUD kita, ini artinya menghina puluhan ribu orang yang telah berkorban untuk membela UUD 1945, ini artinya mengejek rakyat Indonesia,” jelasnya.

Prabowo mengajak semua pihak untuk mendoakan agar MK mengambil keputusan yang adil dan benar. Jika di MK hasilnya tidak memuaskan, masih ada jalan lain yang akan ditempuh.

“Kita masih ada jalan, masih bisa menempuh ke PTUN, kita juga masih bisa menempuh jalan ke Mahkamah Agung (MA), dan kekuatan politik kita juga sangat kuat,” tandas Prabowo.

(pemilu.sindonews.com/nahimunkar.com)

(Dibaca 1.000 kali, 1 untuk hari ini)