Duh! Jokowi Hapus Tenaga Honorer, 410 Ribu Orang Terancam Jadi Pengangguran/ democrazy.id

Silakan simak ini.

***

Bagaimana Cara Mengadu kepada Allah Semata ?

 

Pertanyaan

Apakah memunginkan bagi anda untuk menjelaskan bagaiamana caranya mengadu kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata ?, dan di dalam surat Yusuf Allah ta’ala berfirman melalui lisan Ya’qub ‘alaihis salam:

{إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [يوسف: 86]

“Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)

Dan di dalam surat Al Mujadalah:

{قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ} [المجادلة: 1]

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al Mujadalah: 1)

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Hendaknya pengaduan itu ditujukan kepada Allah semata, karena hal itu termasuk kesempurnaan ibadahnya seorang hamba, tawakkal, merasa perlu dan butuh kepada Tuhannya, dan termasuk kesempurnaan ketidakbutuhan Tuhan subhanahu kepada manusia.

Syeikh Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- berkata:

“Pengaduan itu hanya kepada Allah ta’ala, sebagaimana ucapan seorang hamba yang sholeh: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. (Minhajus Sunnah an Nabawiyyah: 4/244)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan di dalam kitab-Nya untuk bersabar dengan baik, mendiamkan dengan baik, saya telah mendengar Syeikh Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah mensucikan ruhnya- berkata: Kesabaran yang baik itu adalah yang tidak ada keluhan di dalamnya dan bersamanya, memaafkan dengan baik itu adalah yang tidak ada celaan bersamanya, mendiamkan dengan baik itu adalah yang tidak ada unsur menyakiti bersamanya”.

Dan mengadu kepada Allah ‘azza wa jalla tidak menafikan (meniadakan) kesabaran, karena Ya’qub –alahis salam- telah berjanji dengan kebaran yang indah, dan seorang Nabi jika telah berjanji ia tidak mengingkarinya, kemudian berkata: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. (QS. Yusuf: 86) dan demikian juga Nabi Ayyub, Allah telah mengabarkan bahwa beliau sebagai orang yang sabar di dalam firman-Nya: “”(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiya’: 83)

Dan yang menafikan kesabaran itu adalah mengeluhkan (tentang) Allah bukan mengadu kepada Allah, sebagaimana seseorang melihat seorang lelaki yang mengeluhkan puncak kemiskinan dan kemelaratannya kepada orang lain, lalu ia (yang melihatnya itu) berkata: wahai kamu, kamu mengeluhkan (tentang) Dzat Yang Menyayangimu kepada orang yang tidak menyayangimu?, kemudian ia bersyair:

وَإِذَا عَرَتْكَ بَلِيَّةٌ فَاصْبِرْ لَهَا ** صَبْرَ الْكَرِيمِ فَإِنَّهُ بِكَ أَعْلَمُ

وَإِذَا شَكَوْتَ إِلَى ابْنِ آدَمَ إِنَّمَا ** تَشْكُو الرَّحِيمَ إِلَى الَّذِي لَا يَرْحَمُ ؟

Dan jika Anda menghadapi malapetaka, bersabarlah dengan kesabaran yang murah hati, karena Anda tahu yang terbaik

Jika Anda mengeluh kepada anak Adam, (berarti) Anda mengeluhkan tentang Yang Maha Penyayang kepada yang tak (punya) kasih sayang.

Selesai. (Madarikus Salikin: 2/160)

Ia (Ibnu Qayyim) juga berkata:

“Keluhan itu ada dua: Salah satunya, mengadu kepada Allah, hal ini tidak menafikan kesabaran, sebagaimana ucapan Ya’kub:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. (QS. Yusuf: 86)

Juga ucapanya:

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ

“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)”. (QS. Yusuf: 83)

Dan ucapan Ayyub: مَسَّنِيَ الضُّرُّ

“”(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit”. (QS. Al Anbiya’: 83)

Bersamaan dengan Allah mensifatinya dengan kesabaran. Dan pemuka orang-orang yang sabar –shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihi- bersabda:

اللهم أشكو إليك ضعف قوتي وقلة حيلتى

” Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu, lemahnya kekuatanku dan sedikitnya caraku…”.

Kedua:

Mengeluhkan musibah dengan bahasa ucapan dan kondisi, maka yang demikian ini tidak bertemu dengan kesabaran, bahkan berlawanan dan membatalkannya, maka bisa dibedakan antara mengeluhkan Allah dan mengeluh kepada Allah”. Selesai. (‘Uddatus Shabirin: 17)

As Sa’di berkata:

“Mengadu kepada Allah tidak menafikan kesabaran, namun yang menafikan adalah mengadu kepada para makhluk”. (Tafsir As Sa’di: 411)

Mengadu kepada Allah: bahwa jika seorang hamba ditimpa sesuatu, atau terkena sesuatu atau sedang membutuhkan sesuatu, ia mengadu kepada Allah semata, dan mengangkat keperluannya kepada-Nya dan memasrahkan kepada-Nya –sebagaimana keadaan para Nabi ‘alaihimus salam pada keperluan-keperluan dan pengaduan-pengaduan mereka-, seraya mengingat, berdoa dan bersimpuh kepada Tuhannya, bertaubat dan kembali, mendekatkan diri kepada-Nya dengan berbagai macam ibadah; karena hal itu merupakan bentuk kesempurnaan ibadah dan tawakkal kepada Allah.

Lihat juga jawaban soal nomor: 5952 dan 148943

Wallahu Ta’ala A’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

219681

Tanggal Tayang : 03-03-2021

Penampilan-penampilan : 3456

ID

https://islamqa.info/id/answers/219681/bagaimana-cara-mengadu-kepada-allah-semata

 

***

 

Duh! Jokowi Hapus Tenaga Honorer, 410 Ribu Orang Terancam Jadi Pengangguran

Posted on 20 Juni 2022

by Nahimunkar.org

 
 

2014, Jokowi janji bantu semua guru honorer agar diangkat jadi PNS.

2019, Sambut kemenangan Jokowi – Ma’ruf, Honorer siap pesta.

2020, Pemerintah dan DPR sepakat hapus tenaga honorer di Pemerintahan.

2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menghapus status tenaga honorer mulai 2023 mendatang. Berdasarkan data Kemenpan RB, per Juni 2021 (sebelum pelaksanaan CASN 2021) jumlah tenaga honorer (THK-II) sebanyak 410.010 orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menghapus status tenaga honorer mulai 2023 mendatang. 
 

Tenaga Honorer diberi kesempatan mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau beralih ke outsourcing.

 
 

Jumlah tenaga honorer yang akan dihapus ini cukup banyak.

 
 

Berdasarkan data Kemenpan RB, per Juni 2021 (sebelum pelaksanaan CASN 2021) jumlah tenaga honorer (THK-II) sebanyak 410.010 orang.

Jika rencana ini diwujudkan, dikhawatirkan akan menambah angka pengangguran di Indonesia.
 

“Kami punya PR bagaimana menyelesaikan ini dengan baik. Realitas di lapangan kawan-kawan ini sudah bekerja bertahun-tahun. Tentu perlu diberikan kesempatan untuk diprioritaskan terlebih dahulu,” ujar Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kemenpan-RB Alex Denni, di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

DEMOCRAZY News

Juni 19, 2022


***

 

Aruna Asykari

 @AkungAruna

 10j

Puluhan ribu honorer terancam jadi pengangguran.

“Kalau statusnya honorer, tidak jelas standar pengupahan yang mereka peroleh,” (Tjahjo Kumolo) #2023JokowiExpired

#2023JoKowiExpired

***

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin

 

(nahimunkar.org)