Bagaimana Hukum Seorang Suami….


Jawabnya

عن وَهْبَ بْنَ جَابِرٍ يُحَدِّثُ ، أَنَّ مَوْلًى لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَهُ، إِنِّى أُرِيدُ أَنْ أُقِيمَ هَذَا الشَّهْرَ هَا هُنَا بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ. فَقَالَ لَهُ: تَرَكْتَ لأَهْلِكَ مَا يَقُوتُهُمْ هَذَا الشَّهْرَ ، قَالَ لاَ. قَالَ: فَارْجِعْ إِلَى أَهْلِكَ فَاتْرُكْ لَهُمْ مَا يَقُوتُهُمْ ، فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ: كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

Dari Wahb bin Jabir rahimahullah mengisahkan:

“Seorang budak milik Abdillah bin ‘Amru radhiallahu ‘anhu pernah berkata kepadanya: “Aku ingin sekali bermukim selama sebulan di sini, di Baitul Maqdis Palestina”.

Maka beliau berkata kepadanya: “Maka apakah kamu telah memberikan anggaran belanja untuk kebutuhan mereka (keluargamu) selama satu bulan”.

Ia menjawab: “Tidak !”.

Maka ‘Abdillah bin ‘Amru radhiallahu ‘anhu berkata: “Kembalilah kamu kepada keluargamu dan hendaklah kamu berikan dulu anggaran rumah tangga untuk menopang kehidupan mereka.

Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Cukuplah seseorang dikatakan berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggung jawabnya“.

[HR. Abu Dawud 1692, Nasa’I 9177, Ahmad 6495]

Ustadz Yahya Darussalaam

.

Sumber Jambi Mengaji

.

Reposting FP Pengikut Sunnah

Link

facebook.com/kajianpengikutsunnah

 

Pengikut Sunnah

utrSh9f Jaehenpualdroi fpunukeutnl 1eislo8trr.r0ae9dh

 

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 234 kali, 1 untuk hari ini)