Bagaimana Hukumnya Jika Seseorang Sudah Bertaubat, tetapi Terjatuh Lagi pada Maksita Tersebut

 

Pertanyaan
Akhwat (Palu)

6 years ago


Bismillah. afwan ustad,, begini.. bagaimana hukumnya jika seseorang sudah bertaubat dari melakukan suatu maksita, tetapi qt terjatuh lagi pada maksita tersebut?? tolong nasehatnya ustad. Jazakallah khair


Jawaban Redaksi salamdakwah.com

6 years ago


Ada pertanyaan senada yang dilontarkan kepada Ulama’ yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi:
Jika seseorang berdosa kemudian dia beristighfar (meminta ampun.pent) kemudian ia berbuat dosa lagi dan dilanjutkan dengan istighfar lagi, dan begitulah, beberapa saat dia tidak berbuat dosa lagi namun setelah beberapa saat dia mengulangi lagi (dosa.pent). Ini bagaimana hukumnya?

Mereka menjawab:
Apabila dia meminta ampun kepada Allah dan bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya.

Apabila ia kembali berbuat dosa itu kemudian ia meminta ampun kepada Allah, bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya. Begitulah seterusnya.
Dosa maksiat yang telah lalu tidak bisa kembali setelah taubat yang sungguh-sungguh dilakukan. Allah Ta’ala berfirman (Thaha:82) :


{وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى}


Dan Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

Dan firman Allah ta’ala (an-Najm:32)


{إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ}


Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunan Nya. .

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 24/319 Pertanyaan kedua dari fatwa no.7825

Ada juga pertanyaan lain yang senada, bunyinya:
Saya telah melakukan banyak perbuatan dosa Dan kemungkaran, namun saya telah bertaubat. Meski demikian saya masih mengulangi kemungkaran tersebut.

Mereka menjawab:
Pujilah Allah subhanahu wa ta’ala yang masih memberi anda taufiq untuk introspeksi diri dan bertaubat dari kemungkaran.

Semoga Allah memberkahi anda. Berhati-hatilah jangan sampai setan dan nafsu anda mengalahkan anda sehingga anda kembali jatuh pada hal yang diharamkan oleh Allah ta’ala. Apabila anda melakukan hal itu maka anda telah melanggar taubat anda. Sebab syarat-syarat taubat yang benar adalah:
1. Segera berlepas diri dari dosa tersebut.
2. Menyesali perbuatan itu.
3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan itu

Apabila taubat yang dilakukan itu ditujukan untuk perbuatan kedholiman terhadap hamba lain terkait harta, kehormatan atau jiwa maka Ada syarat tambahan (syarat keempat) yaitu: meminta kerelaan dan ridho dari orang yang didholimi atau memberikan apa yang menjadi haknya.

Bila taubatnya benar maka pelaku dosa itu tidak didakwa untuk dosa yang dilakukan sebelum taubat itu, namun ia hanya harus bertaubat atas dosa setelahnya. Dan begitulah seterusnya, setiap terjadi dosa pelakunya wajib bertaubat dengan memenuhi syarat-syarat yang disebutkan sebelumnya.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 24/310-311, Pertanyaan pertama Dari fatwa no.16784

Perlu diketahui di sini bahwa tidak berarti setiap orang bisa seenaknya untuk berbuat dosa dan mengulanginya dengan niat akan bertaubat dan mengulanginya sebab apabila seseorang bersungguh-sungguh dalam taubatnya niscaya ia akan memenuhi syaratnya, dan diantara syarat taubat adalah bertekad untuk meninggalkan perbuatan itu.

Orang yang mudah mengulangi perbuatan dosa setelah ia bertaubat ada kemungkinan ia tidak memiliki tekad kuat untuk meninggalkan dosa ketika bertaubat, dan bisa juga memang dia belum bertekad demikian. Wallahu a’lam

http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/4256-mengulang-dosa-setelah-bertaubat

(nahimunkar.org)

(Dibaca 192 kali, 1 untuk hari ini)