Hasan Al-Jaizy

Masa Lalu: Al-Qur’an tidak layak disebut buku sejarah, tetapi sekalinya al-Qur’an kabarkan masa lampau, kabarnya melampaui seluruh buku sejarah. Lihat kisah Nabi Adam dan Iblis. Lihat cerita penciptaan langit dan bumi. Dan masih ada lainnya.

Masa Depan: Al-Qur’an bukanlah buku ramalan, tetapi sekalinya al-Qur’an kabarkan masa depan, kabarnya melampaui seluruh ramalan makhluk, dan pasti terjadi. Lihat cerita kenikmatan mukminin di Surga dan kesengsaraan selain mereka di Neraka. Dan masih banyak lagi.

Masa Kini: Al-Qur’an tidak layak disebut buku psikologi, tetapi sekalinya kamu merasakan gundah dan sakit hati lalu kamu membaca al-Qur’an dan merenungi, kamu akan dapatkan bahwa tiada yang bisa sembuhkan sedihmu kecuali Allah, dan kamu akan dapatkan bahwa tiada kasih yang lebih besar dari kasih sayang Allah.

Dan kamu akan temukan kenyataan bahwa Allah akan memberikan lebih, meskipun kamu memberi terlalu sedikit. Bahkan, jika kamu cuma bisa memberi setetes air mata karena rindumu pada-Nya, dan cuma itu saja yang bisa kamu berikan, Dia bisa memberikan kamu Surga kelak, yang luasnya seluas lelangitan dan bumi.

Maka, bagaimana kamu kembali mendalami al-Qur’an, saudara / saudariku?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.150 kali, 1 untuk hari ini)