*Bagaimana Menyikapinya?*

Seseorang yang belajar agama, pasti dia sering mendengar istilah “di dalam permasalahan ini ada khilaf, atau permasalahan ini sudah ada ijma’ dari ulama salaf” dan seterusnya.
Bagaimana menyikapi ini semua sebagai penuntut ilmu syar’i ?

Syeikh Sulaiman Ar Ruhaily _hafidzhahullah_ di dalam penjelasan kitab al washiyyatus shugro milik syaikhul islam ibnu taimiyyah _rahimahullah_ mengatakan:
“Ketika seseorang menuntut ilmu, dia pasti mendapati hal hal yang semacam ini:
– permasalahan yang telah disepakati oleh ulama; dan segala sesuatu yang telah disepakati oleh para ulama maka itu adalah haq dan harus diikuti
– Permasalahan khilafiyah: jika permasalahan tersebut nampak ada khilaf diantara para ulama; maka ini perlu dilihat, apakah di dalam permasalahan yang dimaksud telah ada ijma’ para ulama sebelumnya?

Jika ada ijma’ dari ulama terdahulu sebelum terjadi khilaf, maka dia berpegang kepada ijma’ yang sudah ada terlebih dahulu, karena itu adalah kebenaran yang pasti.

Jika kita melihat ke dalam permasalahan aqidah, kita dapati bahwa ulama salaf telah bersepakat terhadap seluruh permasalahannya, kemudian terjadi perbedaan pada ulama2 setelah mereka, maka di sini sama sekali tidak ada toleransi; justru yang haq dan pantas diyakini adalah segala sesuatu yang ulama di masa2 awal telah bersepakat sebelumnya, dan yang bathil adalah segala permasalahan yang menyelesihi pendapat ulama salaf.

– Jika permasalahan khilafiyah yang ada tidak didahului oleh ijma’ ulama sebelumnya; maka ini perlu dilihat, apakah ada salah satu pendapat yang sesuai dengan dalil ?

Jika didapati ada salah satu pendapat ulama yang sesuai dengan dalil (alqur’an atau hadits); maka dia berpegang pada satu perkataan tadi tanpa melihat lagi pendapat ulama selainnya, dan inilah yang dimaksud oleh para ahli fiqh:
لا اجتهاد مع النص 

“Tidak boleh berijtihad ketika sudah ada dalilnya”

Al Imam Asy Syafi’i pernah mengatakan:
“Para ulama telah bersepakat bahwasanya jika telah tampak bagi siapapun dalil dari sunnah rasul , maka tidak diizinkan baginya untuk meninggalkan sunnah tersebut demi perkataan orang lain; siapapun dia”

– Jika ada permasalahan khilafiyah yang tidak didahului kesepakatan para ulama sebelumnya, serta tidak ada dalil yang menguatkan salah satu pendapat mereka; justru pendapat para ulama yang ada menjadikan seorang penuntut ilmu tidak bisa condong terhadap salah satunya; maka dia berdoa kepada Allah untuk meminta hidayah, serta berdoa agar ditunjukkan kebenaran oleh Allah terhadap apa2 yang terjadi khilaf di dalamnya.

Abu Zubair Bamajbur
———————
14 Sya’ban 1439 H

via fb Aslam Umar Bamajbur

(nahimunkar.org)

(Dibaca 753 kali, 1 untuk hari ini)