Ahmadinejad, pimpinan Syiah tahun 2012


Iran : Saudi Musuh No 1,Bukan Israel!

Jurnalmuslim.com – Mantan duta besar AS untuk Suriah, Ford Huff mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan bahwa Iran menganggap Arab Saudi sebagai musuh no 1 , hal ini menjadikannya sebagai salah satu pakar yang mencuri perhatian Washington , terutama karena telah bekerja di Suriah dalam waktu dekat , dan bertanggung jawab atas dokumen-dokumen Suriah di Departemen Luar Negeri Amerika.

Huff yang baru-baru ini mengadakan sidang dengan para pejabat tinggi Iran , mengungkapkan   ” para pejabat Iran sepakat bahwa musuh mereka sebenarnya adalah Saudi Arabia , di dalam dan di luar Suriah , ” menurut laporan surat kabar, ” Ar ra’yu Al ‘aam ” dari Kuwait .

Dia menyebutkan bahwa salah satu pejabat Iran menganggap peran Arab Saudi semakin penting dari hari ke hari dalam perhitungan Iran . ” Dia khawatir tentang konsekuensi dari perang dan perselisihan sektarian Sunni-Syiah di Suriah , meskipun Amerika Serikat dan Iran memiliki kepentingan bersama dalam perang sektarian di wilayah tersebut dan mengalahkan tantangan Arab Saudi untuk kepentingan Amerika Serikat . ”

Huff melanjutkan : ” Iran melihat Basyar sebagai tokoh penting, dan Teheran melihat Basyar sebagai pilar penting untuk kesuksesan misi mereka, dan jika Basyar berhasil dilengserkan  maka runtuhlah misi yang mereka susun”.

Huff mengutip ucapan pejabat Iran “Iran mempersenjatai Syiah Suriah dan milisi-milisi Syiah lainnya, bukan untuk mendukung rezim Al Assad, tapi untuk mempertahankan eksistensinya sampai Hizbullah mengambil alih kekuasaan ketika rezim Al Assad lengser”.

Sementara itu, Dr Muhammad Alu Zulfa , seorang profesor sejarah di Universitas Al Malik Saud menytakan, bahwa sejak revolusi Iran, Iran telah memandang Arab Saudi sebagai musuh pertama dan utama, sementara permusuhan terhadap Israel adalah sandiwara saja, sedangkan Iran sebenarnya memusuhi orang-orang Arab pada umumnya , tetapi mereka tahu bahwa Arab Saudi adalah benteng keamanan Arab (sekaligus markas dari Ahlus Sunnah), sementara Iran berbicara tentang Israel untuk menipu orang-orang Arab yang naif .

Dia menyatakan bahwa Iran menjajah tanah Arab baik di dalam negeri maupun di Irak seperti Israel menjajah tanah Arab di Palestina, dan sementara itu Rouhani pergi ke Washington dan Davos dan berbicara dengan bahasa yang lembut , tapi itu tidak  akan mengubah kebijakan Iran . Israel dan Iran memiliki kepentingan yang sama di semenanjung Arab, bila Israel berambisi mendirikan negara Israel Raya maka Iran berambisi mengembalikan Imperium Persia Raya yang berhasil diislamkan oleh Umar bin Khottob Radhiyallahu anhu.

Dan dia menjelaskan bahwa Iran menciptakan Hizbullah untuk memecah belah bangsa Arab dan melemahkannya , dan bahwa Iran dan Israel akan segera duduk di meja yang sama dengan Amerika sebagai mediatornya, untuk memberikan pengaruh negatif kepada orang-orang Arab. (iz/al-Arabiya)

Menlu Iran: “Di Republik Islam Iran, Yahudi Merupakan Teman Sebangsa”

Selama ini media sekuler selalu mengesankan kalau Iran dan Yahudi Israel adalah dua negara yang bermusuhan, akan tetapi fakta di lapangan berbicara lain, kita dapati warga Yahudi tinggal dengan penuh kedamaian di Iran bahkan Iran mengizinkan Yahudi mendirikan Sinagog di negara Syi’ah tersebut.

Ditambah lagi dengan pernyataan Menlu Iran berikut ini: “Yahudi bukan musuh kami,” demikianlah yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif saat ditanya oleh kantor berita Iran Tasnim tentang pernyataan-pernyataannya mengenai Holocaust di situs media sosial, pada 5 September lalu.

Javad Zarif menjelaskan perbedaan antara Zionisme dan Yudaisme. “Yudaisme adalah agama illahi yang kami hormati sesuai dengan ajaran agama kami dan konstitusi negara kami,” kata Zarif.

“Di Republik Islam Iran, Yahudi merupakan teman sebangsa, merupakan minoritas yang diakui di parlemen dan di parlemen mereka memiliki anggota parlemen aktif,” Zarif menambahkan.

“Zionis merupakan minoritas dari orang-orang Yahudi,” jelasnya. “Mereka mengeksploitasi penderitaan orang Yahudi untuk membenarkan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina. Kami tidak akan mengizinkan mereka untuk menyebarkan bahwa Iran membenci Yahudi,” Zarif menyimpulkan.

Sebelumnya, melalui akun Twitternya Zarif berkicau, “Selamat Rosh Hashanah” atau Selamat Tahun Baru Yahudi. Kicauan Menteri Luar Negeri Iran tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di jejaring Twitter. (tabayyunnews.com)

jurnalmuslim.com, 06 Februari 2016

*** 

{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]

  1. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. [Al Ma”idah82]

Hadits, orang syiah itu musyrik

 حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ أَبِي الْجَحَّافِ دَاوُدَ بْنِ أَبِي عَوْفٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الْهَاشِمِيِّ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ عَلِيٍّ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ، قَالَتْ: نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَلِيٍّ فَقَالَ: «هَذَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ قَوْمًا يَعْلَمُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ يَرْفُضُونَهُ، لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ مَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُونَ» مسند أبي يعلى الموصلي (12 / 116): 6749 –  [حكم حسين سليم أسد] : إسناده صحيح

Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat kepada Ali -Radiallahuanhu- lalu berkata: “Ini (maksudnya adalah Ali) ada di surga, dan diantara syiahnya ada satu kaum yang mengerti Islam kemudian menolaknya, mereka memiliki tanda disebut rafidhah, barang siapa bertemu mereka maka bunuhlah (di riwayat lain perangilah) sesungguhnya mereka itu musyrik.” ( مسند أبي يعلى الموصلي

Husain Salim Asad menghukuminya: sanadnya shahih).

Abu Ya’la, Bazzar, Thabrani meriwayatkan sabda Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-:

كُنْتُ عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وعندَه عليٌّ فقال النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يا عليُّ سيكونُ في أمَّتي قومٌ ينتَحِلونَ حبَّ أهلِ البيتِ لهم نَبْزٌ يُسمَّونَ الرَّافضةَ قاتِلُوهم فإنَّهم مشرِكونَ

الراوي: عبدالله بن عباس المحدث: الهيثمي – المصدر: مجمع الزوائد – الصفحة أو الرقم:10/25

خلاصة حكم المحدث: إسناده حسن‏‏ (Dorar.net/hadith)

Aku (Abdullah bin Abbas) dulu di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan di sisinya ada Ali, maka beliau berkata: “Wahai Ali akan ada dalam umatku kaum yang madzhabnya adalah “cinta ahlul bait” mereka memiliki tanda (gelar) mereka disebut Rafidhah, perangilah mereka karena mereka musyrik.” (al-Haitsami berkata: Thabrani berkata: dan sanadnya hasan. Al-Sunnah karya ibnu Abi Ashim dicetak bersama Zhilal al-Jannah, takhrij Syaikh al-Albani, 2/476)

Abdullah bin Imam Ahmad berkata: saya Tanya ayah saya: siapakah Rafidhah?: beliau berkata: yaitu orang-orang yang mencela atau mencaci Abu Bakar dan Umar.” (al-Sunnah, Abdullah bin Ahmad, 1273)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.140 kali, 1 untuk hari ini)