• Kini beredar usulan agar Muktamar NU diadakan tahun 2021. Berkaitan dengan itu tampaknya pantas untuk menengok berita ini. Makanya berita ini dimunculkan lagi.

Kyai se-Jatim: Said Aqil Jangan Jual NU dan Pesantren

Hingga kini para kyai di Jawa Timur terus memperbincangkan kasus KH Said Aqil Siroj yang bersitegang dengan para kiai dan habaib dalam Halaqoh dan Silaturahim Syuriah PBNU dengan Ulama Pondok Pesantren dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur. Padahal acara itu digelar seminggu lalu, tepatnya pada Rabu 7 Desember 2016 di kantor PWNU Jawa Timur. Namun ternyata sampai kini para kiai terus membicarakan kasus Said Aqil tersebut dalam berbagai pertemuan para kiai. Bahkan di grup-grup WA kader NU kasus Said Aqil itu terus menjadi pembicaraan panas.

“Saya belum pernah menyaksikan forum yang sangat keras dan mempermalukan orang (Said Aqil-red) seperti acara ini,” kata Katib Syuriah PCNU yang hadir dalam acara tersebut. Menurut dia, saat itu para kyai benar-benar marah terhadap Said Aqil Siroj sehingga mereka cenderung di luar kontrol.

“Biasanya kalau pengurus PCNU itu kan santun dan sopan terhadap PBNU. Ini tidak. Para kyai benar-benar marah. Mereka tak lagi menghormati Said Aqil,” tegasnya.

Bahkan, tuturnya, para kiai itu berteriak-teriak menuntut Said Aqil minta maaf. “Sudahlah, minta maaf saja,” teriak para kyai saling bersautan kepada Said Aqil. Namun Said Aqil bergeming.

Para kyai menuntut Said Aqil minta maaf atas dosa-dosanya selama ini. “NU dan pesantren jangan dijual. Kami para kyai tak butuh uang. Kami minta NU dan pesantren dijaga muru’ahnya,” teriak para kyai itu kepada Said Aqil.

Menurut peserta yang hadir, Said Aqil benar-benar dipermalukan dan direndahkan dalam forum terhormat itu. Padahal acara halaqoh dan silaturahim itu dihadiri para kiai besar Jawa Timur. Antara lain KH Abdul Jalil Nawawi, pengasuh pesantren Salafiyah Syafiiyah Sidogiri Pasuruan, KH Zuhri, pengasuh pesantren Paiton Probolinggo, di samping para Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Timur.

Sedang dari PBNU hadir Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Am Syuriah PBNU KH Miftakhul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Syuriah PBNU Yahya C Staquf, dan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi.

“Kiai Nawawi Abdul Jalil keluar ruangan saat acara ini panas,” tutur peserta halaqoh dan silaturahim tersebut. Masdar F Mas’udi juga keluar ruangan saat acara itu berlangsung panas. “Tapi Masdar itu keluar rupanya karena takut jadi sasaran berikutnya,” tutur seorang kyai yang ikut acara itu.

Apa saja dosa Said Aqil menurut para kyai itu? Ternyata banyak sekali. Di antaranya PBNU di bawah kepemimpinan Said Aqil makin tak terkontrol. Misalnya para pengurus yang satu kubu dengan Said Aqil mengambil jalan politik sendiri-sendiri dalam kasus Ahok. Jajaran Rais Syuriah PBNU yang satu kubu dengan Said Aqil seperti Ishomuddin, Sadullah Afandi (Adun), Masdar F Mas’udi jadi saksi meringankan kasus Ahok.

Selengkapnya lihat di link ini: https://www.nahimunkar.org/bagus-kyai-se-jatim-said-aqil-jangan-jual-nu-dan-pesantren/

 

Posted on 16 Desember 2016

by Nahimunkar.org

(nahimunkar.org)

(Dibaca 242 kali, 1 untuk hari ini)