KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Aliran Sesat Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menilai bahwa penetapan Baha’i sebagai agama baru dapat memicu ratusan aliran sesat lainnya menuntut disahkan sebagai agama baru.

“Baha’i itu masih ada kaitan dengan Islam, mengambil-ambil ajaran Islam, meski mencampur-adukan beberapa agama, semestinya tidak disahkan sebagai agama baru. Nanti, aliran sesat yang mengambil ajaran Islam ke dalam alirannya juga menuntut disahkan sebagai agama baru, seperti Lia Eden,” katanya saat berbincang kepada kiblat.net, Jakarta, Jumat (25/7).

Meski dijadikan agama baru, Kata Hartono, eksistensi Baha’i masih dipandang melecehkan agama Islam.

“Itukan masih ada campuran-campuran Islamnya, umat Islam harusnya menolak Baha’i dijadikan agama baru, apalagi dulu pernah dilarang,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menteri agama Lukman Hakim Syaifuddin menetapkan Baha’i sebagai agama baru di Indonesia, Selain Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Hal itu ia utarakn melalui akun twitternya @lukmansaifuddin.

Baha’iyah atau baha’isme sendiri merupakan ajaran yang menyatukan berbagai macam agama. Di antaranya, agama Yahudi, Nasrani, Islam dan lainnya menjadi satu. Hingga aliran ini jelas-jelas dinyatakan sebagai non-Islam.

Baha’iyah dianggap lebih sesat dari Ahmadiyah Qadiyani, Karena Mirza Ali mengumumkan tidak percaya pada Hari Kiamat, surga dan neraka setelah hisab (perhitungan). Dia menyerukan bahwa dirinya adalah potret dari Nabi-nabi terdahulu. Tuhan pun menyatu dalam dirinya (hulul). Risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan risalah terakhir. Huruf-huruf dan angka-angka mempunyai tuah terutama angka 19. Perempuan mendapat hak yang sama dalam menerima harta waris. Mengingkari hukum al-Qur’an dalam masalah waris.

Reporter/Editor: Qathrunnada, Jum’at, 25 Juli 2014 14:40 WIB 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 849 kali, 1 untuk hari ini)