Bahaya Pamer Amal dan Ancaman bagi yang Menceritakan Hubungan Suami Istri

Sebuah sindiran di sosmed


 


Yudha Suryadarma 


@Yudha__Sdarma

 

Terancam pensiun dini… #NyindirAlus

10.51 PM · 27 Des 2020·Twitter for Android

 


is Euis

@Erosmaydinish

 

·

2j

Membalas

@Yudha__Sdarma

Alhamdulillah minggu ini sudah khatam 1 juz

 

***

Mudahnya orang menampilkan amalan-amalannya dalam tulisan di media sosial itu rawan dengan sikap riya’ atau pamer. Padahal sikap riya’ itu sangat dilarang, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat khawatir, dan menyebutnya sebagai syirik (kemusyrikan) kecil.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ

Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan menimpa kalian adalah syirkul ashghar (syirik kecil).” Maka para shahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan syirkul ashghar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,“Ar-riya’.” (HR. Ahmad no. 27742.).

Sebenarnya amal-amal kebaikan perlu dilandasi ilmu yaitu ayat atau hadits, dilaksanakan dengan ikhlas, murni hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak untuk dipamerkan ke siapa2. Dan di antara kebaikan2 sudah ada ayat atau hadits tentang pahalanya. Sehingga kalau mau menda’wahkan kebaikan (tidak perlu menyebut-nyebut amal kebaikan dirinya) toh bisa disampaikan saja landasan ayat atau haditsnya, atau bahkan kabar gembira tentang pahalanya. Dan kalau belum tahu, kan sudah ada perintah agar bertanya kepada ahli ilmu (Islam) tentang hal yang belum diketahuinya.

Resiko menceritakan amal baik diri sendiri, dikhawatirkan mengandung riya’, pamer, yang hal itu sangat dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga disebut syirkul ashghar, syirik (kemusyrikan) kecil. Kemusyrikan besar adalah mengeluarkan pelakunya dari Islam, sedang syirk kecil adalah dosa besar.

Syirkul akbar (syirik besar) contohnya menyembah berhala, meminta keselamatan, nasib baik dan sebagainya yang hanya hak Allah (hanya Allah yang mampu memberi) namun memintanya kepada selain Allah, misalnya minta diselamatkan atau dibuang sialnya ke Betoro Kolo dengan upacara kemusyrikan berupa Ruwatan dengan sesajen. Baru2 ini dikabarkan, ketua PBNU memimpin upacara kemusyrikan ruwatan Gibran di Solo Jawa Tengah. Itu gawat kalau sampai terhitung musyrik, maka keluar dari Islam. (Ketua PBNU Ruwat Gibran di Solo, padahal Ruwatan Itu Ritual Syirik Akbar Posted on 12 November 2020 by Nahimunkar.org ).

Ada lagi soal menceritakan hubungan suami istri, ancamannya keras dalam Islam.

Hubungan suami istri itu perbuatan baik dan berpahala, tapi kalau sampai diceritakan maka sangat terlarang dalam Islam. Baik yang bercerita itu suami ataupun istri, bercerita kepada orang lain mengenai hubungan ranjang yang dilakukannya (suami istri), itu sangat terlarang dan ada ancamannya.

Simak uraian singkat dari sebuah situs Islam berikut ini:


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ، وَتُفْضِي إِلَيْهِ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.” (HR. Muslim no. 1437)

Hukumnya sama saja jika yang menyebarkan adalah dari pihak istri. Ketika sang istri sedang duduk-duduk ngobrol (ngerumpi) dengan teman sesama perempuan, mulailah pembicaraan mereka merembet membicarakan suami, lalu semakin jauh lagi mulailah menceritakan hubungan biologis antara dia dengan suaminya. Kondisi yang sama kurang lebih juga terjadi dari pihak si suami.

Ketika suami atau istri tersebut menceritakan kondisi dan keadaan mereka ketika berhubungan suami istri, maka orang lain yang diceritakan tersebut seolah-olah hadir dan menyaksikan langsung mereka berdua ketika berada di ranjangnya tersebut. Wal’iyaadhu billah.

Oleh karena itu, perbuatan semacam ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam samakan dengan setan laki-laki dan perempuan yang bersetubuh, lalu dilihat ramai-ramai. Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

فَلَا تَفْعَلُوا فَإِنَّمَا مِثْلُ ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانُ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

Janganlah kalian lakukan. Karena perbuatan semacam ini seperti setan lelaki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan, kemudian dia langsung melakukan hubungan intim, sementara setan lain melihatnya.” (HR. Ahmad no. 27583, sanad hadits ini dinilai dha’if oleh Syaikh Al-Arnauth)

An-Nawawi rahimahullah berkata ketika menjelaskan hadits riwayat Muslim di atas,

وَفِي هَذَا الْحَدِيث تَحْرِيم إِفْشَاء الرَّجُل مَا يَجْرِي بَيْنه وَبَيْن اِمْرَأَته مِنْ أُمُور الِاسْتِمْتَاع ، وَوَصْف تَفَاصِيل ذَلِكَ وَمَا يَجْرِي مِنْ الْمَرْأَة فِيهِ مِنْ قَوْل أَوْ فِعْل وَنَحْوه . فَأَمَّا مُجَرَّد ذِكْر الْجِمَاع ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ فِيهِ فَائِدَة وَلَا إِلَيْهِ حَاجَة فَمَكْرُوه لِأَنَّهُ خِلَاف الْمُرُوءَة

“Dalam hadits ini, terdapat larangan bagi suami untuk menyebar-nyebarkan apa yang terjadi antara dia dan istrinya dalam perkara istimta’ (bersenang-senang, yaitu hubungan biologis), menggambarkan detil yang terjadi di antara keduanya, dan apa yang dilakukan oleh pihak wanita (istri), baik berupa ucapan, perbuatan, dan semacamnya. Adapun semata-mata menceritakan adanya hubungan suami istri (tanpa menyebutkan detilnya, pent.), jika hal itu tidak ada faidah dan tidak ada kebutuhan, maka hukumnya makruh, karena hal ini dinilai menyelisihi (menurunkan) muru’ah (kehormatan seseorang).” (Syarh Shahih Muslim, 5: 162)

Jadi, perbuatan ini diharamkan dan tidaklah halal baginya. Sama saja apakah dia menceritakan kepada teman di kantor, tetangga, atau bahkan keluara terdekat sendiri. Dan pelakunya diancam akan mendapatkan kedudukan yang paling jelek di sisi Allah Ta’ala pada hari kiamat. (Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/47972-menceritakan-rahasia-hubungan-suami-istri.html)

Demikianlah. Semoga manfaat ya.

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 199 kali, 1 untuk hari ini)