Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman yang tidak mau disebutkan namanya datang dan bercerita kepada saya, dari raut wajahnya keliatan ini masalah serius, jam 11 malam dia masih terus mendesak saya, “akh, boleh ngga saya onani? Saya sudah ngga kuat lagi. Sejak selesai SMA sampai sekarang 2 tahun kurang lebih saya setiap hari melakukan onani… Pernah saya mencoba berhenti akh, rasanya sakiit, sakiit akh. Saya udah ga kuat lagi… Saya pengen nikah, tapi ortu belum mengizinkan. Saya harus bagaimana” begitu kurang lebih ceritanya yang bisa saya simpulkan.

And then, sekitas sebulan yang lalu kakak mendengar sebuah acara di televisi yang dibawa oleh Ibu elly Risman salah seorang psikolog terbaik Indonesia, beliau mengatakan “Tanda seorang itu sudah kecanduan onani, jika sudah pernah melakukannya sebanyak 36 kali dalam hidupnya”..

Oke, berangkat dari pernyataan diatas, kakak mau menyampaikan kepada sobat fata, “Apakah kamu salah satu yang dimaksud dalam peryataan diatas?”

Jika pun bukan jawabannya, tolong lanjutkan membaca ulasan berikut ini, semoga bisa bermanfaat buat kita dan juga untuk kita sampaikan kepada sobat yang lain…

Onani & Masturbasi?

Dalam bahasa Arab dikenal istilah Istimna’ (“الاستمناء”), yaitu memaksa keluarnya mani. Atau secara istilah didefinisikan, “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (bersenggama/coitus).

Dalam kitab I’anatuth Tholibin (2/255) disebutkan makna “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (senggama), baik dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau dengan cara yang mubah melalui tangan pasangannya.

Istilah “الاستمناء” di sini sama dengan onani atau masturbasi

Kacamata Syariat

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ . فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan Orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari (penyaluran hasrat seksual) selain itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS al Mukminun:5 – 7).

Ibnu Katsir mengatakan,

وقد استدل الإمام الشافعي، رحمه الله، ومن وافقه على تحريم الاستمناء باليد بهذه الآية الكريمة. وقال: فهذا الصنيع خارج عن هذين القسمين

“Imam Syafii dan para ulama lain yang sependapat dengan beliau berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan haramnya onani atau masturbasi. Beliau mengatakan, ‘Perbuatan ini (onani) keluar dari dua hal yang Allah halalkan” (Tafsir Ibnu Katsir jilid, 5/463).

Nah, selanjutnya apa pandangan para ulama dalam masalah ini?

Oke, Jumhur ulama bersepakat akan keharaman melakukan onani maupun masturbasi, kecuali yang dilakukan dengan bantuan istri ataupun budak perempuan.

Berikut kita lihat diantara pendapat mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- berkata dalam Majmu’ Al-Fatawa (10/574): “Adapun melakukan onani untuk bernikmat-nikmat dengannya, menekuninya sebagai adat, atau untuk mengingat-ngingat (nikmatnya menggauli seorang wanita) dengan cara mengkhayalkan seorang wanita yang sedang digaulinya saat melakukan onani, maka yang seperti ini seluruhnya haram. Al-Imam Ahmad –rahimahullah- mengharamkannya, demikian pula yang selain beliau.”

Bahaya?

Sobat kudu tahu bahwa setiap Islam melarang suatu hal tentu didalamnya mengandung berbagai efek samping yang tidak akan kita sukai pastinya, lanjuuut…

Berikut beberapa efek buruk bagi fisik akibat dari seringnya onani yang kami dapatkan dari salah satu website terpercaya insyaAllah..

1. Ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai ketika melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Ketika melakukan onani, biasanya orang cenderung melakukannya secara terburu-buru dengan harapan dapat segera mencapai orgasme. Cara onani yang terburu-buru ini akan membiasakan sistem syaraf untuk melakukan seks secara cepat ketika sedang bercinta. Dan hasilnya adalah ejakulasi dini.
2. Gairah seks yang lemah ketika sudah berumah tangga. Keinginan untuk melakukan hubungan seks kadang sangat rendah karena sudah terbiasa melakukan onani ketika masih muda.
3. Orang-orang zaman dulu menyebut onani yang berlebihan akan menyebabkan kebodohan karena selalu membayangkan hal-hal porno dan orientasi pikiran selalu negatif.
4. Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya bersama wanita. Karena sejak remaja sudah terbiasa merasakan seks secara manual atau onani. Penis yang terbiasa dengan tekanan tertentu dari tangan menjadi tidak responsif terhadap rangsangan dari vagina.
5. Perasaan bersalah karena terlalu sering onani menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri di lingkungan sosial.
6. Bagi wanita muda yang senang masturbasi atau onani bisa merobek lapisan hymen keperawanannya. (Sumber: seksualitas.net)

Dan Jika kita menilik dari segi syariat, sudah pasti dosa dan hanya dosa yang akan didapatkan..

Solusi

Setelah kita mengetahui dampak bahaya bagi tubuh, apakah masih mau melakukannya? Relakah tubuh kita berlumuran dengan berbagai macam penyakit tersebut? Orang yang normal pasti akan menjawab tidak.

So, berikut kakak akan coba berikan beberapa tips dan solusi yang semoga bisa meredam bagi para pecandu penyakit ini…

1. Mengetahui bahayanya, seperti yang disebukan diatas
2. Banyak berdo’a dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.
3. Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
4. Hindari banyak bermain internet disaat sendirian
5. Hindari melihat gambar dan menonton film-film yang berbau “porno”
6. Olah raga lebih digiatkan, dan
7. Nikah

Inilah solusi paling ampuh yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya berikut,
“Wahai para pemuda, siapa pun di antara kalian yang sudah memiliki ‘ba`ah’ (kemampuan seksual), hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih mampu menjaga pandangan mata dan lebih mampu memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu adalah obatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Wallahu ta’ala bis showab

Sumber : aboesyuja.wordpress.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.675 kali, 1 untuk hari ini)