Pada akhir Desember lalu, pengadilan Bahrain mengeksekusi mati seorang warga syiah dan memenjarakan seumur hidup 22 teroris syiah lainnya yang terlibat dalam aksi membentuk kelompok teroris yang menewaskan dua orang, termasuk seorang polisi.

Ini adalah putusan kedua yang serupa dalam minggu ini di Kerajaan Sunni kecil di wilayah Teluk, di mana anggota populasi mayoritas Syiah-nya pernah melakukan pemberontakan.

Pengadilan Bahrain juga mencabut status kewarganegaraan dari 23 narapidana dan dua dari mereka didenda sebesar 200.000 dinar (setara dengan $ 530.000 / 480.000 €), kata Ahmed al-Hammadi, kepala Badan Penuntut Kriminalitas dan Terorisme kerajaan Bahrain.

Sumber pengadilan mengatakan bahwa semua terdakwa adalah penganut ajaran Syiah.

Hammadi mengatakan anggota kelompok teroris tersebut dihukum karena melakukan pengeboman di dua desa Syiah Desember lalu.

Salah satu bom terjadi di desa Damistan, menewaskan seorang polisi berkebangsaan Yordania yang bekerja di Bahrain di bawah perjanjian pertukaran keamanan dan pelatihan. Pelaku pengeboman lainnya yaitu di desa terdekat dari Karzakan yang telah menewaskan seorang pria tua berkebangsaan Bahrain.

“Kedua pelaku pengeboman tersebut berasal dari kelompok yang sama yaitu kelompok teroris yang dibentuk khusus untuk membuat bahan peledak yang menargetkan polisi” kata Hammadi.

“Sementara itu, sebuah pengadilan banding menguatkan hukuman mati terhadap terdakwa teroris syiah yang dihukum karena membentuk dan memimpin kelompok teroris serupa yang menewaskan seorang polisi dalam pemboman di desa Syiah, Aker, tahun lalu”, kata Hammadi.

Pengadilan juga mengkonfirmasi adanya hukuman penjara yang berat telah dijatuhkan pada bulan April untuk 11 anggota lainnya dari kelompok tersebut.

“Tujuh dari mereka telah dihukum seumur hidup, dan empat orang lainnya divonis penjara untuk 10 tahun”, kata Hammadi dalam sebuah pernyataan.

Emblem_of_Bahrain

Pengadilan banding juga menyetujui untuk mencabut status kewarganegaraan semua terdakwa yang dihukum karena kejahatan mencoba membunuh tiga polisi.

Pada hari Selasa (29/12), Bahrain menjatuhkan hukuman mulai dari lima tahun penjara hingga seumur hidup untuk 29 terdakwa terorisme yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap polisi dalam aksi pengeboman bulan Desember tahun 2014.

Serangan terhadap polisi umum terjadi di Bahrain, negara pulau kecil yang merupakan tanah air dari qori internasional sheikh Muhammad Thoha Al-Junayd.

Kerajaan Bahrain telah diguncang oleh pemberontakan yang dipimpin kaum syiah sejak Februari 2011, dengan tuntutan kepada monarki konstitusional untuk menggulingkan dinasti Sunni yang berkuasa.

Sekelompok pembangkang telah ditahan, dengan banyak menghadapi pengadilan, sementara yang lain yang terlibat dalam aksi kekerasan telah dijatuhi hukuman berat, termasuk hilangnya status kewarganegaraan dan penjara seumur hidup.

By: middleeastupdate.net/January 5, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 996 kali, 1 untuk hari ini)