Bandar-narkoba-iran_82364234287

JAKARTA, – Hadi,  bandar narkoba yang diduga Warga Negara (WN) Iran tewas ditembak   karena berupaya melawan aparat Narkotika Polda Metro Jaya setelah memutuskan borgol di Rusun Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (15/2). Pria yang mempunyai bewok itu  terpaksa menghentikan pelariannya setelah timah panas bersarang di punggungnya. Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 kilogram shabu.

“Saat dilalukan pengembangan di TKP, tersangka meronta-ronta dan dengan sekuat tenaga borgol polri yang dipasang sampai putus dan terlepas. Petugas mengejarnya sambil melakukan tembakan peringatan 3 kali ke udara, mendengar suara tembakan itu bukannya menyerah, malah mengambil kayu yang ujungnya ada paku yang ada di sekitar TKP. Dan petugas menembak ke arah kakinya, tetapi tersangka malah beringas, akhirnya tembakan diarahkan ke tubuhnya dan mengenai punggung dan dadanya dan roboh,” ujar Direktur Narkotika Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Rikwanto dan Kasibdi II AKPB K Eko Saputro, kepada wartawan, Selasa (19/2).

Nugroho menjelaskan,  pengungkapan jaringan narkoba internasional tersebut bermula dari pesan pendek atau SMS yang masuk ke operator polisi 1717, pada 1 Pebruari 2012 lalu.  Bahwa ada warga asing yang mengedarkan narkoba, kemudian atas informasi tersebut petugas pada Jumat 15 Pebruari segera melakukan penyelidikan  di sebuah tempat kos kamar No 227 Jalan Genteng Ijo No 80 Karet Pedurenan, Setia Budi Jakarta Selatan.

“Saat itu, tim membekuk seorang yang mengaku bernama Hadi diduga warga Negara Asing. namanya ada di kwitansi sewa kamar, karena paspor dan identitas lainnya tidak diketahui. Kami menyita 1 Kg shabu yang mempunyai kualitas bagus,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya,  barang haram tersebut didapatnya dari seseorang bandar narkoba dengan inisial ABS. Dan atas informasi tersebut polisi segera membawanya dan disinilah tersangka berupaya kabur dan pada akhirnya tewas ditembak.

Selain menyita 1 kilogram shabu, polisi juga menyita 1 tas ransel hitam yang digunakan untuk membawa shabu, HP merek Huawei, HP Nokia, balok kayu yang dipakai untuk menyerang petugas, dan satu borgol yang telah dirusak terasangka.

Hingga saat ini, polisi sedang melakukan pengembangan terhadap sindikat ini, diperkirakan ada 15 anggota jaringannya yang masih dalam perburuan polisi. (jak)

SELASA, 19 FEBRUARI 2013 14:19 REDAKSI PORTALKRIMINAL.COM –

(nahimunkar.com)

(Dibaca 306 kali, 1 untuk hari ini)