Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa terancam jika bandara diserahkan ke pihak swasta.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Ahmad Yazid (02/02). “Bandara itu sangat strategis, keluar masuknya warga termasuk pihak asing. Kalau sampai diserahkan ke asing, kedaulatan NKRI bagian udara bisa terancam,” tegas Ahmad Yazid.

Menurut Yazid, BUMN sangat mampu mengelola bandara dan bisa menyumbang pendapatan negara. “Nampak sekali rezm penguasa tidak memperhitungkan aspek pertahanan dan geopolitik serta geostrategis,” jelas Yazid.

Yazid menduga ada korporasi besar di bidang penerbangan yang ingin menguasai sektor bandara. “Korporasi ini memiliki armada pesawat banyak, berbagai jalur penerbangan sudah dikuasai, dan bandara yang belum dikuasai. Lewat lobi penguasa mendesak bandara diserahkan ke swasta,” jelas Yazid.

Tak hanya itu, Yazid mengingatkan, pihak swasta selalu berorientasi bisnis. “Setelah menguasai bandara, swasta tersebut menjual ke swasta lain dan bisa juga ke asing. Selama ini bisnis penerbangan sangat menjanjikan, terutama harga tiket yang kompetitif,” papar Yazid.

Kata Yazid, saat ini kesibukan bandara di ibu kota provinsi saja mengalahkan terminal maupun stasiun kereta. “Satu hari penumpang domestik di bandara Ahmad Yani lebih banyak daripada penumpang di terminal maupun stasiun di Semarang. Ini potensi bisnis besar yang digarap pemilik modal besar,” jelas Yazid.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, Jokowi meminta sejumlah bandara di Indonesia diserahkan kepada swasta.(kk/ito)

Sumber: eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 532 kali, 1 untuk hari ini)