Bandingkan Celoteh Gus Baha dengan Ayat dan Hadits

Celoteh Gus Baha:

Salah satu ciri wanita sholihah akhir zaman yaitu judes.  ~ Gus Baha


 https://iqra.id/10-quotes-gus-baha-tentang-istri-232450/

***

Bandingkan dengan ayat dan hadits.

Ayat:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Sebab itu, wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika suaminya tidak ada, sesuai yang Allah perintahkan untuk mereka jaga. (QS. an-Nisa’: 34)

 

Firman Allah Swt. yang mengatakan, “As-Shalihat,” artinya wanita-wanita yang saleh.
Firman Allah Swt. yang mengatakan, “Qanitat menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, yang dimaksud ialah istri-istri yang taat kepada suaminya.

{حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ}

lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya. (An-Nisa: 34)
Menurut As-Suddi dan lain-lainnya, makna yang dimaksud ialah wanita yang memelihara kehormatan dirinya dan harta benda suaminya di saat suaminya tidak ada di tempat.

*******************

Firman Allah Swt.:

بِما حَفِظَ اللَّهُ

oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (An-Nisa: 34)
Orang yang terpelihara ialah orang yang dipelihara oleh Allah.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَر، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمقبري، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “خَيرُ النساءِ امرأةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أمَرْتَها أطاعتكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظتْكَ فِي نَفْسِها ومالِكَ”. قَالَ: ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: {الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ} إِلَى آخِرِهَا.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh, telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sebaik-baik wanita ialah seorang istri yang apabila kamu melihat kepadanya, membuatmu gembira; dan apabila kamu memerintahkannya, maka ia menaatimu; dan apabila kamu pergi meninggalkan dia, maka ia memelihara kehormatan dirinya dan hartamu. Abu Hurairah r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. (An-Nisa: 34), hingga akhir ayat.
Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Yunus ibnu Habib, dari Abu Daud At-Tayalisi, dari Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Abu Zi-b, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah dengan lafaz yang semisal.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، عَنْ عُبيد اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرَ: أَنَّ ابْنَ قَارِظٍ أَخْبَرَهُ: أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِذَا صَلَّت الْمَرْأَةُ خَمسها، وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَها؛ وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, dari Abdullah ibnu Abu Ja’far; Ibnu Qariz pernah menceritakan kepada-nya bahwa Abdur Rahman ibnu Auf pernah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Seorang wanita itu apabila mengerjakan salat lima waktunya, puasa bulan (Ramadan)nya, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana pun yang kamu sukai.”
Hadis ini diriwayatkan secara munfarid (menyendiri) oleh Imam Ahmad melalui jalur Abdullah ibnu Qariz, dari Abdur Rahman ibnu Auf.

Penggalan dari Tafsir Ibnu Katsir QS An-Nisa’: 34/

http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-nisa-ayat-34.html

***

Resiko ngikuti celoteh orang

Bila ngikuti celoteh Gus Baha itu hingga cari istri yang judes (dianggap sebagai ciri istri shalihah akhir zaman) maka rasakan sendiri akibatnya.

Tapi kalau mengikuti ayat dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka insyaAllah nyaman dan ni’mat. Kalau toh hidupnya biasa2 saja, tapi kan sudah mengikuti aturan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, yang itu insyaAllah mendapatkan pahala. Bukan ngikuti celoteh orang yang belum tentu benarnya, bahkan bisa2 itu adalah bertentangan dengan ayat dan hadits, masih pula di akherat ditanya: Kenapa kamu ikuti dia?

Nah, rugi kan? Di dunia belum tentu bahagia, bahkan terjerumus, cari istri saja yang judes hingga senantiasa mendaoatkan marah2 nya, sedang di akherat masih ditanya pula: kenapa kamu ngikuti celoteh dia, bahkan menyebar-nyebarkannya? (bila di dunia menyebar-nyebarkan celoteh orang itu).

(nahimunkar.org)