• Menurut Imam masjid Al Furqon Ustadz Lukmanul Hakim, masalah ini bukan masalah bisnis semata tapi masalah syi’ar Islam yang terus dihalangi. Padahal Al Furqon cuma satu-satunya masjid berbanding empat puluh satu gereja  di Kota Harapan Indah Bekasi seluas lebih dari 2000 Hektar.

***

BEKASI – Perjuangan umat Islam di Perumahan Harapan Indah Bekasi untuk mempertahankan sepetak lahan parkir masjid Al Furqon yang diserobot pengembang untuk dibangun pusat pertokoan terus berlanjut. Padahal  empat tahun berjalan sejak 2008 kisruh lahan parkir seluas seribu meter  milik masjid AL Furqon yang menurut ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) sudah ditukar guling, tapi  pihak pengembang PT. HDP (Hasanah Damai Putra) tetap ngotot  bahwa lahan itu masih miliknya dan sampai hari ini belum mendapatkan solusi.

Menurut Imam masjid Al Furqon Ustadz Lukmanul Hakim, masalah ini bukan masalah bisnis semata tapi masalah syi’ar Islam yang terus dihalangi. Padahal Al Furqon cuma satu-satunya masjid berbanding empat puluh satu gereja  di Kota Harapan Indah Bekasi seluas lebih dari 2000 Hektar.

“Ini bukan masalah bisnis, tapi ini masalah syi’ar Islam,  kenapa? Karena ini satu-satunya masjid yang sentral yang berada di pinggir jalan yaitu masjid Al Furqon. Di sini banyak kemaksiatan, selain itu di sini (Perumahan Harapan Indah, red) ada lebih dari empat puluh satu titik gereja baik legal maupun illegal, kita tidak mengusik-usik, tapi kenapa kok ini masjid satu-satunya justru dipermasalahkan? Ini pun swadaya masyarakat.” Ungkapnya kepada voa-islam.com, Jum’at (9/12) sore di teras Masjid Jami’ Al Furqon.

Ironisnya, berbeda dengan pembangunan gereja yang tumbuh subur tanpa hambatan. Menurut Ustadz Lukman, pihak pengembang PT. Hasanah Damai Putra (HDP) selalu mempermasalahkan umat Islam yang hendak mendirikan rumah ibadah meskipun itu adalah mushalla-mushalla kecil.

“Jadi yang di pinggir jalan masjid cuma ini saja, di dalam memang ada mushalla-mushalla kecil  tapi setiap membangun mushalla itu selalu ribut dulu, selalu rusuh dulu, maka saya katakan ini (PT. HDP) manajemen rusuh. Kenapa demikian? Karena memang kalau mau bikin mushalla ribut dulu; mau mendirikan mushalla Baitul Husna ribut dulu, mushalla Al Alif juga ribut dulu, rusuh dulu baru mereka sadar. Padahal mereka bukan mau bikin masjid tapi mushalla kecil-kecilan tapi ribut dulu, kalau tidak ribut dulu tidak selesai, itulah PT. HDP.” Jelasnya.

Ia juga mengeluhkan berlarut-larutnya permasalahan sengketa halaman parkir masjid Jami’ Al Furqon yang sampai saat ini belum mendapatkan titik temu.

“Kalau bicara Al Furqon, masjid ini paling lama, sudah empat tahun, coba bayangkan! Sebenarnya sudah lelah saya. Kenapa mereka selalu mau menutup syi’ar ini? Umat Islam baru mau berkembang sedikit di sini dijatuhkan, kemudian ditutup syi’arnya,” keluhnya.

Imam masjid Al Furqon ini pun menyatakan bahwa pihak DKM sebenarnya siap untuk membayar  tanah seluas seribu meter yang menjadi lahan parkir masjid namun sayangnya pihak PT. HDP tetap tidak mau.

“Kalau bicara bisnis, dua ribu hektar lebih dikelola PT. HDP itu, halaman parkir itu tidak ada apa-apanya, cuma seribu meter. Padahal kalau diungkit lagi pun kita siap bayarin tapi mereka tidak mau dan berkali-kali kita ingin bertemu dengan owner PT. HDP selalu tidak bisa,”  tutupnya. (Ahmed Widad) Kamis, 15 Dec 2011(voa-islam.com)

***

Kasus Sengketa Pelataran, DKM Al Furqon VS Pengembang Temukan Solusi

Kamis, 15 Dec 2011

Perjuangan umat Islam untuk menyelamatkan lahan pelataran Masjid Al Furqon yang awalnya ingin dibangun pusat pertokoan oleh pengembang akhirnya mendapatkan titik terang.

Kamis (15/12) pagi delegasi tokoh umat Islam Bekasi, DKM Masjid Al Furqon  bersama pihak PT. Duta Bumi Adipratama selaku pengembang perumahan Kota Harapan Indah Bekasi yang ditengahi Plt. Walikota  Bekasi Dr. H. Rahmat Efendi mengadakan pertemuan di kantor Walikota Bekasi.

Pertemuan yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB molor menjadi pukul 10.00 WIB. Dari perwakilan tokoh umat Islam yang hadir terlihat KH. Abdul Hadi, Shalih Mangara Sitompul SH dan beberapa tokoh lainnya menemani Bapak Sudrajat selaku Ketua DKM Al Furqon dan Wisnu pengurus DKM Al Furqon memasuki ruang rapat Plt. Walikota Bekasi. Sementara Ustadz Syamsudin Pimpinan GARIS (Gabungan Remaja Islam) Bekasi dan KH. Cecep Hudzaifah wali laskar Bekasi Raya menunggu di luar.

Sekitar pukul 11.30 WIB pertemuan pun usai, dengan membawa berkas berita acara hasil rapat, Bapak Sudrajat ketua DKM Al Furqon diberondong pertanyaan seputar jalannya rapat. Akhirnya di depan pintu masuk kantor Walikota Bekasi dibacakanlah isi berita acara hasil rapat yang di dalamnya telah ditandatangani oleh Dr. H. Rahmat Efendi Plt. Walikota Bekasi berserta unsur MUSPIDA dan instansi Pemkot Bekasi, juga pihak yang bersengketa Sudrajat Ketua DKM Al Furqon dan Abu Bakar Sidik dari PT. Duta Bumi Adipratama.

Menurut Sudrajat Ketua DKM Al Furqon, hasil rapat yang telah disepakati tersebut akan ditindaklanjuti pihak Pemkot Bekasi, PT. Duta Bumi Adipratama, dan DKM Al Furqon pada hari Senin (19/12) besok. Berikut ini kutipan lengkap berita acara hasil rapat tersebut.

BERITA ACARA

HASIL RAPAT PEMBENTUKAN TIM KHUSUS

MEMPELAJARI SITEPLAN PT. DUTA BUMI ADIPRATAMA

Nomor:

Pada hari ini Kamis tanggal lima belas bulan Desember tahun dua ribu sebelas bertempat di ruang rapat Plt. Walikota Bekasi, telah dilaksanakan pembentukan Tim Khusus mempelajari siteplan PT. Duta Bumi  Adipratama yang dihadiri oleh unsure MUSPIDA, Dinas/Instansi Pemerintah Kota Bekasi, PT. Duta Bumi Adipratama (yang diberi kuasa), DKM Masjid Al Furqon  (yang diberi kuasa), dengan kesimpulan hasil rapat sebagai berikut:

  1. Pemerintah Kota akan merubah lahan tersebut, namun tetap disesuaikan dengan komposisinya (60 :40).
  2. Tim Khusus Pemkot Bekasi akan menelaah siteplan untuk diajukan diadakan perubahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Menetapkan bahwa lahan tersebut adalah lahan fasos fasum yang penggunaannya untuk kegiatan syiar Islam oleh DKM Masjid Al Furqon
  4. Meminta Al Furqon untuk mengajukan permohonan untuk penunjukan lahan tersebut
  5. Pemkot Bekasi akan melaksanakan penyelesaian fasos fasum yang digunakan untuk masjid Al Furqon dan Kantor Kecamatan Medan Satria.

Demikian berita acara rapat pembentukan Tim Khusus mempelajari siteplan PT. Duta Bumi Adipratama dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di Atas. (Ahmed Widad) (voaislam.com)

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 959 kali, 1 untuk hari ini)