.

 

Banjir berulang-ulang di Jakarta, azab akibat hura-hura Jokowi dan Ahok (Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya) malam tahun baru 2014? Hanya sepekan setelah hura-hura itu langsung Jakarta dilanda Banjir dan bertubi-tubi./ foto grdmd

Banjir tahun 2013. Ternyata pada awal pemerintahan Jokowi Ahok disambut juga dengan banjir besar di Jakarta setelah diadakan hura-hura malam tahun baru 2013. Banjir itu dahsyat pula. Inilah catatan suara Islam saat itu (setahun yang lalu).

***

 

 Bala’ Buat Jokowi-Ahok

Suara Islam, edisi 150 yang terbit dua minggu lalu, dalam rubrik Khatimah, sengaja ditulis laporan disekitar bencana yang mendera negeri ini. Bencana selalu datang di sekitar peringatan manusia yang merayakan hari kelahiran “Anak Tuhan” yakni Hari Natal.

 Inilah fenomena yang dengan cermat selalu dicatat Suara Islam hampir sepuluh tahun terakhir bersamaan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mengendalikan negeri ini akhir 2004. Catatan itulah, yang dengan faktual dibentangkan Khatimah edisi 150 yang lalu. Dan, subhanallah, beberapa hari kemudian apa yang sudah ditulis yakni diantaranya adanya banjir besar Jakarta, awal Januari 2013–dan kita catat justru dipakai ajang kampanye ‘blusukan’ gubernur Jokowi– serta menyentuh tempat-tempat paling bergengsi di ibokota, yakni Jalan Thamrin, Jalan Soedirman, Bunderan HI dan Istana Negara, tiba-tiba, pada 17 Januari datang lagi banjir yang lebih dahsyat, menyerbu kembali tempat-tempat bergengsi di atas, dan bahkan menggelontor ke tempat kerja Jokowi-Ahok, balaikota Jakarta, yang bagai air menjijikkan ini menyerbu orang yang paling bertanggung jawab : Jokowi dan Ahok.

 Dikabarkan Jokow Widodo sang Gubernur memasuki lokasi tempat kerjanya terpaksa masuk dari Gedung DPRD DKI–pintu darurat dan rahasia– di belakangnya, Jalan Kebon Sirih, karena akses masuk ke balaikota dari depan Jalan Merdeka Selatan sudah dikepung banjir bahkan memasuki ruang kerja. Lebih fatal lagi banjir dahsyat ini bukan hanya menyerbu halaman istana Negara, tapi sudah masuk ke istana Negara.

Simbol Negara : Istana Negara pun diserbu. SBY kali ini terpaksa melipat celananya dan turun sebentar ke halaman istana, dan dijepret fotographer istana dan foto itu dibagikan ke semua media massa. Itulah foto SBY berbaju biru berpose bersama Menlu Marty Natalegawa yang siap menerima Kepala Negara Argentina, dan terpaksa ditunda karena ruang jumpa pers Istana Negara pun digenangi banjir.

Banjir Jakarta 17 Januari 2013 lalu sungguh luar biasa dahsyat. Media online Grup Suara Islam yang bisa diakses melalui : www.suara-islam.com, laporan Shodiq Ramadhan langsung menurunkan berita tentang banjir hebat ini dengan menyimpulkan sebagai bukan sekadar musibah tetapi merupakan adzab dan bala’ seraya mengutip pendapat yang tegas mengatakan air banjir yang mengerikan itu datang untuk membersihkan dosa maksiat di tempat-tempat sekitar Jalan Thamrin-Bunderan HI-Jalan Soedirman, sampai kawasan Monas dan Istana Negara, yang dua minggu sebelumnya pada dinihari pada 1 Januari 2013, gubernur DKI yang baru, memprakarsai pesta maksiat sepanjang kawasan itu. Car Free Night diberlakukan dan 16 panggung pun digelar disepanjang jalan Thamrin dan Soedirman, dalam pesta pora dan percikan api kembang api huru-hara membakar milyaran rupiah sia-sia. Esok harinya para petugas pembersih jalanan dan taman-taman, sekitar lokasi huru-hara Thamrin-Soedirman, menemukan bekas kondom terpakai berserakan, di semak-semak taman, bahkan di jalur hijau jalanan. Naudzubillahimindzalik. Berita Media Online Suara Islam itu dilengkapi ilustrasi foto bunderan HI yang dijepret dari atas, berupa foto Bunderan HI pada dinihari 1 Januari 2013 yang terlihat Bunderan HI dikerumuni 100.000-an rakyat yang tengah berhura-hura diselingi pembakaran api kembang api dan di sebelahnya foto Bunderan HI pada 17 Januari 2013 yang tenggelam oleh banjir. Foto ilustrasi ini sungguh menggambarkan adzab nyata yang kontan dibayar oleh Allah SWT. Astagfirullahaladzim !

Untuk menggambarkan kedahsyatan banjir Jakarta 17 Januari 2013 ini sudah sangat mengerikan dengan membaca data kerugian materi sementara saja yang mencapai lebih dari Rp 20 Trilyunan, korban jiwa mencapai puluhan tewas, setidaknya 41 orang. Lokasi banjir merendam 60% di lima wilayah ibukota. Gambar-gambar penderitaan rakyat tiap hari diberitakan koran dan televisi serta media online, sungguh membuat seluruh bangsa Indonesia terhenyak. Dari derita jelata hingga manusia super kaya “dijarah” oleh bencana banjir kali ini.

Sore hari 17 Januari televisi menghadirkan gambar spektakuler sebuah mobil mewah merk Rolls Royce type Phantom II seharga belasan Milyaran Rupiah, didorong bocah-bocah jalanan, setelah tenggelam lebih setengah badan mobil itu di Jalan Thamrin. Esok harinya harian Warta Kota edisi 18 Januari 2013 memajang foto mobil super mewah celaka ini di halaman depan, dan terlihat pemilik mobil di jok belakang mobil tengah menguras air comberan banjir berwarna coklat pekat, dari dalam mobilnya dengan alat plastik, dan ditumpahkan keluar dari jendela mobil mewah itu. Dan jeprettt. Jadilah foto yang sangat ironis, sebuah mobil Rolls Royce, lambang kemewahan dihinakan oleh banjir yang melibasnya. Terpaksa dikuras comberan banjir dari dalam Rolls Royce ini dan diabadikan gambarnya di Jalan Thamrin ibokota Metropolitan Jakarta, jalan paling bergengsi di seluruh Indonesia.

Cerita tentang mobil mewah terendam banjir juga terjadi dikawasan Pluit Jakarta Barat yang kini didominasi sebagai Kawasan Pecinan Baru. Rakyat awam juga dibuat tercengang puluhan bahkan ratusan mobil mewah terendam banjir di Pluit dan terpampang mobil-mobil mewah tenggelam itu mulai Mercedez type sport, Lamborghini, Mustang, hingga Jaguar, dan Bentle, dan bahkan mobil Hummer mobil jeep perang Amerika yang tidak sempat diselamatkan pemiliknya, terlanjur direndam banjir.

Gereja Basement UOB Tenggelam
Kabar spektakuler lainnya dari banjir ‘adzab’ ibokota ini niscaya terendamnya ruang bawah tanah –basement–empat lantai ke bawah Gedung-Plaza UOB dekat halte busway Tosari Jalan Thamrin beberapa puluh meter dari Bunderan HI. Korban banjir yang menenggelamkan basement di UOB ini selain lebih dari 100 mobil aneka merk terendam, dua orang tewas, dan sebuah gereja di lantai B-01 yakni Gereja GBI dan beberapa restaurant ikut tenggelam, Gereja di gedung-gedung jangkung di kawasan Soedirman-Thamrin, kini memang makin marak berdiri. Ditinjau dari sudut keperluan, gereja yang hanya akan dibuka saat Misa hari Minggu, apa gunanya berdiri gereja di gedung-gedung itu? Gereja tidak diperlukan di gedung-gedung perkantoran, karena hari Minggu toh kantor-kantor kan libur dan tutup. Rupanya kehadiran gereja di gedung-gedung perkantoran ini sengaja dibangun untuk mengimbangi setiap hari Jumat, karyawan mayoritas beragama Islam menggelar Shalat Jumat. Kalangan gereja pun memaksakan diri pada hari Jumat juga menggelar misa hari Jumat. Gereja dipaksakan berdiri karena menjadi kebijakan pemilik gedung yang beragama Nasrani. Bahkan di Wisma Indocemen, Jl. Soedirman ruangan masjid juga difungsikan sebagai gereja di hari Minggu.

Di sejumlah gedung perkantoran kini juga mulai dipaksakan misa dadakan hari Jumat. Dan tampaknya hal ini menjadi rencana lama yang terus dipaksakan diberbagai lokasi strategis. Dulu pada 1987-an saat kampus UI Depok dalam proses pembangun, tiba-tiba muncul usulan “nyeleneh” dari kalangan Kristen agar gereja juga harus dibangun di tengah kampus UI mendampingi masjid kampus yang sudah berdiri. Rencana ini ditolak, dengan alasan pada hari Minggu mahasiswa tidak masuk kuliah dan tidak memerlukan gereja yang hanya dipakai satu minggu sekali. Sementara masjid dipakai jamaah shalat lima kali sehari oleh para mahasiswanya, setidaknya shalat Dzhuhur, Ashar, Maghrib dan shalat Jumat. Rencana lama ini kini digencarkan menjadi model gereja di gedung-gedung jangkung perkantoran ibukota.

Keyakinan umat Islam mengenai sesatnya ajaran gereja yakni kepercayaan adanya Tuhan Anak, Yesus Kristus dan dijadikan sentral ajaran Kristiani, dengan memperingati hari kelahiran anak Tuhan itu, sebagai hari Natal, lebih jauh lagi akan membawa malapetaka hebat bagi umat manusia. Dasarnya adalah ajaran Al Qur’an yang termaktub dalam Surah Maryam ayat 88 sampai dengan 92, diantaranya dikatakan dalam ayat-ayat itu “Dan mereka berkata (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Hampir-hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu), bahwa Allah Yang Maha Pengasih mempuanyai anak.” Wahyu Allah ini yang mendasari umat Islam bahwa kepercayaan Kristen itu menyebabkan bencana besar di muka bumi.

Ada lagi ayat Allah yang mengiringi adzab yang Allah SWT turunkan yakni Surah Ar Rum ayat 41 serta Surah Al An’am, dimana Allah SWT berkuasa mengirimkan bala’ dan bencana, yakni :“Bencana dari atas kalian dan dari bawah kaki-kaki kalian” (Al An’am, 65). Inilah yang kita yakini sebagai Bala’ Allah SWT kepada rakyat ibukota, dengan sebab perbuatan sebelumnya. Apakah hal ini juga ditujukan kepada pemimpin paling berkuasa di ibukota (gubernur DKI dan wakilnya) bahkan ditujukan kepada pemimpin tertinggi negeri ini?. Bukan Mustahil. Bahkan Niscaya./ suara-islam.com disertai foto aru saef asadullah pemred suara islam yang mungkin maksudnya adalah penulis artikel ini.

alfin andri | Edisi : 151, 20 Rabiul Awwal – 4 Rabiul Akhir 1434 H / 1-15 Februari 2013 M

 (nahimunkar.com)