.

 

Banjir Kedua di Jakarta, Data terakhir menyebutkan banjir melanda pemukiman warga di 207 RT, 33 kelurahan, dan 24 kecamatan. Ketinggian air di beberapa pintu sudah memprihatinkan. Bahkan Waduk Pluit meluap. Sehingga, banjir 18 Januari 2014 itu lebih parah dari petaka serupa yang terjadi pada 12 Januari 2014. 33 Kelurahan Terendam, Ada yang Sampai 5 Meter

Banjir 5 Meter Rendam Rumah Warga di Pejaten

Dini Hari Ini, Banjir di Kampung Pulo Mencapai 3 Meter

Banjir 2 Meter, Seribu Lebih Warga Rawajati Mengungsi

***

BPBD Akui Banjir Jakarta Lebih Parah

Sabtu, 18 Januari 2014 | 12:32 WIB

Jakarta: Lebih 4.500 warga Jakarta mengungsi ke sejumlah posko lantaran permukaan banjir yang semakin meninggi. Bahkan beberapa posko pengungsian tak mampu menampung jumlah pengungsi yang terus bertambah.

“Itu data sementara dari laporan yang kami terima. Sebetulnya masih banyak jumlahnya, tapi karena pihak kelurahan belum memberikan laporan jadi kita tidak berani spekulasi,” ujar Kasie Informasi Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Bambang Surya Putra di Jakarta, Sabtu (18/1).

Warga terpaksa mengungsi. Sebab mereka tak lagi dapat bertahan di rumah masing-masing. Mereka mengaku banjir pekan ini lebih parah ketimbang sepekan silam.

Hingga kini, kata Bambang, BPBD masih mengumpulkan data korban dan titik banjir di seluruh wilayah Ibu Kota. Data terakhir menyebutkan banjir melanda pemukiman warga di 207 RT, 33 kelurahan, dan 24 kecamatan.

Menurut Bambang, ketinggian air di beberapa pintu sudah memprihatinkan. Bahkan Waduk Pluit meluap. Sehingga, akunya, banjir itu lebih parah dari petaka serupa yang terjadi pada 12 Januari 2014.

Di Jakarta Timur, katanya, para pengungsi ditampung di beberapa posko. Namun banyak warga telantar karena kapasitas tampung yang minim. Warga pun merangsek ke emperan rumah toko maupun pinggir jalan raya untuk sekadar berlindung dari hujan.

“Ada peningkatan jumlah pengungsi dari permukiman rawan banjir dan wilayah lainnya. Selain Kampung Melayu dan Bidara Cina, Gang Arus Cawang dan Kampung Dukuh juga sudah terendam,” kata Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto./ Metrotvnews.com.

***

Banjir 5 Meter Rendam Rumah Warga di Pejaten

Ada tiga Rukun Tetangga yang terendam banjir luapan Ciliwung itu.

Sabtu, 18 Januari 2014, 03:01

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) DKI Jakarta mencatat, ada 31 keluarahan terendam banjir, salah satunya di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Januari 2014. Sedikitnya ada tiga Rukun Tetangga (RT) yang terendam banjir luapan suangai Ciliwung tersebut.

Camat Pasar Minggu, Amien Haji menuturkan tiga lokasi tersebut terletak di Gang buntu Rt 016, 017 Rw 07 dan Rt 005 Rw 08. “Banjir di sini mencapai empat sampai lima meter dan merendam ribuan rumah warga,” kata Amien.

Menurutnya banjir kali ini merupakan banjir terbesar kedua setelah hari Senin lalu merendam kediaman warga di Pejaten Timur. Sebelumnya banjir menggenangi pemukiman warga setinggi lebih dari 150 meter.

Luapan air tersebut telah menggenangi rumah warga sejak pukul 15.00 WIB Jumat siang. Curah hujan dengan intensitas lebat dan terus menerus membuat debit air di pemukiman warga meningkat.

Selain di Pejaten Timur, warga di Kampung Pulo, Jakarta Timur pun juga telah mengosongkan rumah mereka sejak luapan air sungai Ciliwung kembali datang. Warga sudah diungsikan ke tempat berkumpul terdekat, seperti di tenda di pinggir Jalan Jatinegara, gereja setempat dan juga gedung bioskop Jatinegara.

Sementara itu, berdasarkan pantauan TMC Polda Metro Jaya, banjir juga terjadi di depan Gudang Peluru Jalan KH Abdullah Syafei, Kampung Melayu setinggi 100-200 sentimeter. Titik banjir lain ada di depan samsat Gunung Sahari-Mangga Dua Square, Jalan H Soleh 1 Kebon Jeruk, Jakarta Barat setinggi 30-40 sentimeter.

Lalu di Jalan Margonda Depok, banjir terjadi setinggi 30 sentimeter dan di depan Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto setinggi lebih dari 40 sentimeter.

Warga Jakarta diminta waspada khususnya sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil antara lain daerah Kartini, Pasar Paru, Pegangsaan, Kwitang, Gunung Sahari, Karet, Grogol, Roxy, Jelambar, dan sekitarnya. Desy Afrianti, Rohimat Nurbaya, Stella Maris, R. Jihad Akbar/ VIVAnews –

***

Sabtu, 18/01/2014 03:33 WIB

Dini Hari Ini, Banjir di Kampung Pulo Mencapai 3 Meter

Jakarta – Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, kembali naik. Dini hari ini, banjir di wilayah langganan ‘tenggelam’ itu mencapai tiga meter.

“Kedalaman di daerah ujung dekat kali itu sudah 3 meter,” kata Ketua RT 10 RW 1 Kampung Pulo, Jaelani, saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/1/2013).

Untungnya bantuan telah banyak datang ke Kampung Pulo. Tenda pengungsian yang tadinya belum tersedia kini telah ada.

“Bantuan yang sudah ada berupa nasi, air minum, mie, minuman hangat, kopi, teh, tenda pengungsian,” papar Jaelani.

Saat ini 257 KK korban banjir di Kampung Pulo telah mengungsi. Jaelani khawatir jika hujan tak segera reda air akan kembali naik.

“Kalau 4 jam hujan nggak berhenti, ini akan naik lagi,” ujarnya cemas./ Taufan Noor Ismailian – detikNews

***

Banjir 2 Meter, Seribu Lebih Warga Rawajati Mengungsi

Jumat, 17 Januari 2014 | 21:34 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Selain di Kampung Pulo, banjir dari luapan Sungai Ciliwung juga merendam ratusan rumah warga yang berada di RW 07 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Seribu lebih warga tercatat mengungsi ke berbagai tempat karena ketinggian air sudah 2 meter lebih.

Budi Partono (65), Ketua RW 7, mengatakan, sebanyak 6 RT di wilayahnya terendam banjir. Sebagian warga menurutnya sudah meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ada 1.100 jiwa yang mengungsi. Dari 6 RT yang banjir, paling parah itu di RT 02, 03, dan RT 04,” kata Budi kepada Kompas.com, di Rawajati, Jumat (17/1/2014) malam.

Ia mengatakan, permukaan Sungai Ciliwung yang melintasi permukiman warga di wilayahnya terus mengalami peningkatan. Dia memprediksi, puncaknya akan terjadi pada malam hingga Sabtu (18/1/2014) dini hari nanti.

“Sekarang ketinggian air itu mulai 1,5 meter sampai 2 meter. Kemungkinan akan bertambah sampai 3 meter. Maksimal nanti pukul 03.00 pagi,” ujar Budi.

Sementara itu, bantuan bagi warga menurutnya masih dalam kondisi mencukupi. Bantuan berasal dari Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan lainnya. Permukiman warga saat ini dalam kondisi gelap karena aliran listrik setempat dipadamkan.

Sejumlah tempat yang digunakan untuk pengungsian antara lain Pos Bina Warga, Kantor Diklat Badan Pemeriksa Keuangan, dan Jembatan Kalibata.

***

Ada hikmah

Di balik itu, ada hikmah. Bagi orang yang terketuk hatinya, mereka memberikan bantuan apa saja untuk meringankan beban. Bila itu ikhlas lillahi Ta’la maka insya Allah mereka yang mengulurkan bantuan itu mendapatkan pahala. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berrsabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ (رواه عبد الرزاق ، وأحمد ، ومسلم ، وأبو داود ، والترمذى ، وابن ماجه ، وابن حبان عن أبى هريرة)

“Barangsiapa meringankan satu kesusahan seorang muslim di dunia, maka Allah akan meringankan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR Abdul Razzaq, Muslim, Abu Daud  NO – 4295, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah, shahih).

Demikian pula bila seorang Muslim yang tertimpa musibah itu bersabar, maka insya Allah baik baginya.

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “perkara orang mu`min itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR Muslim NO – 5318).

Menimbulkan dosa

Sebaliknya, musibah itu juga akan menimbulkan dosa bagi orang-orang yang tidak tepat dalam menyikapinya. Misalnya, menggerutu sampai mencaci masa. Atau sama sekali tidak peduli terhadap penderitaan sesama Muslim, bahkan senang dengan penderitaan mereka. Atau bahkan lebih dari itu, misalnya justru menggelapklan bantuan yang seharusnya sampai kepada muslimin yang kena musibah. Sehingga banjir pun termasuk dalam ujian iman pula.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.082 kali, 1 untuk hari ini)