• Siapa yang setia kepada orang-orang kafir maka dia bagian dari mereka

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maaidah: 51)

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut Tafaasiir juz 1 halaman 356).

nu.or.id

Sekarang apa yang dilakukan Said Aqil Siradj ketua umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) akan menjadi sesuatu yang menggelikan banyak pihak. Dugaan aliran dana dari nagara-negara Timur Tengah ia persepsikan sebagai aliran dana untuk radikalisme, sementara pada saat yang sama ia menghimpun dana dari negara-negara Barat yang tergabung dalam Bank Dunia (World Bank), untuk kampanye demokrasi, kesetaraan gender, deradikalisasi dan upaya melawan aksi terorisme. Padahal semua orang tahu pemilik dana itu (AS dan sekutunya) adalah the real terrorist, yang telah meluluhlantakkan negeri-negeri Islam dan membantai jutaan umat Islam, seperti di Afghanistan dan Irak.

Itulah di antara kalimat pengantar dari berita yang diturunkan di salah satu ditus, selengkapnya sebagai berikut:

Bank Dunia Sediakan Dana Tak Terbatas untuk NU

Jakarta  – Dalam berbagai kesempatan, Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj nyaring membunyikan ajakan untuk mewaspadai aliran Wahabi yang makin merebak di Indonesia. Tanpa segan, Said Aqil langsung menuding bahwa aliran tersebutlah yang mengajarkan kekerasan dengan mengatasnamakan Islam. Bahkan, ia menuding ada 12 yayasan beraliran Wahabi yang menurutnya mendapatkan pendanaan dari Arab Saudi, negara tempat Said mengenyam pendidikan dari tingkat Sarjana hingga Doktor.

Kampanye Said Aqil tak hanya dilakukan di Jakarta, tapi hingga ke pelosok desa. Di Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bayuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (22/7/2011) lalu misalnya, Said Aqil terus mengajak warga Nahdhiyin untuk mewaspadai aliran Wahabi. Alumni Universitas Ummul Qura’ itu mengungkapkan, aliran kekerasan berpaham Wahabi dari 12 yayasan itu muncul di berbagai propinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera dan Sulawesi.

Sekarang, apa yang dilakukan Said Aqil itu tentu akan menjadi sesuatu yang menggelikan banyak pihak. Dugaan aliran dana dari nagara-negara Timur Tengah ia persepsikan sebagai aliran dana untuk radikalisme, sementara pada saat yang sama ia menghimpun dana dari negara-negara Barat yang tergabung dalam Bank Dunia (World Bank), untuk kampanye demokrasi, kesetaraan gender, deradikalisasi dan upaya melawan aksi terorisme. Padahal semua orang tahu pemilik dana itu (AS dan sekutunya) adalah the real terrorist, yang telah meluluhlantakkan negeri-negeri Islam dan membantai jutaan umat Islam, seperti di Afghanistan dan Irak.

Kabar bahwa NU bakal mendapatkan dana tak terbatas dari Bank Dunia dilaporkan oleh Republika Online, Ahad (9/10/2011). Adalah Said Aqil Siradj dan Marsudi Syuhud, pasangan ketua umum dan Sekjen PBNU, yang mengabarkannya kepada media karena keduanya  baru saja berkunjung ke Kantor Bank Dunia di Washington DC, AS, pertengahan pekan lalu. Hasil kujungan itu, Bank Dunia menyatakan mendukung seluruh aktifitas sosial NU, melalui pendanaan secara tak terbatas.

Atas dukungan dana tak terbatas dari Bank Dunia itu, NU kini secara resmi telah membuka rekening untuk menampung dana bantuan dari lembaga dan negara donor di bawah naungan Bank Dunia. “Rekening ini sifatnya tidak untuk sementara, tapi selamanya. Rekening ini tidak hanya untuk kepengurusan NU di bawah kepemimpinan saya, tapi sampai kepengurusan mendatang sepanjang NU masih ada,” tegas Kiai Said di Jakarta, Ahad (9/10/2011).

Untuk dukungan dana tersebut Bank Dunia menjadikan NU sebagai trust found yang akan  mengelola bantuan sosial dari lembaga dan negara donor. Berbagai kegiatan sosial yang didukung pendanaannya adalah yang menyangkut isu-isu global, meliputi pendidikan, demokrasi, dan kesetaraan gender. Tak terbatas itu saja, kegiatan sosial menyangkut pengentasan kemiskinan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup juga turut mendapatkan bantuan dana.

Sekarang pertanyaannya, kalau dana Timteng dikecam dan dianggap dana ‘teroris’, lantas dana dari AS yang masuk ke tubuh NU layak disebut apa?.

Bertemu SMI

Sementara Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud mengungkapkan bahwa dalam kesempatan kunjungan ke markas Bank Dunia itu mereka juga bertemu dengan bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kini menjadi salah satu direktur pelaksana Bank Dunia. “Kepada Ibu Sri Mulyani kami sampaikan kabar Indonesia saat ini,” kata Marsudi.

Ia menambahkan, NU juga menceritakan bagaimana sepak terjang NU dalam tugasnya sebagai civil society, ikut menjaga hubungan baik antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sri Mulyani sendiri menjadi direktur pelaksana Bank Dunia setelah panasnya skandal Bank Century yang diduga merugikan negara Rp 6,3 triliun. Saat ini ia digadang-gadang menjadi Capres 2014, yang diusung oleh partai gurem berhaluan Kapitalis-liberal, Partai SRI.

Rep: Shodiq Ramadhan

Sumber: Republika Online, detikcom

Monday, 10 October 2011 17:25 | Written by Shodiq Ramadhan (SI ONLINE)

***

Siapa yang setia kepada orang-orang kafir maka dia bagian dari mereka

 

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (QS Al-Maaidah: 80, 81)

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pem impin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. “ (Al-Mumtahanah: 1)

] قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ[

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,” (Al-Mumtahanah: 4)

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ [المجادلة/22]

22. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (QS Al-Mujadilah/ 58: 22).

Nah, dalam kasus berita itu mereka bukan bapaknya, bukan anaknya bukan pula saudaranya, lha kok saling berkasih sayang. Padahal yang satu jelas kafir dan yang lain mengaku beriman. Dalam kenyataannya, justru galak terhadap orang-orang yang beriman, sambil menuding lembaga-lembaga Islam dengan suara sengit, bahkan memprovokasi massa untuk ikut membenci orang-orang Islam (yang dibencinya) bahkan agar mengusirnya segala. Ini bagaimana? Benar-benar al-Qur’an telah dibelakangi. Karena contoh dalam Al-Qur’an adalah bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi saling kasih sayang di antara sesama mukminin. (lihat QS Al-fat-h/ 48: 29).

Apakah yang mengaku beriman tetapi setia kepada kafirin itu lupa bahwa kelak di akherat akan dimintai pertanggung jawabannya. Di antaranya, harta itu diperoleh dari mana dan untuk apa dia dibelanjakannya. Betapa beratnya, kalau misalnya: harta itu diperoleh dari orang kafir (memang jelas) kemudian untuk memusuhi dan menghalangi Islam. Apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak murka?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan tentang dimintainya tanggung jawab di akherat kelak, dalam hadits:

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ   رواه الترمذي قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وصححه الألباني .

dari Abu Barzah Al Aslami berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR At-Tirmidzi, – 2341, dia berkata: Hadits ini hasan shahih, dishahihkan Al-Albani).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.888 kali, 1 untuk hari ini)