Banser diusir di Langkat


POJOKSATU.id, LANGKAT – Anggota Banser diusir di Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Massa yang mengaku perwakilan Kesultanan Langkat membubarkan paksa kegiatan Kirab Satu Negeri GP Ansor dan Banser di Gedung Nasional Tanjungpura, Langkat.

Massa yang menolak kegiatan Kirab Satu Negeri GP Ansor, menggeruduk Gedung Nasional Tanjung Pura. Mereka mengusir anggota Banser dan GP Ansor.

Massa menuding Banser sebagai tukang bubarkan penggajian. Banser dituduh sering menolak pengajian yang dilakukan Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Felix di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Bubar, bubar. Hei tukang bubarkan pengajian, bubar. Ini bukan tanah Jawa, (ini) tanah Melayu,” ucap seorang pria degan nada keras.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak beberapa anggota GP Ansor terpaksa meninggalkan lokasi akibat diusir massa. Mereka dikawal aparat kepolisian.

Video anggota Banser diusir di Langkat diunggah di akun Instagram @4lbatawi. “Ribuan ummat Islam di tanah Medan Sumatera Utara mengusir Banser. Tepatnya Kabupaten Langkat, Bumi Melayu, tanah para ulama dan datuk-datuk tarekat,” tulisnya sebagai keterangan video.

“Ribuan ummat Islam menolak Banser sambil berteriak: “Hei kalian tukang membubarkan pengajian, bubar kalian! Ini tanah langkat, tanah Melayu, pergi kalian,” tambahnya.

Wakil Bendahara PW GP Ansor Sumut, Ahmad Riduan Hasibuan melalui siaran persnya menjelaskan, Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan oleh Gerakan Pemuda Ansor se-Indonesia dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi terhadap perjuangan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Kirab Zona Sabang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Hasan Basri Sagala dibawa oleh Sekretaris PW GP Ansor Aceh, Timbul Pasaribu diserahterimakan ke Ketua PW GP Ansor Sumut Labuhan Hasibuan.

Acara serah terima Kirab dilaksanakan dengan melakukan apel bersama yang dihadiri oleh kader Banser dan Ansor se-Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan penyambutan dilakukan di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara tepatnya di Besitang.

Setelah serah dan terima kirab dilaksanakan dan serah terima 17 bendera merah putih yang dibawa dari Aceh diterima oleh PW GP Ansor Sumatera Utara, rombongan PW GP Ansor Sumut singgah Masjid Azizi Tanjung Pura untuk melaksanakan salat Zuhur.

Saat itulah. sekelompok massa dari Kesultanan Langkat mengusir Banser dan GP Ansor. Pengusiran itu mendapat reaksi dari GP Ansor yang tidak dicaci maki dan diusir dengan alasan tidak jelas.

Banser dan massa pun nyaris bentrok di depan masjid. Beruntung aparat keamanan sigap. Polisi meminta massa untuk tidak berbuat anarkis. Mereka menjaga anggota Banser agar tidak menjadi korban kekerasan massa.

Untuk mencegah situasi semakin memanas, GP Ansor dan Banser yang dipimpin Labuhan Hasibuan batal melaksanakan salat Zuhur di Masjid Azizi Tanjung Pura. Mereka pindah ke masjid lain untuk melaksanakan ibadah.

Labuhan Hasibuan mengatakan, semua masjid sama kemuliaannya. Dan demi menjaga kemuliaan masjid, pihaknya memilih pindah ke mesjid yang lain.

“Kita tidak ingin masjid bertuah ini, dikotori dengan kejadian yang tak sesuai dengan adab menghormati masjid. Lebih baik kita mengalah demi menghormati kemuliaan para leluhur di sini,” tandas Labuhan Hasibuan.

Berikut video detik-detik anggota Banser diusir di Langkat:

(one/pojoksatu)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.342 kali, 1 untuk hari ini)